
Hari ini, pak udin tak nampak batang hidungnya. hehe, ku yakin hari ini dia libur mengajar. Setelah semalam, dia kembali menelpon ku di jam yang sama, ketika dia menyamar menjadi Mr. X hingga pukul 3 pagi. Aku sudah mulai terbiasa dengan ini.
Trowback
Dalam obrolan kami, yang tanpa ku minta dia menjelaskan tentang adanya perjodohan itu, antara dia. . . dan kak iin.
Dengan tanpa henti dia terus nyerocos terkadang marah-marah gak jelas ada ku karena aku menanggapinya hanya dengan kata Mmh. . . oh. . . iya. . . tidak. . . gak tau. . . !!!
Dia terdengar lucu, terkadang merengek manja, terkadang suara sangarnya keluar begitu saja.
dan dia bilang. . . sejujurnya, tidak ada keinginan dari hatinya akan perjodohan ini. bahkan dia sudah menganggap kak iin sebagai adiknya sendiri, tidak lebih. Hanya saja, dia berusaha menghormati apa yang di niatkan oleh pak kepsek hari itu.
Kau tau bagaimana hati ku mendengar pernyataannya??? Ada rasa bahagia terselubung menyelimuti.
Betapa egoisnya aku, bahkan aku merasa sesama wanita. . . bagaimana dengan hati dan perasaan kak kak iin yang benar-benar menyukai pak udin? Aku merasa. . . ini keterlaluan. aku merasa tidak seharusnya pak udin menjelaskan hal ini pada ku bukan? meski aku senang mendengarnya.
aku memberanikan diri berbicara setelah dia terhenti dari 1001 macam berbagai alasan dan penjelasannya pada ku.
"pak, apa pernah sekali aja bapak melihat dengan hati sikap kak iin selama ini pada bapak???" tanya ku dengan lirih. dia tertawa menanggapi ku.
"Kenapa jadi formal sih bahasamu Chel, aku mau kali ini obrolan kita layaknya seorang teman" pintanya.
Tidak, kau guru ku, guru yang seharusnya aku hormati dan santun berbicara. bantah ku dalam hati,
__ADS_1
"Pak, kali ini saya serius. . . coba deh sekali aja bapak lihat kak iin, karena saya pun yang berumur jauh dari kalian, saya bisa melihat ada rasa yang mendalam dari pandangan mata kak iin untuk bapak" Tegas ku dengan serius.
"Dan kamu tau, ini yang membuat ku bersikeras untuk bisa tetap berteman dekat dengan mu Chel, kamu dewasa, apa adanya, semua ucapan mu selama ini untuk ku, selalu menenangkan" Jawabnya kemudian.
"Enggak pak, ini gak baik. saya hanyalah seorang murid bapak dahulu, rasanya ini sudah melewati batas saya sebagai murid. setelah ini, saya harap bapak tidak lagi menghubungi saya. cobalah untuk lebih kenal dekat dengan kak iin" pinta ku dengan tegas.
"Enggak chel. saya gak mau, saya cuma anggap iin seperti adik ku sendiri. karena aku gak punya adik cewek, itu aja gak lebih" Tegasnya lagi kemudian.
"yaudah, mulai sekarang anggap aja juga saya ini seperti adik bapak. jadi harus dituruti pesan saya ya, hehe" jawab ku. Aku masih berusaha menahan segalanya, seolah ini benar dari hati ku. setelah ini aku akan mematikan handphone ku atau mungkin ganti nomor baru.
Trowback off
-------------
Maulida berlari dari luar kelas memanggilku dengan ekspresi khawatir.
"Chel. . . elu. . . hah hah. . . chel. . . elu tau. . . pak udin. . . pak udin kecelakaan. . . hah hah" Sontak aku berdiri menatap dengan kaki setengah gemetar. ku lihat maulida masih ngos-ngosan dan melambaikan tangan.
"Da, elu gak boong kan??? jelasin dengan detail ke guweeee" Aku menggertak maulida dengan meremas kedua bahunya.
" Bentar bentar, kasih guwe nafas tenang. hehe, ini .. . ini serius. . . "
"Lida. . . ayo lah bukan saatnya becanda gitu ah" Jawab ku dengan cetus.
__ADS_1
"Guwe gak bercandaaa Chellaaa. . . elu gak liat ekspresi guwe panik gini, daritadi guwe cari elu malah sembunyi di pojokan kelas" imbuhnya.
Ntah. . . ntah kenapa ingin rasanya aku.. . aku ingin menangis.
"Keadaannya kritis Chel, dia masih belom sadar sampe siang ini. elu tau, pak udin kecelakaan dalam kondisi mabuk berat alcohol jam 2 pagi. percaya gak lu??? jelasnya kemudian.
Aku terduduk lemas. . . tangan ku gemetar tiada henti. Darah ku mengalir deras ke ujung kaki ku, mulut terasa bungkam seketika, dada ku sesak. Bagaimana ini, bagaimana ini tuhan??? bagaimana keadaan nya kini??? Beri tau aku tuhan. . . ku mohon selamatkan dia. . . tanpa sadar aku menitikkan air mata.
"Chellaaa. . . elu baik-baik aja kan??? Tanya maulida dengan lembut kemudian.
"Lida. . . sejak malam itu, guwe matiin hp. sejak perbincangan terakhir dengan pak udin malam itu. Kami lama ngobrol, dia menjelaskan dengan panjang kali lebar tentang perjodohan itu, guwe minta pak udin gak lagi hubungin dan gangguin guwe. guwe ngerasa terusik dengan ini semua" Jelas ku pada maulida dengan tersedu-sedu.
"yak ampun tuhaaaan, Chella. . . elu kenapa ***** gini sih. elu tau gak??? pak udin suka ma eluuu??? elu bener-bener ya Chel, lagi-lagi elu begini. elu gak trauma kejadian di SMP dlu dengan Khery???" Bantah maulida dengan marah.
sontak aku menatapnya, ku gelengkan kepala. aku terus menatap maulida,
"Da.. . guwe .. . guwe dan pak udin hanya sebatas antara murid dan guru. . . itu pun dulu. gak lebih kan???" Jawab ku kemudian.
"Chella. . .Aaaaah tauk ah, guwe kessel lama-lama ma elu ya. gegabah tau gak??? gak pernah lu mikirin perasaan orang yang sayang ma elu chel" jawab maulida dengan kesal.
"Gue tau. . . ini salah guwe Da. guwe salaaah. . . guwe salah. .. . hiks hiks huwwaaaaaaaaa.. . . sekarang gimana keadaan dia Lidaaa??? guwe takut. . . hikst hikts. . ." Tangis ku pecah. Kemudian maulida memelukku dengan erat,
"Cup cup cup. . . maafin guwe Chel, guwe gak ada maksud nyalahin elu tentang ini, guwe paham maksud elu. sabar dulu ya, kita tunggu kabar selanjutnya. sekarang semua guru menuju rumah sakit, kita doain aja semoga semua nya baik-baik aja" maulida memeluk ku dengan erat dan mengelus menepuk nepuk punggung ku. sedang aku mengangguk dalam pelukannya dengan isakan tangis.
__ADS_1