Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Kenalan ma ortu


__ADS_3

Kenalan ma ortu


Hari ini, hari minggu. haaaahft senangnya, bisa bermalas-malasan di kasur seharian setelah 2 hari melalui banyak hal yang melelahkan dan menguras air mata di perkemahan. Rasanya tidak ingin mengingat - ingat. Irul. . . yah, irul sepeti biasa tetap ngechat guwe sepulang dari kemah. tanpa bertanya sesuatu hal pun, dia tetap bersikap baik dan perhatian. Membuat ku merasa bersalah saja, aku hanya perlu menyiapkan kata yang pantas dan mental yang kuat kalau-kalau suatu hari irul akan membahas ini dengan ku.


Jam menunjukkan pukul 4 sore, aku masih bermalas-malasan di kamar jika hari minggu libur sekolah kebiasaan dan hobby ku selalu menyendiri di kamar, baca komik, baca novel, terkadang corat coret diary. Siapa tau, dengan begini suatu hari aku akan bisa seperti Kahlil gibran yang punyai banyak karya. hihi khayalan ku kian kemana-mana saja.


"Assalamualaikum. . . permisi. . ." ku dengar lirih ucapan salam dari pintu depan. aku mengabaikan nya karena ibu sudah menghampiri nya ku pikir tamu ayah mungkin, ah sudah lah. aku melanjutkan membaca komik, kemudian. . .


Tok tok tok. . . Suara ketukan pintu kamar ku sedikit menggaggu. Aaaarght pasti deh ibu bakal nyuruh aku bikin teh/kopi pikir ku.


"sayang, keluar dulu. ada temen mu nih, katanya ada hal penting" suara ibu membuat ku terheran-heran. Siapa??? teman siapa??? setau ku teman-teman ku belum ada yang mengetahui alamat rumah ku kecuali ida sih. ya iya lah kan sepupuaaaaaan 😏


"sayang. . . cepat keluar, kasian teman kamu ini" suara ibu masih meneriaki ku.


"iya bu iya, chella keluaaaar" terburu-buru ku ikat kuncir kuda rambut ikal ku yang sebahu.


Ku lihat ibu senyum-senyum menatap ku, aku menaikkan alis. . .


"Kenapa bu??? siapa teman ku itu???" tanya ku.


"Yakin itu teman, sepertinya salah satu dari merea bukan deh atau malah keduanya hihihi" ibu ku masih cekikikan menutup mulutnya tertawa.


Aku berjalan menuju teras rumah, dengan pakaian seadanya ala rumahan, celana kain selutut dan baju kaos pendek agak longgar ku pakai.

__ADS_1


Deg. . . !!!


Owh My God, aku mengucek-ucek mata ku berkali-kali setelah aapa yang ku lihat sembari berdiri di pintu.


Kau tau. . . jojo dan irul sedang tersenyum lebarrr menyambut ku. Ya tuhan. . . ini sih mimpi buruk di sore hari kawan. ini kali pertama ada temen cowok main kerumah ku. astagaaaah siap-siap deh dengerin omelan ibunda nanti.


"Hai. . ." sapa mereka bersamaan.


"ngapaiiiiin kalian kesini. .. gak bilang-bilang lagi" bisik ku pelan-pelan.


"sweety ku, jangan marah ya. jangan marah ma jojo juga, guwe yang maksa dia untuk kerumah elu" Jawab irul dengan bisik lirih.


"eeeh enggak enggak, ini guwe yang berinisiatif ngajakin irul kerumah elu chel. habisnya, dia nih dari pagi buta udah ngubekkin kamar guwe dengan banyak alasan dan rengekan minta buat ketemu elu. padahal kan besok bisa, hari ini guwe padahal ada janji nemenin keponakan guwe main bola" dengan celoteh jojo terus aja sembari cemberut


Belum sempat ku tanya darimana tau alamat rumah ku, ibu sudah keluar dengan membawa 2 gelas minuman hangat dan beberapa suguhan cemilan.


"gapapa tante, kami hanya sekedar ingin tau alamat rumah Chella saja kok, saya jojo" jawab Jojo dengan tegas dan senyum-senyum melirik Irul dan mencium tangan ibu.


"Iya, gapapa tante. maaf sudah mengganggu, cuma ingin liat keadaan Chella kok, saya irul" imbuh irul dengan lembut santun kemudian susul mencium tangan ibu.


"ooowh, chella gapapa. . . sudah lebih membaik kok, dia memang alergi keras terhadap dingin sejak usia sekolah dasar, makasih sekali kalian sudah khawatir dan peduli" jawab ibu dengan senyam senyum ku lirik beliau dengan tajam dan manyun.


"iya tante, kami khawatiiiiirrrr sekali. sebenarnya sih bisa lewat telpon atau chat aja sih, tapi. . ." jojo menjawabnya dengan senyam senyum sembari melirik Irul. ku pelototin si jojo dengan gertakan gigi, awas lu jo guwe habisin lu besok di sekolah.

__ADS_1


"oh. . . jadi gitu, hihi yaudah. . . kalian lanjut aja ngobrol, santai aja ya anggap rumah sendiri" ibu beranjak pergi meninggalkan kami dan me colek dagu ku. Astaga. . . ibu. . . aaaaaaaarght. . .


"chel, elu gak marah kan??? elu udah baikan kan? beneran???" tanya irul khawatir.


"Iyaaaah, iyyaaaa. . . guwe gapapa. udah baikan kok, cuma agak pegel-peegel sih" jawab ku dengan malas.


Tiba-tiba ayah datang menghampiri kami di teras, hadduwh apa lagi ini. tuhaaaan jangan sampe ayah marahin mereka tuhan plissss. . .


"halo semua, saya ayahnya Chella. makasih ya sudah peduli dan bermain kesini"


so what??? ayah malah ngenalin diri??? hello. . . wah ini gilaaaaaaaaaaaaaa, ku menunduk memijat-mijat batang hidung ku menahan malu.


"Gapapa om, kami senang kok di terima bermain dan bertemu chella" jawab mereka dan mencium tangan ayah bergantian.


"oh ya, mana yang namanya irul??? hehe" tanya ayah dengan tawa ledekan.


Yak jedder.. .. . !!! Aaaaarrrrrtrght ape nih??? oh ibuuu .. . giliran akur ma ayah gini ya, kalian. astaga malunya dakuuuu. . .


"sssh. . . saya om" irul mengacungkan tangan dengan gerogi. Sontak jojo tertawa tertahan,


"ooh, manis .. . ganteng. sopan lagi, nah kalo ini pasti yang bernama jono ya" sembari menunjuk wajah jojo. ingin ku ngompol nahan tawa,


"JOJO OM, JOO+JO. Bukan Jono om, akh si om mah pinter ngelawak. wah chella nurun bakat dari om pasti" kemudian kami tertawa bersama.

__ADS_1


Siapa sangka kawan, perasaan irul kian membuat nya nekat mencari ku kerumah hingga berkenalan dengan ortu ku. bersyukurnya, mereka welcome terhadap jojo dan irul.


haaahft. . .


__ADS_2