Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Aku ingin PUTUS !!!


__ADS_3

"Ciye. . . yang kemarin menghabiskan waktu untuk perpisahan sementara" Ledek maulida di kantin.


"Sssst. . . kebiasaan ya Lu Da. Guwe malu tau" Jawab ku sembari mencubit paha nya.


"Aw aw iya iya ampun. . . iiih dasar ya lu, ceritain dong kalian ngaapain aja? hihihi" Ledeknya lagi.


"kepooo deh, ntar kalo guwe ceritain elu bingung cari pasangan buat di praktekin? hahahhahaa asal aja jangan tembok elu ciumin" Jawab ku sembari meledeknya balik. Tampak maulida manyun menanggapinya, haha.


"Da. . . guwe. . . ntah kenapa guwe yakin hubungan ini gak akan lama" Jawab ku kemudian.


"Elu mulai lagi deh ya, kenapa sih Chel??? Elu gaka tahan karena jauhan??? atau. . . masih soal orang tua elu???" Tanya maulida.


"elu tau, dari kemarin nyokap guwe terus aja mendette guwe, ngomel gak jelas, terkadang sampe mohon segala supaya guwe putus dari Angga" Jawab ku.


"Astagaaa. . . wah .. . kalo udah urusan cinta di atur emak-emak mending elu ngalah deh Chel, jangan sampe elu dikata anak durhaka loh"


"Jahat banged sih elu Da, tau gak??? guwe baru dua bulaaan pacaran sama Angga, dua bulan. . . sadar gak lu??? jawab ku menanggapi maulida dengan nada tinggu.


"Aduh sayang, elu misal disuruh pilih ortu atau cinta??? elu pilih siapa??? hayow. . . gak mungkin elu ngebuang bonyok lu cuma demi cinta kan??? itu gila sayang" Jelas maulida. membuat ku, menunduk sesak.


"Guwe .. . guwe gak bisa mikir Da. .." jawab ku kemudian.


Keluar dari kantin, aku dan maulida bersenda gurau tanpa henti. Aku tau, maulida kini sedang menghibur ku mati-matian. Dan dia tidak pernah berhasil dalam hal ini, aku selu bisa tertawa lepas di buat nya.


Sedang asyk tertawa dan berjalan tanpa sengaja aku menabrak seseorang di depan ku,


Bugh. . . !!!


Eh, seketika aku melihat siapa yang sudah ku tabrak ini.


Ow my God. . . Kenapa??? selalu berawal dan diakhir dengan seperti ini, tanpa sengaja aku menabrak tubuh pak udin.


Aku menundukkan kepala gelagapan, begitupun dia yang tampak salting setelah mata kami saling bertatap-tatapan.


Sial, kenapa mesti ini jantung berdegub kencang gak jelas gini sih tiap ketemu pak udin. Come on Chella. . . elu lariii lariiiii. . . bisikku dalam hati.


Sementara aku menghindar ke arah kanan, dia mengikuti ku ke kanan. sementara aku berpindah arah ke kiri, begitupun dia mengikuti.


Apaan cobak??? aku mulai kesal. sementara maulida sudah dengan sengaja terbatuk-batuk melihat kami.

__ADS_1


kemudian kami sama-sama berdiri dan terhenti,


"Silahkan duluan pak" Dengan sekuat tenaga aku menyapa mya duluan. sumpah, ini kali pertama aku kembali menyapanya setelah aku memutuskan untuk menjauhinya.


Pak udin tampak tersenyum menanggapi sapaan ku, tanpa sepatah kata pun.


Kemudian aku berlari menuju kelas yang di susul maulida.


Sesampai di kelas aku benar-benar terengah-engah tak karuan, maulida sudah menertawai ku sedaritadi.


"Eeeeh berenti ku, ketawain guwe" kata ku dengan cetus.


"Ouoz. . .sory. . . hahahahaha ya ampun, kalian tadi lucu tau gak??? uuugh untung saja hp ku tertinggal di tas. coba aja ku bawa, sudah ku abadikan moment tadi hahahhahaa" Jawab nya dengan ledekan tawa, sementara aku menutupi wajah ku.


Oh tuhan. . . kenapa masih melekat ini perasaan pada pak udin??? aku masiiih aja gak bisa mengontrol getaran hati ini.


--------------------


Setiba dirumah, Ku lihat ibu sudah menunggu ku dengan tatapan marah namun. . . ku tau ,ibu sedang berusaha menahan nya.


"Chela. . . ganti baju seragam mu dulu, lalu makan. ibu masak udang balado kesukaan mu" Jawab nya.


setelah makan, aku hendak masuk kamar terburu-buru ingin mengirim pesan ke Angga. namun ibu menghentikan langkah ku,


"Sayang, sini sebentar" Panggilnya. aku sudah mulai dag dig dug tak karuan, aku tau pasti yang akan di bahas lagi-lagi tentang Hubungan ku dengan Angga.


"Kenapa bu???" Tanya ku.


"ibu gak mau basa basi lagi, kapan. . . kalian akan mengakhiri hubungan pacaran???"


Hah. . . pertanyaan ini sudah ku duga. meski tetap berhasil menusuk relung hati ku. ingin rasanya aku marah, tapi apa daya. . .


"Bu. . . beri aku waktu" Dan akhirnya. jawaban ini yang keluar tiba-tiba dari mulut ku begitu saja.


"Baik lah, ibu akan menunggu mu hingga Akhir bulan depan" Jawabnya dengan tegas.


Tuhan. . . boleh kah aku murka pada ibu ku??? atau dengan keadaan ini??? atau pada mu saja. kenapa begitu menyiksa ku dalam perihal cinta???


Bathin ku serasa terkoyak.

__ADS_1


Aku berlalu masuk ke kamar ku, ku tutup rapat kamar dan ku kunci pintu. ku rebahkan tubuh ini di kasur, hah. . . rasanya hampir tidak mampu lagi bernafas.


Aku mengirim pesan pada angga, seketika angga membalasnya.


aiy. . . aku merindukan mu. rindu segalanya yang ada pada mu.


rasanya semakin sesak membacanya, sejujurnya aku juga merindukan mu angga. jawab ku dalam hati.


-------------------


Sudah 2 minggu akan berlalu hubungan ku dengan Angga dalam ikatan jarak jauh. Aku merindukannya, tapi ntah kenapa aku mulai dibikin resah dan sedikit ilfil dengan sikap Angga yang berubah dari hari ke hari.


Di setiap pesan yang dia kirim, selalu membicarakan perihal yang sedikit vulgar. aku gemetar dibuat nya takut kalau saja andai nanti terbaca oleh pihak lain, ini akan jadi masalah besar.


Tiga minggu akan berlalu, obrolan nya semakin menggila di via telpon. Dia sudah berani membentak ku, berbahasa kasar, menanggapi dengan amarah tiba-tiba, bahkan dia sudah berani meminta ku untuk membelikan nya ini itu, meminta ku memberinya kado sebuah Gitar listrik. hahahahaha so what??? ini benar-benar gila. mungkin. . . ini adalah petunjuk dari setiao doa dan harapan ibu untuk hubungan ku dengan Angga. Agar aku mudah memutuskan hubungan kami,


Bahkan. . . lebih gila nya lagi, Angga sudah berani menyebutkan satu demi satu anggota tubuh ku dengan menggoda ku merayu ku, menggombali ku. membuat ku jijik, semakin muak.


semakin ku hindari dia selalu marah dengan membentaku.


Aiy. . . kangen ciuman bibir mu, rasanya aku sudah gila jauh dengan mu aiy.


Aku hanya menanggapinya dengan diam saat via telpon.


Aiy. . . aku ingin segera bertemu, boleh ya saat nanti kita ketemu, aku memberi mu tanda di leher, dan. . . aku ingin. . . mengecup mengulum lembut payu*** mu yang** kenyal itu.


Aku masih terdiam menanggapinya hanya dengan kata, hehe. . . oh ya???. . . begitu terus. hingga. . .


Aiy. . . Jika orang tua mu masih tidak mengijinkan kita pacaran, boleh kah aku meminta satu hal???


apa itu??? jawab ku.


Berikan keperawanan mu untuk ku, agar aku semakin kuat untuk mempertahan kan hubungan ini.


Aku yakin aiy masih perawan, secara. . . saat kita di kamar mbak ningsih waktu itu, aiy terlihat ketakutan***.


Hah. . . kau tau apa yang ku rasa ketika mendengar tentang keperawanan ku? untuk nya???


Bastard !!! Kau gila Angga. aku semakin yakin bahwa tuhan sudah menjawab doa ku dan ibu ku, bahkan mungkin seluruh keluarga ky, bahwa kau. . . bukan cowok yang baik-baik.

__ADS_1


__ADS_2