Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Aku bukan Pelakor II


__ADS_3

Hari ke dua. Hubungan palsu ku dengan Dudut masih renggang, bahkan sama sekali kami tjdak saling mengirim pesan atau saling sekedar menelpon.


Aku mulai kesal, kenapa jadi aku sih yang merasa bersalah dan di salahkan. Bukan kah Dudut yang lebih dulu memulai. . . Dia sudah kasar pada ku bukan, amarah ku mulai bergejolak lagi.


Pagi sebelum aku berangkat sekolah, ku raih ponsel untuk ku masukkan dalam tas. Ku lihat di layar ponsel satu pesan di terima, ku buka dengan harapan pesan ini dari orang yang memang di harapkan.


Pagi Beb, semangat ya sekolahnya (emo cium).


Kyaaaaaaa. . . hati ku teriak senang bukan main. Akhirnya. . . Dudut memberi ucapan selamat pagi untuk ku. . . hmm. . . paling tidak, dia masih memikirkan ku dalam hubungan palsu ini bukan??? Pikir ku dalam hati.


Bergegas ku berangkat menuju sekolah dengan riang gembira dan semangat bahkan rasanya ingin ku teriak agar seluruh dunia tau pagi ini aku sangat bahagia. Ah tapi, siapa yang akan menganggap keseriusan hubungan palsu ini. . . kami hanya kenal dan status berpacaran di facebook saja.


Tiba di sekolah, aku sudah melihat pak Udin berdiri di halaman. Dari saking bahagianya aku menyapa pak udin pagi ini,


" Pagi pak udin . . . semangat mengajarnya ya " . Pak udin tertegun heran melihat ku yang baru pertama kali menyapanya dengan senyuman.


Kemudian aku berjalan kembali melewatinya yang masih berdiri dengan heran memandang ku. Hahaha bodo amat ah, dia akan berpikir apa setelah ini.


" Hey. . . salah minum obat??? Pagi-pagi udah sebahagia ini??? hahahhaa ciye. . . bagi dong bahagianya " Sapa maulida sembari melingkarkan tangan nya di bahu ku.


" Lu tau Da, pagi ini Dudut memberikan ucapan selamat buat Guwe. . . setelah beberapa hari ini kami sempat putus komunikasi " . Ku lihat Maulida menahan tawa sampai akhirnya terbahak-bahak.


Aku melotot padanya, dengan sedikit mencubit lengannya.


" Ih elu ngeledek guwe ya??? Iiih jahat banged sih gak bisa banged liat sahabat elu ini bahagia. . . " . Aku memalingkan wajah dengan cemberut.


" Hahaha iya deh iya sorry. . . gimana guwe gak mau ketawa coba, secara. . . segitunya elu bahagia sedangkan elu ma dia cuma status pacar di dunia maya kan??? ".


Aku tertegun tanpa kata mendengar ucapan dari sahabat ku Maulida. Aku menyadari akan hal itu, tapi. . . tapi. . . Aaaaaarght. . . ntah lah.


" Chel. . . maaf kal**o guwe jadi nyinggung perasaan elu. hanya saja guwe gak mau elu tersakiti lagi nantinya. Coba elu pikir sekarang, Dudut mau gak nyamperin elu kesini? secara ya kota dia jauh dengan tempat kita tinggal. . .".


Aku mengehela nafas panjang. Dipikir, memang semua benar. . . Aku dan Dudut hanya sebatas hubungan palsu di dunia maya. tidak akan pernah jadi nyata. . .


-------------


Sepanjang perjalanan pulang sekolah aku selalu memikirkan perkataan Maulida. Bahwa Dudut tidak akan seberani itu datang jauh-jauh hanya untuk menemui ku. Lagian jarak kami bukan hanya melewati beberapa jam saja. melainkan beberapa samudera atau terbang dengan pesawat berkali kali.


Hah. . . ini konyol.


Tiba di rumah aku langsung masuk kamar, twrasa sangat lelah ingin segera merebahkan tubuh ini diatas kasur.


Gubrakkk !!!


Ku hempaskan tubuh di atas kasur begitu saja. Hah. . . meski apa yang di ucapkan tentang Dudut oleh maulida tadi di sekolah benar, namun aku tetap tak bisa menahan diri untuk tidak mengabarinya.


Hai beb, lagi apa? udah mamam kah???


Aku mengirimnya pesan singkat.

__ADS_1


Lama ku tunggu belum juga terbaca, ah. . . mungkin sedang sibuk pikir ku.


10 menit berlalu belum jua ada balasan, aku kembali mengirimkan pesan singkat.


Ebeeeb. . . kangen tauuuk. . .


Hah betapa aku ingin mentertawakan diri sendiri membaca ulang setiap pesan singkat ku padanya.


Bukan kah ini konyol??? atau aku memang sudah gila??? pikir ku.


Hari ini aku benar-benar lelah dengan segala aktifitas dan otak ku untuk berpikir soal pelajaran di sekolah.


Aku masih dengan posisi tengkurap di atas kasur dengan memakai seragam sekolah bolak balik ku buka pesan di ponsel namun belum juga ada balasan dari dudut.


Sesibuk itu kah??? biasanya aku juga tidak pernah peduli dia akan membalasnya kapan pesan ku ini, hanya saja. . . kenapa aku mulai terpancing dengan pesan mesenger dari cewek yang bernama Julia itu. . . jangan-jangan benar??? aku pengganggu hubungan mereka, aku jadi orang ke tiga dari hubungan mereka di dunia nyata selama ini???


Aaaaarght. . . Tidak. aku bukan pelakor, aku bahkan sama sekali tidak ada niat untuk mengganggu setiap hubungan asmara orang.


Brengsek !!!


Aku memaki dalam hati.


Ntah sejak kapan dan berapa lama aku sudah tertidur pulas hingga waktu sore, dan suara dering ponsel mengagetkan membuat ku terbangun dari tidur ku.


Ku lihat di ponsel sudah 10x panggilan tak terjawab, namun kali ini bukan dari Dudut. Melainkan. . . Pak udin.


Astaagaaaa. . . mau ngapain lagi sih ni orang???? Aku bergumam dengan marah dalam hati.


Benerapa menit kemudian, notif mesenger ku berbunyi.


Degh !!! aku mulai gemetar setelah nama Julia muncul. Tuhan. . . apa lagi kali ini yang akan dia katakan ???


** Hai kamu cewek keganjenan, gak usah sok cantik deh. Masih gak cukup ya aku meminta secara baik-baik hah??? JANGAN GANGGU DUDUT LAGI !!!.


Dasar pelakor, kamu gak tau kan kalo semalaman hingga sore ini dia baru pulang dari kost ku. Ketika dia butuh kasih sayang dan sandaran untuk menghilangkan penatnya, dia bakal ke kost mencari ku, dan kamu gak tau kaaan seberapa hebatnya kami bermain ketika di ranjang. . .? Aku tau kamu yang mengirimkannya pesan daritadi, tapi aku terus membuatnya agar tak berpaling dari ku meski hanya sekedar untuk membuka pesan mu saja.


Jadi jangan harap lebih deh dari Dudut, jangan kebanyakan Halu jadi cewek. Dan lagian, kamu mana bisa memuaskannya di ranjang???? Dasar lont* !!! **


Aaaaaaaaaaaarght Kprakk !!!


Ku banting ponsel di tangan ku ke dinding tembok kamar ku. Aku ingin. . . aku ingin memaki-makinya jika mampu, gemetar tubuh ini, terasa sakit sekujur tubuh. Kenapa??? kenapa aku merasakan sesakit ini tuhan??? Cintakah aku pada dudut??? hah. . . gilaaaa gilaaaa ini tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi. . . tapi amarah ini, untuk apa???


Hikst. . . tolong, tuhan. . . jangan buat aku merasakan sesakit ini. . . aku benar-benar terhina tanpa sebab, Aku terduduk di pojokan kasur menekuk bantal dalam pelukan ku. Air mata ini terus mengalir tanpa henti. . .


Sesaat aku tersadar, ku raih ponsel ku kembali. Ku pasang kembali dengan rapi, ku coba mengaktifkannya ulang.


Hah. . . bersyukur masih bisa nyala. pikir ku, karena jika tidak. . . ntah dengan alasan apa aku minta dibelikan ponsel baru lagi pada ayah.


Baru saja ku aktifkan dan normal kembali ponsel ku, pak udin menelpon ku lagi. Seluruh tubuh ku masih linglung dan sedikit gemetar, ingin mematikan panggilan telponnya eh malah ku pencet icon terima panggilan.

__ADS_1


Aaarrrght. . . hari ini aku benar-benar sial.


Ha. . . halo. . . pak. . . ada apa???


Jawab ku dengan cettus.


Chel. . . kamu sengaja ya mengabaikan panggilan ku daritadi. . .


Maaf tadi chella ketiduran capek banged jadi gak kedengeran nada dering panggilan karena pake mode getar.


Aku menjelaskan masih dengan nada cettus.


Chel, aku dan ningsih. . . mungkin. . . akan membatalkan pertunangan ini.


What??? apa lagi ini??? apa aku salah dengar???


Bisa bapak ulang ucapan bapak??? suaranya sedikit terputus-putus pak. . .


Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar ini.


Bapak dan ningsih akan bubaran, ah tidak. tepatnya lagi Ningsih minta bapak membatalkan pertunangan kami minggu ini.


Oh tuhan. . . kenapa semua jadi serba kebetulan lagi sih, ini cukup mengejutkan tapi juga. . . aku. . . kenapa biasa saja begini??? seolah senang dan tau jika pertungan mereka tidak akan lama.


Tidak tidak. . . aku tidak boleh seperti ini. Bathin ku terus bergumam sendiri,


Halo. . . chella. . . apa kau tidur lagi???


Tanya pak Udin membuat ku tersadar kembali.


Ah i. . i iya pak saya masih dengar. Wah. . . bapak apain tuh anak orang sampai minta bubar segala, hihi. . .


Jawab ku dengan sedikit cekikikan. Karena rasanya ini ku anggap sebagai kesempatan untuk ku kembali meledeknya. Menghibur sekali rasanya, haha. . .


Gara gara kamu Chel. . . bapak bilang suka sama kamu. Jadi dia minta bapak kembali pada mu !!!


So what???? Haha gila gak??? rasanya ingin ku teriak


**** you !!!


Tapi kemudian. . . pak udin tertawa terbahak-bahak terdengar dari suaranya di ponsel.


Hahaha kenapa??? kenapa terdiam Chell??? Kaget??? Hahahaha gak kok. . . bapak hanya bercanda. Dia cuma. . . yaaah mungkin sedang menemukan seseorang yang lebih dari pak udin mu ini.


Suara pak udin berubah semakin melemah. . . Ku tau saat ini mungkin dia benar-benar merasa hancur.


Aku masih terdiam tertegun membayangkan bagaimana wajahnya saat ini. . . pasti sedih banged. . . pikir ku.


Pak, saya gak tau permasalahan kalian apa tapi saran saya. seharusnya bapak berjuang, pertahanin ningsih dooong bukan malah lembek curhat kek gini. . . apaan coba??? lemah banged.

__ADS_1


Aku mencoba menghibur dan menyemangati pak udin, meski jauh di lubuk hati ku ada rasa senang mendengar kabar ini. Betapa aku benar-benar sangat munafik bukan???


__ADS_2