Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Harus Berakhir


__ADS_3

Banyak hal yang sudah terjadi dengan berbagai kejutan menarik dan indah selama liburan semester ini.


Kini liburan akan segera berakhir, kembali ku akan menyibukkan diri dengan segala aktifitas dan pelajaran sekolah.


Sedang ali, tentunya sudah akan segera kembali ke bandung. tempatnya menempuh pendidikan, ada rasa sedih menyelimuti. pada akhirnya, aku akan kembali kehilangan dan terpisah dengan orang terdekat ku kini, orang yang ku butuhkan tempat beradu kasih. Meski ali berkali-kali meyakinkan ku dan berjanji akan memberi kepastian hubungan kita, dia tidak akan berkencan dengan teman-teman wanita lainnya disana, aku tetap menolak nya. aku tidak ingin kepastian dari hubungan ini, ini gak bener. ini konyol Ali, Pliss jangan gila. Ntah sudah berapa kali di setiap ada kesempatan bertemu diam-diam, kala menemukan tempat sepi. . . Ali selalu mencium bibir ku tanpa henti dan aku selalu tidak bisa menolak nya. Aaarght. . . aku mulai gila dibuatnya. Ku yakin, ini hanya masa-masa pubertas kami untuk mengenal suatu hubungan sehingga tingkatan hormon kami semakin jadi.


Tidak tidak. . . ini harus ku akhiri. dia sepupu kuuuuu, dan sampai kapan pun akan tetap menjadi sepupu. darah persaudaraan yang mengalir dalam diri kita begitu kental.


Sore ini, Aku menelpon sepupu ku amelia. Aku menceritakan semua nya, tentang hubungan ku dengan Ali yang semakin menggila diluar batas tanpa suatu hubungan pa-ca-ran.


"Mel, guwe harus akhiri ini semua dengan Ali. Ini gilaaa, Ali mulai berani sama guwe tau gak? " celoteh ku pada amelia. Amelia tampak panik,


"Chel. . . aduh gimana ya, guwe baru aja mau nelpon elu chel. guwe mau ngabarin kalo bo-nyok Ali barusan manggil guwe dan guwe di dette habis-habisan nanyain tentang hubungan kalian" Jawabnya terengah-engah


"What??? aaaaaargh sial , terus gimana Mel??? guwe gak mau bonyok kita jadi ribut nantinya cuma gara-gara kegilaan kami" Aku mulai panik kebingungan.

__ADS_1


"Dan elu tau, mereka bilang Ali memaksa dan ngancem mereka untuk kerumah elu ngabarin untuk kepastian hubungan elu ma ali, dan mereka setuju nanti malem bakal main kerumah elu untuk ketemu tante dan om" jelas amelia membuat jantungku terhenti sejenak. ****** guwe, ini bakal jadi kemarahan besar bagi ayah dan ibu. Oh tuhaaan. . .


"Mel, pliss lu ajak Ali ke taman kota sore ini juga guwe harus ketemu Ali guwe harus akhiri ini semua sebelum terlambat" pinta ku pada amelia.


Amelia meng iya kan tanda setuju. meski sebelumnya dia menolak dan memilih menjaga perasaan Ali pada ku, setelah aku memberinya seribu alasan dan penjelasan, baru lah dia setuju. gila aja ya, misal ini semua berjudul sepupuku adalah cowok ku. Iiih gak banged !!!


------------


Tiba di suatu tempat sepi di taman, Amelia meninggalkan ku hanya berdua dengan ali. Tadinya aku ingin amelia tetap menemani ku, untuk berjaga-jaga dari ali supaya tidak lagi semena-mena. ah tapi, walau bagaimana pun aku tetap harus menghargai ali bukan? tanpa sadar, ini adalah tempat kali kedua aku dan ali berciuman tanpa henti. Ah sial, kenapa jadi ketempat ini lagi. ali memandang ku dengan heran. . .


"Bi, semalem elu kenapa lama balas pesan guwe? bahkan elu sama sekali gak angkat telpon dari guwe" Tegasnya.


"Sory, guwe. . . ." Lagi dan lagi terputus


Cup !!! Dia mengecup bibir ku. mengejutkan ku, reflek aku menghindari tatapannya. aku gak mau basa basi lagi, ini semakin mengulur waktu. Tapi lagi-lagi aku luluh dengan sentuhan tangannya yang lembut di pipi ku.

__ADS_1


"Bi, guwe kangeeen banged ma elu. entah kenapa sehari aja guwe gak ketemu elu, peluk elu dan menciumi bibir elu yang manis ini, guwe mau gila" sembari mengusap bibir ku. Aaaakh. . . aku benar-benar terhipnotis. Entah sejak kapan bibir kami sudah kembali bersentuhan saling mengecup, ali terus mengulum bibir ku dengan lembut, lama, semakin lama seolah kedua tangan ku tergerak sendiri melingkar di leher ali. Ali tersenyum puas, kembali ia mempererat pelukan tangannya yang sedaritadi dipinggang ku. Aaakh, ini sungguh nikmat. aku tidak bisa menghindarinya, ali semakin liar memainkan lidah ku mengulum bibir ku kali ini lebih lama, tangannya mulai berani menyentuh payu**** ku, kemudian sesekali meremasnya. oh tuhan aku semakin dibuat nya melayang, aku tidak ingin mengakhiri kenikmatan ini, tapi harus. .. harus, Tidak tidak. . .come on chellaaa sadar. Aku membuka mata ku dan mendorong ali seketika, hari sudah mulai petang ternyata. oh tuhan,,,


"Ali, kita harus akhiri kegilaan ini sekarang juga. guwe gak bisa li, ini gak baik untuk keluarga kita kedepannya" Aku membantahnya dengan nada tinggi.


"Elu kenapa sih Bi? bukannya elu juga sayang ma guwe, bukankah ini yang memang kita inginkan bi???" Ali masih berusaha ingin mencium ku kembali. aku menghindarinya, ali tampak kecewa.


"Lihat diri elu, bahkan elu masih memanggil guwe dengan sebutan bibiiii sama seperti masa kecil dulu" aku menunjuk dadanya yang bidang itu dengan jari telunjuk ku.


"Ini bukan alasan bi. Apa elu udah gak sayang ma guwe bi??? Bantahnya dengan memaksa.


"Ali STOP. pliss. . . sadaar. ini hanya kekonyolan sesaat, kita kali ini hanya masing-masing berada pada puncak pubertas sehingga hormon kita sama-sama meningkat gak jelas" Tegas ku. Ali terdiam,


"Bahkan getaran cinta itu sudah gak ada di hati guwe, yang guwe rasain hanya nafsu belaka ketika kita berciuman selama ini" jawab ku kemudian. Ku lihat ali memencet suatu nomor di hp nya kemudian memberi aba-aba pada ibu nya untuk membatalkan pergi kerumah ku. Oh tuhan rasanya ingin pingsan, lega rasanya.


"Bi, elu nyakitin guwe kali ini. Guwe kecewa ma elu bi, suatu hari elu bakal nyesel dengan pernyataan ini" Ali berlalu pergi meninggalkan ku begitu saja,

__ADS_1


Maaf Ali !!!


__ADS_2