
Beberapa saat kemudian, mobil sedan hitam milik Zack tampak sudah sampai di depan sebuah mansion yang sudah beberapa bulan ini jarang disinggahinya. Ya, sejak kejadian menyakitkan yang terjadi antara dirinya, Laurie, dan Nala, dia memang jarang menetap di Indonesia. Kalaupun dia pulang ke mansion itu paling lama hanya sekitar satu minggu.
Bagi Zack, belakangan ini mansion miliknya begitu menorehkan kenangan buruk padanya, padahal awalnya mansion ini penuh dengan kenangan indah bersama kedua orang tua dan adik angkatnya. Namun, semua berubah tepatnya satu tahun yang lalu saat di depan mata kepalanya, Zack melihat Daniel, papa angkatnya dan Brinete, mama angkatnya dihabisi oleh anak kandungnya Gerald setelah dia berkonspirasi dengan musuh bebuyutan mereka Samuel Gu, yang juga merupakan mafia besar di kawasan Asia.
Melihat orang tuanya tewas, Zack pun begitu marah dan mengamuk pada Gerald, yang saat itu posisinya sudah terpojok. Tapi tiba-tiba Athena pulang ke rumah dan membuka peluang bagi Gerald untuk melarikan diri dengan menyandra Athena. Ya, sejak itulah Athena terpisah darinya. Athena, sosok adik yang sangat dia sayangi, wanita polos dan periang itu juga menjadi korban keserakahan Gerald.
Zack pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, dan di saat menaiki anak tangga itu, hati Zack juga merasakan begitu sakit takkala mengingat tentang Laurie, mantan istrinya yang masih sangat dia cintai sampai saat ini. Karena terjatuh dari tangga itu, Laurie sampai mengalami koma, dan akibat kondisi koma yang dialami oleh Laurie itulah yang akhirnya mengantarkan Laurie dengan laki-laki yang dicintainya, yaitu Alvaro. Sungguh rasanya begitu menyesakkan dada.
Kehilangan Laurie merupakan pukulan berat bagi Zack, karena dulu dia melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan wanita itu, termasuk mengancam seluruh keluarganya, bahkan membunuh mantan kekasih Laurie yang bernama Derick. Saat itu, memang Zack lengah hingga membuatnya kehilangan Laurie, dan semua itu terjadi akibat Nala.
Mengingat tentang Nala, benar-benar membuatnya merasa emosi. Saat itu, dia layaknya manusia bodoh yang dipecundangi oleh gadis ingusan seperti Nala. "Cih! Dasar wanita siluman!" gerutu Zack sambil mengepalkan tangannya disertai rahang yang mulai mengeras.
Di saat itulah deru mobil yang berhenti, terdengar dari arah depan mansion. Zack kemudian membalikkan tubuhnya lalu bergegas keluar dari mansion, dan mendekat ke arah mobil anak buahnya yang baru saja berhenti.
"Jangan ada yang menyentuh wanita siluman itu! Biar aku saja yang mengangkatnya!"
"Baik Tuan Zack."
__ADS_1
Anak buah Zack kemudian membuka pintu mobil itu, sedangkan Zack tampak tersenyum smirk melihat Nala yang terkapar tidak berdaya di dalam mobil. Dia kemudian membopong tubuh Nala masuk ke dalam mansion, lalu masuk ke dalam kamar yang dulu dipakai oleh Nala. Lalu meletakkan tubuh itu di atas ranjang dengan berhati-hati, tentunya Zack tak mau Nala tahu dia yang menggendongnya ke dalam mansion, karena pasti dia akan protes bahkan bisa saja melakukan hal buruk padanya.
Setelah meletakkan Nala di atas ranjang, Zack kemudian duduk di sofa yang ada di kamar itu, menatap Nala yang tak sadarkan diri sambil tersenyum. "Wanita siluman, saat kau membuka matamu, kau pasti sangat terkejut melihat wajahku di depan matamu," ucap Zack sambil tersenyum smirk.
Saat ini, dia merasa benar-benar sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Nala. Setelah kejadian itu, memang sangat sulit untuk mendekat pada Nala, karena dia selalu dijaga anak buah papanya, Leo. Di saat itulah, kelopak mata Nala pun perlahan bergerak. Zack yang melihat Nala mulai sadarkan diri kemudian mendekat ke arahnya, lalu duduk di tepi ranjang.
"Apa kabar wanita siluman?" ucap Zack sambil tersenyum menyeringai.
"AAAAAAA RAJA IBLIS! TERNYATA KAU MASIH HIDUP? KUPIKIR KAU SUDAH BERTEMU DENGAN MALAIKAT PENCABUT NYAWA! KENAPA KAU TIDAK BERTEMU DENGAN MALAIKAT PENCABUT NYAWA SAJA HAH? AKU MUAK MELIHAT WAJAHMU!"
"Bukankah lebih baik begitu! Lebih baik gendang telingamu rusak! Daripada kau merusak ketentraman dunia!"
"Dasar wanita siluman! Dengarkan aku wanita siluman, jangan pernah coba-coba bermain-main denganku! Perlu kau tahu, aku bukanlah Zack yang dulu yang bisa kau permainkan begitu saja! Lihat ini, aku bisa membunuhmu kapan saja kumau!" bentak Zack sambil menodongkan pistol dan menarik pelatuknya.
Melihat pistol yang menempel di kepalanya, nyali Nala pun menciut, bahkan matanya kini terasa begitu panas, hingga butir-butir air mata pun mulai jatuh membasahi wajahnya.
"Mama...."
__ADS_1
Melihat Nala yang mulai menangis, Zack pun menghembuskan nafasnya. "Astaga!" gumamnya.
"Kenapa kau menangis? Apa kau sudah lupa bagaimana heroiknya dirimu saat menyelamatkan Laurie? Dasar wanita bodoh! Sekarang ikut aku!" bentak Zack sambil menarik tubuh Nala yang saat ini duduk di atas ranjang.
"Mau kemana?" isak Nala.
"Bukankah sudah kukatakan, aku bukanlah Zack yang dulu, yang mudah terpedaya pada isak tangismu, isak tangis palsu! Aku tidaklah sebodoh dulu, dasar wanita siluman!"
"Aku tidak mau!" balas Nala sambil mencoba bertahan di atas ranjang, keduanya pun kini terlibat tarik menarik, hingga terbersit sebuah ide dari Nala untuk mengigit tangan Zack.
"Aaaaaaaa!" teriak Zack saat Nala menggigit tangannya, yang seketika membuat keseimbangan Zack oleng lalu menimpa tubuh Nala di atas ranjang.
BUGH
"ASTAGA! NAJIS MUGHOLADOH!"
Bersambung...
__ADS_1