Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Dunia ku, Dunia Facebook


__ADS_3

Hai. . . gud Muning si manja.


Pagi ini ku terima pesan di ponsel ku, dari cowok yang selalu bikin nyaman dan menenangkan.


Dudut sii psiikopath


Yah. . semenjak aku selalu On di facebook. Semua status yang ku update selalu perihal tentang rasa yang tak pernah usai dan sebuah pengakuan yang harus terlupakan.


Membuat ku terlihat menarik bagi dudut, yang ntah bagaimana dia menilaiku. sehingga tak sehari pun lewat dari setiap pesan-pesan nya yang di kirimkan untuk ku, baik di hp maupun di akun facebook.


Setiap pesan yang dia kirimkan, aku tau. . . dia memcoba ingin menghibur ku, ingin mensuport ku, dan tentunya. . . lebih mengenal dekat.


Aku suka setiap kali menerima pesan darinya di pagi hari, dia selalu mampu membuat ku tersenyum seolah lupa, ketika malam tiba. . . hati ini kembali pilu.


"Chel. . . gawat" Maulida tergepoh-gepoh menghampiriku di kelas.


"Aduuuh apaan lagi sih??? Emang ratu kepo lu Ya, selalu aja update kalo ada berita terbaru di sekolah" Jawab ku.


"Ah elu Chel ,ini serius. Ningsih ada disini. Guwe gak sengaja barusan liat dia keluar dari ruang komputer bareng pak udin" Jelas maulida dengan wajah panik.


"Apaaa??? serius lu??? aduuuh gimana dong??? guwe gak mau ketemu ningsih dan pak udin, lu paham kan???


"Ya maka dari itu guwe kasih tau elu, somplaaaak" kata maulida lagi.


Ah. . . tak apa, kali ini aku terlihat pengecut atau pecundang sekalian. Aku hanya ingin tenang, tanpa menyakiti hati ku kembali. Toh ini gak melanggar undang-undang menjauhi mereka. bahkan aku. . . aku tak akan di vonis dosa besar kan???


Tepat jam istrahat di mulai, Aku dan maulida berlari menuju pojok taman dekat lapangan footshall di sekolah. ini memang sudah menjadi tempat persembunyian ku sejak di SMP dulu. dan hanya Maulida dan Jojo yang mengetahuinya, ku rasa disini aman.


Maulida masih dengan setia menemani ku di samping,


"Da, thank ya. elu selalu ngelindungi guwe, elu selalu jadi orang pertama yang kabarin guwe ketika ada hal yang buruk bakal menimpa guwe"


Ku genggam tangan Maulida dengan lembut


"Ih apaan sih lu, jangan mulai deh. . . melow lagi, guwe gak suka ya liat elu sedih terus , tapi chel. . . Sory. . . sebelumnya kalo guwe tanya ini, elu. . . mau sampai kapan... ngehindar gini???" Tanya maulida sembari menatap ku dengan lekat.


"Sampai. . . hati guwe siap" Tegas ku pada maulida.


"Tapi kita satu lingkungan dengan pak udiiin Chellaaa.. . mustahil kan kalo tiap hari elu bakal sembunyi terus kek gini???" Tanya maulida lagi.


"ntah lah, guwe cuma. . . belum siap untuk saat ini apa lagi ada Ningsih" Jawab ku kemudian.


Maulida hanya menatap ku dengan rasa gelisah, ku tau dia sangat mengkhawatirkan ku.


Hmm. . . jadi bosen diem-dieman sendiri begini sementara maulida pamit ke kantin dahulu karena lapar. haha dia memang paling tidak bisa menahan lapar.


Bersyukurnya aku membawa ponsel ketika berlari tadi, jadi bisa buka facebook lagi deh.

__ADS_1


Tak lama kemudian, notif mesenger ku bergetar.


Hayooo online di jam sekolah. . .


aha. . . Dudut mengirimi ku pesan. senangnya. . .


Haha iya nih lagi jam rehat, bosen. jadi iseng aja online.


Jawab ku.


Ciye. . . iseng aja atau kepoin mantan niiih. . .


Jawab nya meledek ku.


iiih enggak dong, kepoin elu malah.


Balas ku meledek.


Ups. . . aku jadi Ge Er loh, sampe mau loncat ini hati kesenengan.


Balasnya lagi, iiih aku gemes deh. dia selalu pintar menghibur ku. tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri menanggapi semua rayuan gombalnya,


Ntah kenapa aku jadi suka meski dia terus merayu dan menggombali ku, sepertinya aku sudah tertular penyakit para anak-anak SMP di lapangan ketika itu. mereka begitu memuja muji sosok Dudut, Dan ini memang benar kenyataannya. Aku mulai merasa terhibur dan selalu rindu jika sehari saja dia tidak mengabari ku. Lucu nya lagi, ini hanya perkenalan di facebook. dan kau tau??? dia berasal dari kota mana???


Banjarmasin. . . Yah. . . kota yang tidak dapat terjangkau dari kota tempat tinggal ku kecuali melalui via telpon.


Sangat di sayangkan bukan, selain dia tampan, dia cute, dia friendly, dewasa, humoris, meski ku pasti banyak yang menginginkannya jadi cowok. Terkihat dari beranda Facebook dan setiap komentar para cewek di setiap statusnya selalu genit.


"Ciye. . . baru juga ditinggal bentar udah senyum-senyum sendiri ku Chel. hayoow. . ."


Maulida sudah di samping ku tiba-tiba, entah sejak kapan. cukup mengagetkan ku dari lamunan tentang sosok Dudut.


"Ih sejak kapan elu udah disini Da??? kaget tau" Jawab ku dengan manyun.


"Hahahaha yuk ah masuk kelas. Ningsih udah pergi entah kemana, guwe udah ngecek seluruh pelosok sekolah hahahaa hebat kan guwe" Jelasnya dengan tawa.


"Aaaaaaakh pokoknya ter the best sahabat ku yang satu ini, tidak ada duanya. mmmmuach" aku memeluknya sembari mengecup pipi nya.


Maulida menghindar kemudian merasa geli,


"Ih apaan sih lu Chel, genit ah mentang-mentang jomblo lu ya sekarang. Guwe gak mau ya, elu ajakin lesbian, hahahahaha" Jawabnya kemudian dengan tawa meledek ku.


"Ih. . . uwekkkkk enggak banged ya lu, mikirnya kejauhan tau gak" Aku membalasnya dengan tawa pula.


Aku berjalan terus menuju kelas sembari saling mencubit, merangkul, kemudian tarik menarik dengan canda tawa bersama maulida.


Sejenak, lega. . . dan hilang semua rasa kekacauan hati ku sejak tadi.

__ADS_1


Hendak Melewati kantin, aku terus berjalan saling dorong dengan riang gembira bersama maulida, hingga akhirnya. . .


Ku lihat pak udin sudah berdiri tegak dengan tatapan sinis pada ku di halaman kantin.


Maulida menarik tangan ku, meminta ku untuk berjalan mengikutinya di belakang.


****** guwe, Tuhan. . . kenapa sih selalu saja muncul dimana saja aku berusaha menghindarinya.


meski ini satu lingkungan, SMP dan SMA jadi satu. tapi ini sekolah luasss bangeddd, terbagi menjadi berapa kelas dengan siswa siswi ratusan.


Aku tetap berusaha tenang, berjalan mengikuti langkah maulida di belakang.


Niatnya sih mau sembunyi, tapi entah darimana keberanian itu. . . pak udin dengan nada marah meminta maulida meninggalkan kami hanya berdua.


so what??? gila. ini di depan kantiiin, semua siswa siswi menyaksikaaaan, pliss jangan kayak gini pak udin. pikir ku terus meronta, menahan maulida untuk tetap tinggal. jangan biarin aku menghadapi pak udin sendirian.


"Maaf pak, Chella sedang tidak enak badan hari ini. jadi saya harus membawanya ke kelas. kalo dibiarin jalan sendiri nanti dia pingsan loh pak" Cetus maulida.


"Maulida, saya tidak akan meminta dan memohon untuk kedua kalinya. Pliss. . . biarkan chella disini sebentar. bapak mau ngomong ma dia, 5 menit aja" Jawab pak udin dengan suara setengah berbisik.


"Pak. . . ini sudah jam masuk kelas, nanti Chella terlambat" bantah maulida.


" Lalu, apa gunamu sebagai sahabat, ayo lah Da. . ." Paksa pak udin.


Maulida memandang ku dengan helaan nafas. aku menggelengkan kepala membalasnya,


Pliss. . . Da, jangan. . . jangan mauuu .. .


Akhirnya, maulida melepas genggaman tangan ku mengangguk pelan kemudian berlari menuju kelas.


hahft. . . tuhan. . . rasanya seperti mau pingsan menahan tubuhku mulai lemas.


"Chel, jujur sama saya. kenapa kamu menghindar untuk bertemu dengan Ningsih???" Tanya nya dengan pelan.


Ku lihat sekeliling para siswa siswi sebagian di kantin sudah memandangi kami berdua.


Entah lah apa yang mereka pikirkan kali ini, ada yang saling berbisik melihat ke arah kami, ada yang sengaja ngobrol keras tapi tu telinga semakin melebar alias kepo.


"Pak, bisa gak??? gak usah bahas ini sama saya. saya capek pak, tolong berhenti bawa nama saya dalam kehidupan khususnya hubungan bapak sama ningsih saat ini" Jawab ku dengan wajah menunduk


Lama terdiam, pak udin tanpa kata. ku angkat kepala menolehnya. dan dia. . . dengan mata berkaca-kaca memandang ku begitu lama.


"Baik lah chel, maafkan bapak. jika selama ini terlalu mengusik hidupmu, memaksa keberadaan mu untuk saya" jawab nya kemudian.


Dan. . . dia berlalu pergi begitu saja. aku masih berdiri terpaku memandang punggungnya yang semakin jauh menghilang dari pandangan.


Harus berapa banyak lagi, aku melontarkan kata maaf ini untuk mu, Mr. X???

__ADS_1


Semua sudah usai, Berbahagialah dengan Ningsih.


biarkan aku tenang dengan kisah ku sendiri.


__ADS_2