
Antara Bahagia dan Benci
Selepas makan malam, Aku masuk kamar sementara Ayah ada kerjaan diluar rumah dan hanya tinggal aku dan ibu. Aku lihat jadwal pelajaran besok, Hah. . . syukur lah gak ada PR malam ini. Wah, enaknya nonton TV nih pikir ku, aku keluar kamar dengan baju piyama warna biru yang sudah ku pakai terdahulu sebelum tidur, karena ku pikir ini waktu nya santai depan tv. hehe sesekali, karena semenjak masuk sekolah menengah pertama aku jarang bersantai di depan Tv.
Aku dan ibu tertawa terbahak-bahak menikmati acara OVJ.
Tok. . . tok. .. tok. . . Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Aku saling toleh dengan ibu dan bersamaan mengangkat alis, siapakah??? tamu ayah??? Bukankah Ayah sedang rapat ada pekerjaan diluar rumah?
"P**ermisi. . ." Suara cempreng ini, tak asing bagi ku. lalu ku buka pintu,
"iya. . . tunggu sebentar" sembari ku buka pintu.
Aku sempat terheran-heran dan sedikit terkejut, aku kebingungan. bukankah ini aneh??? yang berdiri di depan ku ini, teman sekelas ku yang agak letoy kek perempuan. haha, namanya Jeky. panggilan akrab nya Ce-men. Karena dia memang pemalu dan suka gerogian jika berhadapan dengan teman cewek, aku sering dibuatnya tertawa di kelas.
"Eh. . . Ceeemen. . . elu ngapain disini???" tanya ku penuh heran.
"eh. . . ha ha, gak boleh ya guwe bertamu kerumah temen sendiri???" dengan tawa dan gerakan-gerakan salting nya dia menjawab tanpa menatap mata ku. sontak aku tertawa dan mempersilahkan nya masuk, jelas aku terkejut dibuat nya. kami tidak pernah akrab satu sama lain hanya sekedar menyapa jika berpapasan di kelas atau di kantin, perasaan ku mulai gak nyaman.
"Ayo duduk Jek, elu mau minum apa???" tanya ku. Dan ibu memanggil ku dari ruang TV
"Siapa sayang??? yg bertamu???" tanya ibu setengah teriak lalu keluar menghampiri kami.
"Halo tante. . . saya temen kelasnya Chella. saya Jeki" Sembari mencium tangan ibu.
"Owh. . . iya, saya ibu nya Chella. Ya udah tante siapin kalian minuman dulu ya, eh ngomong-ngomong sendirian aja?" tanya ibu penuh heran sambil melirik ku. Aku mengangkat bahu dan menggelengkan kepala,
__ADS_1
"Eh enggak kok Tan, saya bawa temen kesini. tapi masih diluar tadi masih terima telpon, hehe" jawaban Jeky sedikit aneh dan sedikit ketakutan seperti menahan sesuatu. aku Memandangnya dengan tajam,
"oh ya udah tante ke dapur dulu deh, kalian santai aja dulu ngobrolnya ya" imbuh ibu sembari tersenyum menggoda ku.
Tuh kan. . . pasti deh mikirnya ibu kesana lagi, huuuuhft.
"Eh cemen, elu ma siapa kesini? mana temen lu??? ada perlu apa kerumah guwe hah??? Aku mulai mendette nya dengan tatapan tajam,
"Ampun. . . Chel, Guwe cuma. . . mmh. . . guwe gak enak kalo nolak ajakan temen sendiriiii" Jawabnya sembari berbisik pada ku dan melirik kebalik pintu.
"Yaudah sana elu pulang aja kalo gak ada urusan penting ma guwe, haha" ku jawab dengan tawa kali ini. melihatnya keringetan ngobrol ma aku gini, aku gemash ingin menggodanya terus.
"Eh chel, coba elu keluar sekarang, terus elu liat dibalik pintu elu diluar ini" sambil menunjuk ke pintu jeky gemetaran.
"Hai, Chela" Khery berdiri di balik pintu dengan senyuman seringainya.
"Elloh??? mataku melotot menahan kaget,
So what??? Tuhan, bisa gak bikin aku pura-pura pingsan sekarang??? Makhluk menyebalkan yang berdiri di hadapan ku kini, tolong lenyapkan saja. heheheh dia terus saja tertawa kepedean dan tiba-tiba masuk ke ruang tamu dengan sendirinya.
Aku masih berdiri di pintu, kejutan apa ini Tuhan???
Ibu sudah datang dengan membawakan kami minuman dan beberapa cemilan,
"Hai tante. . . Saya Khery temen kelas Chella" Dengan senyuman penuh santun dia mencium tangan ibu ku tapi sifat kepedeannya tetap nyangkut di tubuhnya.
__ADS_1
"Oh. . . jadi ini yang namanya Khery, waaaah akhirnya main kesini juga ya???" jawab ibu dengan senyuman menggodanya, sembari melirikku.
"Bu. . . Stop" Aku memotong pembicaraan ibu begitu saja sebelum Khery kembali bertanya. Jeky dan Khery tampak kebingungan,
"oh yaudah silahkan duduk kalian ngobrol aja dengan santai ya" kemudian ibu meninggalkan kami diruang tamu.
ku hempaskan Tubuh ku di sofa ruang tamu, di ikuti dengan khery yang duduk berhadapan dengan ku.
"Ngapain elu kesini? Kalo aja gue tau elu yang maon kesini guwe gak bukain pintu tadi" jawab ku dengan cetus.
"Guwe. .. kesini mau minta maaf chel, gimana idung lu? udah baikan?" Tanyanya dengan menatap ku.
Deg !!! Jantung ku woey, mulai berisik bermain gendang di dalam.
"Elu udah liat kan guwe masih idup, sana lu pulang aja" aku memalingkan wajah ku dari tatapannya. tapi hati ku, Aaaarght Tuhan. Ini. . . perasaan apa ini??? ingin ku terbang ke langit ke 7. amboooyyy. . .
"Uhuk, ehhem. Jadi obat nyamuk nih guwe, gantian entar ya" imbuh jeky. Sekitar 1 jam an, aku hanya asyk ngobrol dengan Jeky, aku tetap mengabaikan Khery di depan ku. Dan ternyata oh ternyata, Jeky naksir Maulidaaa. ya ampun tuhan, saingan elu bertambah Jo. pikir ku dalam hati
Setelah itu mereka pamit, untuk pulang. Dan Khery kembali berbicara pada ku
"Chel, guwe minta maaf sekali lagi guwe minta maaf" aku tetap diam mengabaikannya, dalam hati ku ada sedikit rasa bahagia dan juga tetap benci.
Trowback
Ibu membersihkan Kamar ku yang berantakan dengan posisi Diari ku terbuka begitu saja. Ntah apa yang ku tulis ketika itu, hingga nama Khery tertulis di setiap lembaran diary ku. Aaaarght mungkin ibu membacanya, maka dari itu beliau terkejut melihat Khery akhirnya datang kerumah ku.
__ADS_1