Mainan Tuan Mafia

Mainan Tuan Mafia
Menikah Denganku?


__ADS_3

Mendengar perkataan Athena, tentunya Nala merasa begitu kesal. 'Dia memang benar-benar keras kepala,' batin Nala.


"Nala, kau tidak sedang berbohong kan? Setahuku Kak Zack dulu sangat sulit jatuh cinta, jika beberapa bulan yang lalu, dia baru saja bercerai dengan Laurie, tidak mungkin secepat ini dia sudah jatuh cinta pada orang lain. Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi, Nala."


"Tapi, kenyataannya seperti itu. Dia akan segera menikah Athena. Mungkin saja, rasa cinta Zack sudah di DP, kayak cicilan motor pas masih nikah sama Laurie."


"Apa? DP?"


"Ya, mungkin saja saat dia masih menjalin hubungan suami istri dengan Laurie, dia juga sudah menyukai wanita lain. Jadi, tak berselang lama setelah mereka berpisah, Zack sudah bisa melupakan Laurie seutuhnya, dan bisa membuka hatinya untuk wanita lain."


"Kurang ajar sekali wanita itu, berani-beraninya merebut hati Kak Zack! Ah, semua ini gara-gara Gerald. Jika saja dia tidak menyandraku di sini tentu aku sudah menikah dengan Kak Zack."


Nala tersenyum kecut mendengar perkataan Athena. 'Kau terlalu percaya diri, Athena,' batin Nala.


"Emh, maafkan aku Athena. Kalaupun Gerald tidak membawamu sampai ke sini, apa menurutmu Zack mau menikah denganmu? Apa menurutmu Zack juga mencintaimu? Coba kau pikir Athena, jika Zack mencintaimu, dia tidak mungkin jatuh cinta pada wanita lain, bahkan sampai menikahi wanita itu. Jika Zack mencintaimu, pasti dia akan menunggumu sampai dia bisa membebaskanmu. Jadi, menurutku lebih baik kau mengikhlaskan Zack untuk bisa bahagia dengan wanita lain."


"Jadi menurutmu Kak Zack tidak pernah mencintaiku?"


"Maafkan aku, Athena. Menurutku begitu, selama ini dia hanya menganggapmu sebagai adiknya, tidak lebih. Jadi, kau sebaiknya tidak usah terlalu banyak berharap, yang nantinya hanya akan memberi kekecewaan pada dirimu sendiri."


Athena pun hanya terdiam, kini raut wajahnya terlihat sendu, sedangkan matanya kini mulai merasa panas hingga melelehkan cairan bening yang keluar dari kedua sudut matanya. Melihat kondisi Athena, Nala pun sebenarnya merasa kasihan, sekaligus merasa bersalah telah menyakiti hati wanita itu. Namun, pada akhirnya Athena pun akan tahu kebenaran tentang semua itu. Dan semua sikap yang dia ambil, pada akhirnya juga demi kebaikan Athena, agar dia tidak terlalu berharap lebih pada Zack.

__ADS_1


Melihat Athena yang kian terisak, Nala kemudian menggengam tangan gadis itu, lalu memeluknya. "Athena, kau wanita yang sangat cantik. Aku yakin, saat kau mau membuka hatimu, pasti kau bisa mendapatkan laki-laki lain dengan mudah. Maaf, bukannya aku kejam memberi tahu semua ini padamu. Aku hanya ingin kau tidak kecewa terlalu dalam, aku hanya tidak ingin kau terlalu berharap yang hanya akan menimbulkan kekecewaan di hatimu. Aku mengatakan seperti ini, agar nantinya kau bisa siap untuk bertemu Zack yang saat ini sudah menjadi milik wanita lain."


"Iya Nala, aku tahu itu. Berharap terlalu besar pada seseorang, memang nantinya hanya akan menimbulkan kekecewaan jika kenyataannya, tidak seperti yang kita inginkan."


"Iya Athena, bagus jika kau sudah menyadari itu. Bukankah lebih baik kau buka lembaran baru? Kau cantik Athena, kau tidak boleh terbelenggu pada seorang lelaki. Aku yakin, pasti ada banyak laki-laki yang jatuh cinta padamu."


"Tapi tidak dengan Kak Zack. Menurutmu, kenapa Kak Zack tidak mencintaiku?"


"Masalah hati memang rumit, Athena. Apalagi sejak dulu kalian hidup bersama, mungkin Zack hanya menganggapmu sebagai adiknya, tidak lebih."


"Iya kau benar, Nala. Terima kasih."


Disaat itulah, tiba-tiba terdengar sebuah panggilan dari Gerald yang mengagetkan mereka. "Athena, apa kau sudah selesai bicara dengan Caca?"


"Bukankah sudah kukatakan, kalau aku juga ingin berbicara dengan Caca."


"Baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu!" gerutu Athena.


"Caca, aku ke kamar dulu."


"Iya Athena."

__ADS_1


Athena lalu pergi ke kamarnya, meninggalkan Gerald dan Nala yang saat ini masih berdiri di pintu belakang rumah mereka. "Caca, kita masuk ke dalam ya! Apa kau tidak dingin? Saljunya deras sekali."


"Iya Gerald, kita ke dalam saja," balas Nala, dia lalu mengikuti langkah Gerald masuk ke dalam rumah itu, kemudian mereka duduk di ruang tengah. Meskipun, sebenarnya Nala merasa tidak nyaman duduk berduaan bersama Gerald, dan ingin segera pulang dari rumah itu. Tapi, mau tidak mau dia harus melakukan semua itu.


"Caca kau kenapa?" tanya Gerald yang melihat keresahan di wajah Nala.


"Oh, tidak apa-apa Gerald. Aku cuma merasa sedikit cemas pada Leon, adikku."


"Caca, kau tidak perlu cemas karena ada anak buahku yang menemaninya di rumah sakit. Kau tenang saja, semua kebutuhan Leon terjamin olehku."


"Iya Gerald, terima kasih banyak. Kau baik sekali."


"Jadi, menurutmu aku baik?"


"Ya, kau sangat baik Gerald."


"Kalau menurutmu aku baik, maukah kau menikah denganku?" sambung Gerald sambil membuka kotak cincin di depan Nala.


Bersambung...


NOTE: Hai best, mampir juga ya ke novel bestienya othor, si anak abah paling mempesona, Kak Sutihat Bastie Wibowo, dijamin ceritanya keren abis. Sendu banget beuh, hati kalian pasti remuk redam, ahhhh...

__ADS_1


😍😍😍



__ADS_2