
semalaman hingga pagi ini Angga terus mengirimi ku pesan permintaan maaf atas apa yang dia lakukan kemarin. hahft. . . mengingatnya saja sudah membuat ku gemetar.
Tapi ku tau, dia tulus mencintai ku. siapapun yang ada di posisi ini akan sama melakukannya bukan? tapi. . . aku tidak ingin egois. ini tetap konyol bagi ku, bayangkan saja. aku. . . baru kelas 2 SMA tapi harus merelakan segalanya demi cinta??? ho ho bodoh. perjalanan ku masih panjang, aku masih ingin menikmati semua hal dengan damai dan indah.
berbicara cinta??? bahkan aku tidak bisa menjawab nya, adakah cinta dalam hati ku di hubungan ini? sementara rasa bersalah ku pada pak udin masih melekat di dinding hati ku.
Drrrrt. . . ku buka pesan singkat di hp ku pagi ini.
Aiy, hari ini aku harus balik ke jakarta. Mama ku mendadak sakit, apakah kita bisa bertemu?
sebentar saja. jika bisa, aku pending keberangkatan ku hingga sore.
sebentar saja aiy, pliss. . .
Aaaaakh. . . aku semakin tidak tega membaca pesan ini. Tidak. . . Tidak. . . dia akan kembali ke kota nya, Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan ijin dari ibu setelah semua. . . sudah benar-benar harus di akhiri. yah. . . ibu menginginkannya. Tuhan. . . pliss. . . aku mohooon, bagaimana aku bisa bertemu dengan angga? sebentar saja. . . ijinkan lah.
Aku terus bergumam dalam bathin ku tiada henti.
Di sekolah, hampir setiap detik aku melirik jam di dinding kelas. kapan. .. kapan jam pelajaran terakhir hari ini segera berakhir? aku hanya ingin segera menemui angga, aku tak ingin melepasnya, membiarkannya begitu saja. karena stelah ini, hubungan kami akan kembali LDR. aaaarght ntah akan berapa banyak lagi cobaan dan ujian yang menghampiri jika aku berusaha mempertahankan hubungan ini.
"Chel, ada apa??? kenapa kau gelisah begitu???" Tanya maulida.
"Da, elu tau. . . Angga harus balik hari ini ke jakarta. nyokap nya sakit, dia minta ketemuan ma guwe sebentar sebelum kami kembali LDR an" Jawab ku.
"Ya ampuuun .. . sabar ya Chel, waaah elu harus siap-siap nih jaga hubungan sementara jarak jauh, hihi. awas loh. . . banyak pelakor jaman sekarang" jawab nya meledek ku.
"Da. . . bukan itu yang guwe khawatirin. tapi guwe. . . guwe gak tau setelah ini apakah hubungan ini masih akan berlanjut?" Jawab ku pelan. . .
"Haduh haduuuh sayang nya akuuh, segitu doang pertahanan elu? masa udh mau nyerah sih??? bukan elu banged deh Chel" Jawab nya kemudian.
__ADS_1
"Elu tau Da, bo-nyok guwe. . . mereka menentang hubungan ini, bahkan seluruh keluarga ku. yang ntah sejak kapan ini kali pertama hubungan ku yang sebenarnya akan di mulai, tapi justru tersebar dengan cepat hingga merekaaa. . . bergantian main kerumah menegur ku untuk segera putus dengan angga" Jelas ku, kemudian. . . dengan tangisan yang tertahan. sesak .. .
"OMG .. .sumpah ya, ini cuma pacaran doang loh. kenapa jadi bawa-bawa keluarga segala??? Astaga. . . jadi gimana chel??? elu bakalan backstreet dong. . .???" Tanya nya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala, rasanya jika terus bertahan dengan backstreet lambat laun akan tetap di ketahui. aku tidak ingin menyiksa diri sendiri, tak ingin mengecewakan keluarga ku, khususnya Ibu. . .
Jam pelajaran berakhir, aku bergegas pulang. sebelumnya, maulida menarik tangan ku.
"Chel. . . apapun keputusan elu, jangan gegabah. guwe gak mau elu sedih terus, elu harus bahagia dengan kisah cinta elu yang baru saja elu mulai. bukankah dari awal elu sudah menyukai Angga meski kalian belum pernah bertemu sebelumnya? tetap lah bertahan. semua akan berlalu dan baik-baik saja" Maulida memelukku, aku hanya mengangguk pelan.
Terimakasih sahabat ku, aku bersyukur Tuhan mengirimkan mu di kehidupan ku, dalam hati ku.
Di perjalanan aku meminta Angga menemui ku di taman. Aku yakin ibu pasti akan memarahi ku jika aku pulang telat, ah. . . ya, maulida.
Aku menelpon Maulida, untuk memintanya bekerja sama jika nanti ibu menelponnya.
oh terimakasih tuhan. . .
Dan, bu. . . maafkan aku, ku mohon jangan pernah mengutukku. kali ini aku membohongi mu demi sebuah hubungan yang tak kau restui.
--------------------
Di taman, aku mencari tempat dimana Angga menunggu. Yah. . . karena cuaca sedang cukup panas. Angga menunggu ku di sebuah kursi taman di bawah pohon yang rindang. Ku lihat dia sudah tersenyum manis melihat ku dari kejauhan,
Oh tuhan. . . bagaimana mungkin setelah ini, aku akan tega memutuskan hubungan ini begitu saja.
Aku tidak akan mungkin tega tuhan, dia. . . dia selalu bisa menghibur ku kala sedih dan hati ku hancur dengan segala perasaan ku sebelumnya. Aaah. . . iyakah??? ini cinta???
Angga memeluk ku, dan mengecup kening ku. Aku tersipu malu dibuat nya, sangat lembut. . . ini sangat lembut.
__ADS_1
"Aiy, makasih sudah meluangkan waktu untu ku" Jawab nya dengan wajah polos nya.
"Ichi. . . apakah kau mau berjanji satu hal pada ku???" tanya ku kemudian.
"apa itu aiy??? jika untuk hubungan kita selanjutnya, apapun. aku akan pastikan semua janji itu aku pegang dengan teguh. aku gak akan mengingkarinya" Jawab nya dengan mata berkaca-kaca.
"Ichi.. . setelah ini, kita akan kembali saling berjauhan. tetaplah seperti ini, jangan pernah mengkhianati, jangan pernah menyerah dengan apapun yang akan terjadi nanti" Pinta ku.
"Iyah, aku janji aiy. aku sangat sayang pada mu, sangat mencintai mu" Angga memelukku dengan erat.
Dan kali ini.. . aku. . . aku yang mencium bibirnya duluan, aku rasa. . . rasa bersalah ku setelah menghukumnya seharian kemarin setelah kejadian dirumah mbak ningsih, membuat ku rindu padanya.
Dia membalas kecupan ku.
kemudian kami saling berciuman, ciuman nya kali ini sangat lembut, manis terasa .. . bahkan kedua tangan Angga melingkar di pinggang ku, memelukku semakin erat. ku lingkarkan kedua tangan ku di lehernya, aku menikmati ciuman ini.
Begitu lama kami berciuman tanpa henti, tanpa mengenal rasa lelah di bibir dan lidah kami ketika saling menyerang, saling **** dengan lembut, saling menghisap lidah tanpa henti.
ummh. .. uh. .. aku kembali dibuat mendesah dengan ciumannya yang lembut ini. sekujur tubuh ku kembali merasakan adanya sengatan listrik, darah ku mengalir deras hingga ubun-ubun. kaki ku lemas,
sesekali terhenti. Angga berbisik pada ku,
"Aiy. . . mari kita puasin berciuman tanpa henti. gapapa sekalipun bibir ini akan membengkak nantinya, hehe" Hembusan nafasnya di telinga ku membuat ku geli tak tertahan. kali ini, entah apa yang merasuki naluri ku sebagai cewek. aku begitu agresif padanya, aku terus memulai menciuminya dan **** bibirnya dengan gigitan-gigitan manja.
Angga tampak gemetar dan puas menikmatinya, pelukannya semakin erat. nafas kami saling ngos-ngosan.
Tuhan. . . semoga. . . ini bukan yang terakhir kami bertemu dalam hubungan yang manis.
Jangan pisahkan kami Tuhan, biarkan hubungan manis ini terus menghiasi hari-hari ku.
__ADS_1