Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Ali semakin Menggila


__ADS_3

Sejak hari itu, sejak ciuman pertama ku dengan ali. . . Ali terus saja mengirim pesan sedikit genit dan menggoda ku. Hammpir setiap malam aku susah tidur bahkan makan minum mulai tidak enak jika mengingat ciuman itu. ini memalukan, tapi. . .


Jujur, ada rasa senang kembali bertemu dengannya. Ali begitu banyak berubah, semakin cakep, putih, tinggi, dan berani. hihi,


Ddrrrrt. . . ku raih hp di samping ku. sembari berbaring di kasur,


"bi, lagi apa??? mau ketemuan gak??? guwe kangen elu Bi. . . kangen bibir elu" Pesan dari Ali membuat mata ku melotot, aku gemetar membaca nya, tangan ku mulai berkeringat, aku panas dingin membacanya.


"Ali. . . stop. jangan inget itu lagi aku merasa bersalah pada ortu kita masing-masing bagaimana jika mengetahuinya nanti???" Bantah ku.


"Gapapa guwe siap. asal elu tau bi, sejak hari kelulusan di SMP aku sudah memberi tau ibu dan ayah bahwa guwe menyukai seseorang. dan itu ellu" balas nya. Oh tuhaaaaan ini benar-benar mimpi buruk di hari libur.


aku mengabaikan pesannya, ku tutup wajah ku dengan bantal.


Flaschback


cukup lama aku berciuman dengan Ali hari itu. sungguh rasanya, menyebut nama ali saja rasanya ini darah mengalir deras hingga ubun-ubun. Ali tiada hentinya menciumi bibirku dan sesekali dia mengecup keningku, menciumi seluruh wajah ku. Aku tersipu malu dibuatnya, Hanya berselang waktu beberapa menit untuk bernafas lega Ali sudah kembali nyosor **** bibir ku. Aku sudah tidak punyai tenaga membalas ciumannya, aku hanya diam menikmati bibirnya yang terus menerus mengecup ku. Sesekali, ali menggigit lembut bibirku,ah. . . aku meringis, dengan gesitnya Ali menyusuri rongga mulut ku, memainkan kembali lidah ku. Tuhaaaan maafkan ini semua, pikir ku.


Flashback Off.


aku di kagetkan dengan suara amelia yang sudah mengetuk pintu kamar dan meneriaki ku dati tadi.


Aaah mengganggu saja, ku buka pintu dan amelia masuk ke kamar ku.

__ADS_1


"Ngapain lu tumbenan sore gini udah cantik dan rapi dandanan lu" Cetus ku pada amelia. dia senyam senyum menanggapiku lalu berbisik


"Enak gak??? ciuman ma brownis Ali, brondong manis Ali??? hahahahah" Ledeknya pada ku.


"Gila lu,tauk ah tauk jangan bahas ini deh guwe maluuu aaaah" Pssshhh. . . pipi ku memerah menjawab pertanyaan ali.


"Ih kan kan pasti manis banged tu bibir ali yang merah merekah hahahahaa" Ledek amelia sembari memanyukan bibirnya.


"Sssttttt. . . pelanin suara elu somplak" sembari ku tutup mulut amelia.


"Yuk ah ikut guwe nonton pameran di taman kota" Ajak amelia.


"Guwe mana boleh di ijinin gitu aja, elu aja deh sendiri. udh tau nyokap guwe super ketat" Jawab ku.


"hmm. . . pantas aja, emang paling bisa ya lu, ya udah guwe mau dandan dlu hehe" jawab ku. sambil bersiap-siap, amelia menunggu ku di ruang tamu. Ku pakai celana levis Hitam seperempat betis ku, ku pakai sepatu kets favorit ku, kaos ketat berwarna biru langit. rambut tetap saja ala kuncur kuda, hehe.


--------


Tiba di pameran amelia tampak clingak clinguk mencari seseorang. Busyet, ini kali pertama aku mengahadiri pameran gini, sangat ramai dan hampir semua berpasang-pasangan.


"Hey, disini" Teriak amelia sembari melambai tangan.


ku lihat seorang cowok postur tinggi besar menghampiri dan mengecup tangan amelia. Hmm. . . cowok baru lagi deh, pikir ku.

__ADS_1


"Eh kita pisah ya, sebentar nanti ketemu di parkiran aja guwe antar elu pulang" Jawab amelia sembari memeluk tangan cowok yang di sampingnya.


"Enak aja lu, sengaja kan ku mau jadiin guwe obat nyamuk. alesan aja mau ajakin guwe tadi, huuuhft" Aku mengomeli amelia.


"siapa bilang jadi obat nyamuk, yang ada bakal jadi nyamuk nakkal hihi" Ali tiba-tiba muncul dari belakang mengusap-usap kepala ku dan menatap ku dengan senyuman manis.


Astaga . .. amelia, lu kali ini benar-benar berhasil atur rencana gila ini, umpat ku dalam hati sembari melototi amelia. kemudian amelia melambaikan tangan dan berlalu pergi dan menghilang.


Sementara ali sudah mengajak ku keliling-keliling, membuat kaki ku gemetar.


"Ali, guwe capek nih cari tempat buat duduk santai yuk" Ajak ku. ali mengangguk tanda setuju,


Tiba lah kami di sebuah tempat lumayan sepi dan gelap, disitu terlihat ada kursi taman. aku bergegas duduk sembari menyeruput es cokelat di tangan ku. Ali melihat ku dengan tertawa kecil


"ahahaha. . . Aduh bibi ku ini emang paling payah ya, dari dulu gampang sekali capek, males olga sih" Ledeknya. Aku meliriknya dengan tajam


"Soo, udah tau guwe gampang capek elu malah ngajakin guwe keliling mulu daritadiii, hei si sombooong yang udah jago olgaaa" Jawab ku sembari mendekatkan wajah ku pada ali, niat ku hanya candain dan meledeknya. tiba tiba. . .


Degh !!! Ali kembali mengecup bibir ku dengan gesit. ku cubit lengannya,


"Jangan macem-macem lagi ya, ini di tempat umum dan ellu. . ." belum sempat ku menyelesaikan omongan ali sudah menciumi bibirku, **** nya dengan lembut.


ummmh. . . mmh. .. kami saling **** satu sama lain, tangan ali memegang kedua pipi ku dengan lembut. lama kami berciuman, aku sudah mulai sesak dibuatnya.

__ADS_1


"Ali. . . guwe haus. . . hah hah " sembari ngos-ngosan aku menyeruput kembali es cokelat ku. Ali menertawai ku, dasar gi**. umpat ku, ini benar-benar gak bisa di terusin. Aku merapikan poni rambut ku, dan kau tau??? ali seperti terhipnotis saja. dia kembali menciumi bibir ku, kali ini sedikit ganas. Dan kini aku membalasnya pula dengan mengikuti permainan lidahnya. sebenarnya, aku atau dia yang terhipnotis perasaan??? Dan terus terus saja kami mengulangi untuk berciuman bibir sebelum akhirnya amelia mengantarku pulang.


__ADS_2