
Sudah 3 bulan hubungan ku berjalan mulus dengan Dudut di dunia maya, semakin mesra dengan berbagai rayuan, kata-kata manis, suport dan kadang. . . Dudut mulai meminta aku mengirimkan foto ketika tidur, pakai baju apa, warna apa, semua nya. segala aktifitas ku sehari-hari, pun begitu sebaliknya.
Tanpa ku minta Dudut selalu mengirimkan ku foto-foto dari berbagai aktifitas nya sehari-hari disana.
Ini konyol, kenapa aku begitu menganggap hubungan ini serius. Hahaha aku memang sudah menggila dibuat nya, kenyamanan ketika berbincang dengan percakapan dewasa, aku seakan merasa dia duduk di samping ku. Bersandar di bahu nya sembari memeluknya, ku akui dia benar-benar jago membuat suasana hati ku seolah kami sedang berduaan di dunia nyata.
Malam ini. . . ntah kenapa dia tiba-tiba berubah begitu saja. Marah-marah gak jelas, mengumpat, berkata kasar, dan banyak lagi yang membuat ku merasa takut. Ada apa dengan nya malam ini??? apakah aku membuat kesalahan??? Ini pertama kalinya dia begitu.
Dudut meminta ku untuk tidur lebih dulu, dengan alasan dia lelah seharian bekerja. Aku menurutinya begitu saja, namun. . . pikiran ku tiba-tiba gelisah dan diam-diam aku update status di Facebook. Benar saja, dia sedang online.
Hoh. . . kau mulai membohongi ku bukan??? Aku tidak bodoh. . . kau memang tetap kau yang sebelumnya meski berulang kali kau mengatakan sudah berubah, hanya ada aku di hati, pikiran, dan tujuannya. Nyatanya???
Aku kesal dengan apa yang ku lihat malam ini, aku meng update status tentang perasaan, seketika banyak yang menekan like dan mengomentarinya. Aku mengabaikan, karena status ini ku buta hanya untuk memancing hati dudut saja.
Jelang beberapa menit, Ponsel ku berdering. Dudut memamggil. . . Heh, memang benar kan dia hanya alasan bilang lelah pada ku. jika sudah bosan ya sudah akhiri saja jangan terkesan aku sudah berbuat salah padanya.
**Ya hallo, kenapa???**
Jawab ku cetus
**Kenapa??? Aku salah apa lagi padamu beb???**
Kali ini suaranya terdengar sedikit melemah.
Aku jadi gak tega, mungkin dia benar-benar lelah. . .
**Harusnya aku yang bertanya demikian pada mu Beb**
Aku masih kesal. menjawab seadanya. . .
**Yaudah yaudah. . . aku minta maaf. kepala ku berat malam ini, tidurnya dengan nyenyak bebeb ku. Mmuach. . . i love you**
Klik !!! Panggilan berakhir.
Segitu aja??? tanpa menunggu aku menjelaskan sesuatu??? hah. . . gila. ini sangat gila. . . hey. . . kau. . . kau hanya pacar bayangan saja, mengapa kau begitu congkak dengan hati ku yang jauh disini. Ingin rasanya aku mengutuknya saja, coba kau bayangkan. . . seseorang yang sudah kita anggap pacar kemudian dia tiba-tiba berubah, marah-marah gak jelas, ngomel gak jelas, tiba-tiba kasar, dan jutek bagaimana perasaan mu???
__ADS_1
Pastinya ikut kesal bukan. Huhft. . .
--------------------
Keesokan harinya, di sekolah pun aku tetap terbawa suasana hati ku yang masih kesal mengingat sikap Dudut malam tadi.
Berjalan menuju kantin bersama maulida aku seolah layaknya patung yang terdorong oleh sebuah remot. pikiran ku kosong, hingga tanpa sadar aku menabrak sesuatu didepan.
Brukkk !!! Aw. . . hidung ku. . . sakit banged.
Ku lihat sesuatu yang di depan ku ini, Ow my God !!!
Aku kembali menabrak keras tubuh pak Udin di halaman kantin sekolah.
Bagaimana ini bisa kebetulan lagi, disaat hati ku penuh dengan amarah begini.
Ku lihat Pak udin sedang menatap ku heran.
" Kau baik-baik saja Chel??? "
" Hei Chella. . . tunggu sebentar !!! "
Pak udin berusaha menghentikan langkah ku.
Aku terhenti, menolehnya pelan. . .
" Apakah kau mengganti nomor mu??? kenapa aku sulit menelpon mu malam tadi??? "
Sejenak aku menatap matanya yang selalu tajam itu. Dia mengangkat salah satu alisnya,
" Untuk apa bapak menelpon ke nomor saya lagi??? " Jawab ku dengan cetus.
" Chella. . . mau sampai kapan kau terus begini??? tidak bisakah aku hanya sekedar bertanya kabar mu saja??? " Kali ini wajah pak udin mulai memerah. Kesal kah dengan sikap ku yang begini???
" Gak perlu. bapak hanya perlu memberi dan menunggu kabar untuk tunangan bapak saja ".
__ADS_1
" Chella. . . bapak dan Ningsih. . . "
Pak Udin menghentikan ucapannya. Aku terheran, dan sedikit membuka mulut ku. Wajah nya memberi isyarat untuk aku memberikannya nomor baru ku yang sengaja aku ganti demi menghindari Ali.
" Nanti saja saya kirimkan pesan pada bapak "
Dia tersenyum senang mendengar jawaban ku.
Malam tiba, meski Dudut terus memohon maaf pada ku, kembali bersikap lembut penuh kasih sayang, dan perhatian aku tetap bersikap datar. ini ego besar ku, yang mudah rapuh mudah menahan amarah lama ketika seseorang yang ku sayang yang ku sukai bersikap kasar pada ku.
*Yaudah deh ebeb. . . aku ngalah. kita saling berpikir dan menyendiri dulu. jika kamu masih marah dan menganggap ku berubah, aku selalu sayang kamu beb* .
Dudut mengirimkan pesan singkat pada ku. Dan ini cukup mengejutkan, serasa. . . ada yang menggores hati ku, terasa perih.
Beberapa menit kemudian. . . Notif mesenger facebook ku berbunyi.
Ah siapa lagi nih??? pikir ku.
Seorang perempuan mengirim pesan pada ku, julia crishtine.
Ku lihat foto profil nya sangat cantik manis dan seksi. . . Hah. . . aku tidak mengenalnya, tapi. . . What??? apa-apaan dia ini??? Mata ku melotot setelah membaca pesan yang di kirimnya.
** Hai mbak, aku julia. Aku tidak perlu memperkenalkan diri terlalu detail. Aku cuma mau minta tolong boleh dong, sesama wanita kita harus nya saling memahami. Ku mohon untuk tidak lagi mengganggu hubungan ku dengan Dudut disini. Jangan lagi berharap lebih agar Dudut memilih mu daripada aku yang jelas-jelas selalu ada untuknya disini. Kau hanya jadi orang ketiga yang cukup mengusik ku dalam hubungan ini. Dudut itu hanya akan mencintai ku dan akan tetap menjadi milik ku selamanya. sedangkan kau??? haha kau hanya pacar bayangannya saja. kau palsu, kau hanya pelarian nya saja ketika dia sedang jengah dan bosan di pekerjaannya. Ketika aku tidak bisa memuaskan hati nya, dia akan berlari pada mu. eitz. . . berlari melalui suara saja kan? tapi tidak dengan tubuhnya. Jadi tolong berhenti menjadi sok cantik di facebook hanya karena telah berhubungan status pacaran kalian yang konyol itu **
Aku gemetar membacanya berulang kali dalam hati. . . mulut ku kaku, seolah. . . seolah ini memang nyata ku rasa. padahal. . . haaaah ayo lah ini hanya sebatas hiburan di facebook bukan???
Kenapa cewek ini merasa aku sudah benar-benar merebut hati Dudut???
Darimana dia tau nama akun facebook ku, sedangkan kami tidak berteman sebelumnya???
Oh tuhaaaaaaaaan. . . rasanya aku ingin membalas nya dengan makian kasar. Tapi kali ini aku hanya ingin tertawa, namun kesal. . . aku dan dudut bahkan tidak pernah bertemu satu sama lain. hahahaa apalah arti hubungan ini coba??? yang hanya sebatas facebook saja??? Gila ya ni cewek.
Aaaaaaaaaaaarght. . . tapi. . . jujur, aku benci dia memamerkan tentang hubungannya dengan dudut di dunia nyata. Selama ini kami berpacaran hanya hiburan sesaat di dunia maya, aku bahkan tidak peduli di dunia nyata nya dia seperti apa bagaimana dan dengan siapa, begitupun sebaliknya dia pada ku.
Tanpa sadar. . . air mata ku menetes. Sesak di dada, ingin rasanya aku teriak. . . andai saja dudut bisa ku jamah ku sentuh secara nyata, ingin ku mutilasi saja. Ho ho ho. . . apa ini??? kenapa aku harus semarah ini??? Cemburu kah??? oh TIDAK. Aku. . . aku hanya. . .
__ADS_1