
Beberapa jam kemudian, Zack yang sudah sadarkan diri, tiba-tiba dikejutkan oleh vibrasi ponsel Nala. Namun, gadis itu tidak bergeming dan tetap tertidur dengan begitu pulas di atas sofa, sedangkan panggilan pada ponsel itu tak juga kunjung berhenti. Zack yang merasa penasaran lalu melihat ponsel yang Nala taruh di atas nakas Zack kemudian mengambil ponsel itu, dan melihat nama Mama di layar ponsel Nala. Karena merasa penasaran Zack pun mengangkat panggilan telepon itu.
[Halo Nala, bagaimana kabarmu, Sayang? Dua hari lagi Mama sama Papa mau ke Tiongkok, kalau sempat nanti kami mampir ke Macau, kau masih di Macau kan Nala sayang?]
Mendengar perkataan di ujung sambungan telepon, Zack pun merasa begitu terkejut. "Nala? Dia Nala bukan Caca? Lalu orang tuanya pergi ke Tiongkok? Bukankah dia mengatakan kalau dia orang tidak mampu? Bagaimana bisa orang tuanya pergi ke Tiongkok? Apa ini artinya dia bukan orang sembarangan?" gumam Zack.
Zack kemudian menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu siapa Nala yang sebenarnya, dari mobil yang dikendarai Nala saat awal mereka bertemu dulu. Dari anak buahnya, diketahui jika pemilik mobil itu adalah Leo, salah satu pengusaha ternama yang merupakan ipar dari mertuanya.
"Jadi, dia Nala? Saudara sepupu Laurie?"
Zack kemudian membangunkan Nala yang masih tertidur. "Hai bangun wanita siluman!"
Nala kemudian membuka matanya dan melihat Zack yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan nanar.
"A-ada apa Tuan?"
"Jangan pernah panggil aku Tuan karena aku suami dari sepupumu, Laurie! Kau mau mempermainkan aku dengan memanggilku dengan sebutan Tuan lagi hah?"
"Maafkan aku Zack."
"Cih, asal kau tahu, aku sangat muak melihat wajahmu itu!"
"Baiklah kalau begitu aku pergi dari sini."
__ADS_1
BRAKKK
Zack pun menggebrak nakas yang membuat nyali Nala semakin menciut, sungguh demi apapun saat ini dia merasa begitu takut berhadapan dengan Zack.
"Apa yang kau inginkan dariku Zack? Apa kau menginginkan nyawaku?"
"Apa kau bilang? Nyawamu? Apa untungnya bagiku menghabisi nyawamu? Yang ada Laurie hanya akan semakin membenciku!"
"Syukurlah, jadi ini artinya aku tidak akan mati di tanganmu?"
"Ya, tapi kau belum selesai berurusan denganku."
"Lalu, bagaimana caranya menyelesaikan urusan kita?"
Zack kemudian menatap Nala dengan tatapan tajam, lalu menarik lengan Nala untuk mendekat ke arahnya.
"Membunuhmu? Apa untungnya aku membunuhmu? Aku hanya ingin melepaskan Laurie dari raja iblis sepertimu!"
"Baiklah kalau begitu, karena Laurie sudah pergi, jangan harap kau bisa pergi dariku! Karena kau akan tetap selamanya menjadi bagian dari hidupku! Kau yang sudah masuk dalam hidupku dan jangan pernah berharap bisa pergi semaumu begitu saja! Kau harus bekerja denganku selamanya, Nala!"
"Apa kau bilang? Jangan harap aku mau bekerja untukmu, karena aku tidak mau hidup dengan laki-laki seperti dirimu!"
"Hahahaha dasar siluman wanita, kau pikir kau siapa? Apa kau sudah lupa kau berhadapan dengan siapa? Kau selamanya tidak akan pernah kulepaskan! Ingat, kau yang memulai semua ini dan jangan harap bisa mengakhiri dengan mudah!"
__ADS_1
"Memangnya aku berhadapan dengan siapa? Memangnya kau siapa? Lihat dirimu sendiri Zack, bukankah saat ini kau begitu lemah?"
"DASAR SILUMAN WANITA!"
"Lihat Zack, kau pasti juga kesulitan kan untuk bangkit dari atas brankar itu?"
"Bajingan kau! Apa kau sudah lupa? Aku memiliki banyak anak buah yang bisa saja menangkapmu dimanapun kau berada!"
"Apa anak buah? Lihat ini!"
Nala kemudian mengambil ponsel Zack yang ada di atas nakas kemudian membanting ponsel tersebut. "Hei apa yang kau lakukan, BRENGSEKKK!"
"Bukankah kau mengatakan kalau kau punya anak buah? Sekarang cepat hubungi anak buahmu! Tidak bisa kan? Lihat keadaanmu, kau bahkan sangat lemah di hadapanku. Kau tidak bisa terlalu lama meninggalkan brankar itu dan tidak bisa menghubungi anak buahmu kan? Kau sangat lemah, Zack! Sekarang aku pergi dulu!" teriak Nala, dia kemudian pergi dari ruang perawatan Zack. Melihat Nala yang pergi meninggalkannya begitu saja, Zack pun merasa sangat marah.
"Hai apa-apaan kau! Dasar wanita siluman! Tunggu saja, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu! Saat itu kau pasti tidak akan pernah bisa lari dariku!" teriak Zack sambil membanting barang-barang yang ada di atas nakas.
***
ENAM BULAN KEMUDIAN...
Seorang laki-laki tampak duduk di dalam mobil menatap sebuah hotel mewah yang saat ini sudah berhiaskan dekorasi pengantin yang begitu indah. Dia kemudian mejamkan matanya, hatinya terasa masih begitu sakit. Memang sudah enam bulan berlalu, tapi bagi Zack semuanya masih membekas di dalam hatinya.
Ya, di dalam hotel itu saat ini mantan istrinya sedang melangsungkan pernikahan dengan laki-laki yang merawatnya saat dia sakit, Alvaro. Memang, rasa cinta pada Laurie belum mengendap dari hatinya, tapi Zack pasrah, semua yang dia lakukan untuk mendapatkan Laurie sia-sia. Dia tidak mendapatkan apapun, bahkan hanya membuatnya seolah menjadi pecundang. Zack kemudian mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Awasi terus Nala, setelah pesta itu berakhir bawa ke rumah sekarang juga!" ucap Zack pada seseorang di ujung sambungan telepon, dia kemudian menutup telepon itu sambil tersenyum smirk.
"Sampai bertemu nanti, Nala. Aku menunggumu, wanita siluman."