
Seminggu berlalu sejak hari itu, sejak dimana aku kembali memberi ketegasan pada pak udin untuk tidak lagi menyeretku dalam kehidupan nya termasuk, perihal asmaranya itu.
Di sekolah pun kami sudah tidak lagi pernah bertatap wajah, entah bagaimana tuhan berpihak pada ku kali ini. aku dan pak udin benar-benar tidak lagi saling bertemu,
Terimakasih Tuhan .. . aku mulai lega dan nyaman melewati hari-hari ku kembali di sekolah.
sementara. . . kau tau. . . aku dan Dudut, teman Facebook ku. . . kami semakin dekat. terkadang saling melontar kata sayang dan rindu, hihi. dunia maya memang selalu indah bagi insan yang sedang terbuai gombalan dan rayuan-rayuan cinta.
Sesekali kami saling mengirimkan emo kiss dan love di chat kami, terkadang pun saling ngobrol via telpon hingga pagi.
Bahkan. . . kau tau. . . aku mulai terbiasa, bisa lelap tertidur hanya ketika Dudut menyanyikan ku sebuah lagu. lagu apapun itu, mendengar suaranya yang rasa seksi, selalu tertawa, membuat ku nyaman. Andui. . . dia benar di dunia nyata ku. . .
Bel jam istrahat berbunyi, aku dan maulida kembali bergegas ke kantin. kali ini, kami satu meja dengan Wati dan Lucy.
sedang asyik menyeruput jus jeruk dan semangkok bakso. Salah satu teman kelas ku plus teman masa kecil ku dan teman masa SD ku plus nya lagi, tetangga Ali. menghampiriku dengan sebuah ponsel tertempel di telinga.
"chel, ada telpon buat lu. hehe" Kata Ariel sembari menyodorkan hp nya untuk ku.
"Siapa???" Tanya ku pada Ariel. Ariel hanya senyum-senyum melihat ku.
Halo bik. . . Kejutaaan. . . ini guwe Ali.
Terdengar suara khas ali. Hey hey. . . ali??? benar. . . ini suara ali.
sontak membuat ku terbatuk-batuk.
"aduuuh pelan dong, elu tu ya. siapa sih??? cowok elu???" Tanya maulida sembari mengelap bibir ku dengan tissue. Aku mengabaikan pertanyaan maulida.
ellu??? kenapa tiba-tiba menelpon.
Tanya ku
Iya, guwe dirumah nih. cuti beberapa hari, kaki guwe terkilir sewaktu lomba.
bisa gak ketemu, sini jenguk guwe
Jawab ali tiba-tiba.
Sejak kapan sih lu manja.
Aku membalasnya dengan cetus.
sementara di meja kami, Wati meledek ku.
"uhuk uhuk ehhem, ada yang lagi kasmaran nih telponan di depan temen-temen. bikin iri aja"
ledek Wati yany kemudian suaranya terdengar oleh Ali.
Bik, siapa itu. . . kenalin dong kalo masih single. hehe
Tanya Ali pada ku.
__ADS_1
oh. .. dia wati. temen kelas guwe, kenapa??? jangan genit deh lu.
Jawab ku cetus pada ali.
Iih yaudah deh, kasih Aril aja lagi hp nya.
Jawabnya kemudian,
Setelah ku kembalikan pada aril, tak lama kemudian mereka terlihat asyik ngobrol sembari ku lihat aril terkekeh - kekeh menahan tawa.
kemudian Aril kembali menghampiri meja kami, dan memberikan hp nya pada wati kali ini.
eh eh. . . kok ke wati??? pikir ku.
Ku lihat Wati dengan drama nya sok berbicara nada lembut, sok manis, sok cute memperkenalkan diri.
Ntah, ada rasa kesal ku lihat adegan ini. rasanya ingin ku raih hp itu dan menginjaknya hingga hancur berkeping-keping.
Kemudian, Wati menyebut sebuah nomor hp yang tak lain. . . nomor pribadinya.
Oh ternyata, Secepat itu kalian baru saja berkenalan lalu saling bertukar nomor hp???
Cih. . . ini yang kau sebut kejutan Ali??? Brengsek tau gak. Aku menghela nafas panjang, sementara Lucy ikut nimbrung dengan perkenalan wati dan ali via telpon.
Maulida menyenggol kaki ku, aku terperanjat sadar sesaat dan menoleh nya.
maulida mendongak kan kepala nya pada ku, aku mengerti. aku hanya menggelengkan kepala ku, ku lihat wati melirik ku dengan senyuman sedikit kecut.
di tambah lagi jam pelajaran sedang kosong, semakin menjadi saja wati terlihat senang tiada tara.
Bathin ku,. . .
haha elu segitu bahagianya kah wati??? sampai begitu memuja muji sosok ali yang jelas baru beberapa menit kau berkenalan saja.
belum tau kan, Ali itu segimana gilanya ma guwe??? bahkan kita sudah berciuman bibir. dan ini ciuman pertama kami, haha. . . gimaana andai elu tau, jika guwe. . . adalah cinta pertama ali??? dan bibir guwe ini, sudah habis di ***** ali. guwe tau ini hal memalukan, tapi kami menikmatinya.
Aaaaarght. . . rasanya aku berperan jahat disini.
-------------
Tiba dirumah, ku hempaskan tubuh ku di atas kasur. rasa lelah ini, tidak. . . bukan tubuh ku saja yang lelah. melainkan. . . hati dan pikiran ku, kenapa tidak pernah merasakan suatu kedamaian yang seakan dunia hanya berpihak pada ku saja.
Drrrrrrttt. . . Hp ku bergetar. pesan singkat dari nomor baru, ah siapa???
Bik, jam 4 sore guwe tunggu elu di taman tempat kita biasa ketemu dulu. pokoknya harus datang, kalo enggak, lu nyessel. by ALI.
Aaaaarrrght. . . aku memukul-mukul bantal, menggebu-gebu di atas kasur. apa lagi ini??? Tapi. . . okeh, guwe memang harus ketemu elu Ali. Guwe kessel elu harus perlakukan guwe seperti orang gila di kantin tadi, elu sengaja kan. . . mau bikin guwe cemburu dengan berkenalan sama Wati. . .
Rasanya sudah tidak sabar menanti jam, yang ntah tanpa sadar aku tertidur begitu saja.
Tok tok tok. . . tok. . tok. . . tok. . .
__ADS_1
"Chella. . . apa kamu tidur Nak??? ayo makan dulu, ini sudah mau sore??? kenapa makanan di meja masih utuh??? kamu belom makan???"
Ku dengar suara ibu terus mengetuk pintu dan bertanya.
Ku buka mata perlahan, ku lihat jam di hp menunjukkan pukul 15.30 WITA.
Astaga. . . aku terkejut, aaah hampir saja telat. pikir ku, Lalu aku bergegas ke kamar mandi bersiap-siap untuk pergi ke taman menemui Ali.
Ku kenakan baju kaos warna biru langit dengan leher berbentuk V sedikit lebar, dengan perpaduan celana levis se lutut berwarna navi. ku rasa ini lumayan cocok dan simpel, Rambut kuncir kuda khas ku, poni rambut berbentuk huruf U dengan sepatu sneakers putih favorit ku. Hah
"Bu, aku keluar sebentar ya. sekalian nanti makan diluar sama maulida. . . cuma sebentar. . . ok bu. . ." Aku bergegas terburu-buru setengah teriak ijin pada ibu.
Tiba di taman, ku lihat Ali sudah duduk di sebuah kursi tempat kami pernah duduk berdua dulu. Ali mengenakan kaos panjang polos berwarna merah dengan celana borju hitam selutut sangat manis dan tampak dewasa di kenakannya.
Ali. . . kamu sengaja banged ya, merubah penampilan untuk membuat ku goyah kan? pikir ku.
"Hai sepupuku yang manis. . . lama tidak berjumpa" sapa nya dengan senyuman dan kedipan mata.
Ih mulai deh genit nya, pikir ku dalam hati.
"So, mana??? elu bilang cidera saat lomba??? tuh baik-baik aja kan???" Jawab ku dengan cetus sedikit manyun.
"Haish. . . masa gitu sih menyambut orang yang paling kangen ma elu bi???" jawab nya lagi sembari mencubit pipi ku.
"Jangan mulai deh, lalu. . . kenapa ngajakin guwe ketemu??? jangan bilang elu minta anterin guwe atau nemenin elu ketemuan sama Wati sekarang???" Jawab ku dengan cetus sembari menepis tangan Ali yang mencubit pipi ku, kemudian tangan ku di tangkap oleh nya.
"bi, ,, elu cemburu??? hahahha elu cemburu kan???" Tanya nya lagi dengan senyuman genit, mencolek dagu ku.
"Ih apaan sih, siapa juga yang cemburu. Kalo gak ada yang penting guwe pulang ni, guwe haus, lapar" Aku berbalik melepas genggaman tangan Ali.
Ali menarik ku, memegang kedua pipi ku. mendekatkan wajahnya, kali ini aku berani menatapnya karena rasanya aku benar-benar marah mengingat senyuman sinis Wati ketika berkenalan dengannya tadi. entah darimana rasa marah ini,
lama kami saling memandang. dan. . .
Cup !!! Ali mengecup kening ku,
"Guweeee kangen bangeeeeed ma lu biii. . . ngerti gak???" Jawab nya kemudian membuat jantung ku kembali berdegub kencang dan gemetar, aliran darah ku begitu cepat hingga panas terasa sekujur tubuh ku.
Kedua tangan ali masih di pipi ku, menatap ku.
"Guwe. . . Guwe. . . juga. . ."
ummh. . . belum sempat ku jawab Ali sudah menciumi bibir ku, mengecup nya lembut tiada henti.
Ummh. . . mmm. . .. uummmh. .. aku meronta berusaha melepaskan diri darinya.
Tidak!!! ini tidak boleh terulang lagi, aku terus memaksa jauh dan mendorongnya. semakin pula Ali mencengkram kedua tangan ku dan melingkarkan lengannya yang kini kekar di pinggangku, aku semakin terjepit dalam pelukannya. semakin Ali dengan lembut tiada henti menciumi bibir ku, ******* nya, menghisap bergantian bibir atas dan bawah ku.
Erangan ku melemah, Aku tidak bisa membohongi diri ini, aku. . . aku pun merindukan mu Ali.
Biarlah Tuhan, ini kali terakhir kami menyalahi dan melanggar hubungan darah ini.
__ADS_1
Lalu aku membalasnya dengan ******* bibir nya, mengecupnya tiada henti, sesekali ku buka mata, ku lihat ali tersenyum puas.