Lingkaran Masa Lalu

Lingkaran Masa Lalu
Cinta Monyet


__ADS_3

CINTA MONYET


Iya. . . Dia Cinta monyet ku semasa di sekolah dasar yg tak lain adalah saudara sepupu ku. namanya Ali, kalian bahkan akan tertawa bukan, bagaimana bisa??? Tapi itu lah kenyataannya. masih sangat lekat dalam ingatan ketika itu bagaimana kami yang selalu mendapat ledekan dari teman-teman sekelas ku. tanpa peduli kami hanyalah saudara sepupu, dia memanggil ku dengan sebutan bibik.


oh malu nya aku ketika itu, tapi semakin kami di ledekin kami semakin saling canggung, kami salting bahkan kabur-kaburan untuk menghindar satu sama lain. pernah suatu ketika aku dengan ali berpapasan karena kami memang berada dalam satu kelas saat itu. Ledekan berbagai ledekan terus saja menghujani kami yang entah apa yang merasuki mereka ini, bahkan kami hanya anak bau kencur yang tidak mengerti apa kata pacaran apa itu cinta apa itu suatu hubungan. lalu tiba-tiba ali memeluk bahu ku di depan seluruh teman kelas saat itu


"Bik, sini. hehe" Dengan tanpa rasa canggung sekalipun, lalu ku tepis tangan ali "apaan sih ali, mulai berani kamu ni ya" sambil cetus ku tepis tangan ali.


"ayo lah bik, kenapa sih?" dengan senyum nyengirnya yang sok cool itu.


Beruntung pak guru segera tiba, lalu kami kembali pada bangku masing-masing. Ali masih saja dengan ganjennya memandangi ku seraya meledekku, aku benar-benar tak tahan dengan sikapnya yang tiba-tiba itu. panas dingin jantung ku berdegub kencang layaknya suara kereta api berjalan, grejek greduk tuuut tuuut


aaah ayo lah aku ini kenapa sih, aku malu dibuatnya.

__ADS_1


waktu terus berjalan hingga tiba waktunya perpisahan.


entah kenapa, ada rasa senang ada rasa sedih namun juga bertanya tanya dalam hati.


aku dengan Ali akan berpisah, kami tidak akan 1 sekolah lagi, kami tidak akan 1 bangku lagi, kami tidak akan saling bertatap muka lagi, kami akan saling sibuk dengan sekolah baru, teman baru, dan suasana baru yang akhirnya akan saling melupakan. ada rasa perih di hati.


Ali melanjutkan sekolah Menengah pertama di Negeri, sedangkan aku memilih sekolah Menengah pertama di swasta karena peringkat ku yg selalu mendapat juara dalam perlombaan bidang agama.


Di acara perpisahan, Ali masih tersenyum manis pada ku. dia menghampiri ku,


"Enggak Li, aku sudah mantap akan melanjutkan sekolah di swasta saja yang mendukung bidang agama lebih utama karena aku ingib terus berjuang dengan kemampuan ku di bidang ini"


ku lihat Ali menghela nafas panjang lalu menunduk,

__ADS_1


"tapi bi, kita tidak lagi bisa bercanda dan main bareng dong" Ali masih menghela nafas panjang.


"kamu apaan sih Li, kita kan masih 1 kampung toh. jangan sok manja deh ya, kita sudah mau beranjak dewasa kita harus fokus belajar kan" jawab ku dengan nada tegas.


kau tau, bukan itu yang aku inginkan ali. aku masih ingin merasakan hari-hari sekolah bersama mu, hari dimana aku bisa terus menatap senyum manis mu itu.


woey woey woey, Chella. ini pemikiran jelek, belum waktu nya, kamu masih bau kencuuurrrrr.


dan kami berjanji akan sukses bersama nanti nya saat kami sudah mengenal dunia kerja. dengan berat ku lepas jabatan tangan Ali hari ini. Ntah kenapa aku berpikir ini benar-benar suatu perpisahan.


Tesss. . . . mengalir deras sudah ini air mata.


Ali, semoga kau tidak melupakan ku di sekolah baru mu.

__ADS_1


Next episode jangan lupa like dan koment nya ya readers.


selamat membaca 😘


__ADS_2