
Gerald tampak menghembuskan kepulan asap ke udara yang keluar dari mulutnya, matanya tampak menatap langit malam kota Munchen. Malam peralihan menjelang musim panas, memang banyak bertabur bintang. Namun, keindahan malam kota itu, berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Gerald yang saat ini mulai sedikit frustasi menghadapi Zack.
Padahal saat ini dia sedang menyandra Athena, seharusnya dia bisa dengan mudah mengunci pergerakan Zack. Tapi nyatanya, bagi Gerald, Zack sangatlah licik. Berulang kali dia menekan bisnis Zack, namun semua usahanya gagal karena Zack selalu bisa menekan mundur langkahnya dengan menangkap anak buah kepercayaannya, termasuk membunuh Alfredo yang merupakan sahabatnya sendiri. Dan ironisnya, mereka mati di tangan Zack dengan begitu tragis. Keberadaan Athena bersama dirinya, memang membuat Zack tidak bisa menyerangnya secara terang-terangan, tapi dia tidak bisa terus menerus dalam situasi seperti ini.
"Jadi, Zack tidak ada di Indonesia?"
"Iya Tuan. Menurut salah seorang mata-mata kita, dua hari yang lalu dia terbang dengan menggunakan jet pribadinya, tapi kami tidak tahu dia pergi kemana. Bukankah anda tahu bagaimana akses Tuan Zack, dia bisa dengan mudah merahasiakan kepergiannya."
"Sebelumnya dia pergi kemana?"
"Ke Macau, Tuan. Karena selama ini dia masih mengira anda dan Nona Athena ada di Hong Kong."
"Jadi dia belum tahu Athena ada di sini kan?"
"Sepertinya belum Tuan, kecuali Alfredo mengatakan sesuatu padanya."
"Aku yakin dia pasti bisa menjaga rahasia kita, itulah alasannya Zack sampai membunuhnya, karena dia tidak mau mengatakan rahasia ini."
"Iya Tuan."
"Tapi kita tidak bisa selamanya seperti ini, hidup dalam bayang-bayang Zack. Kita harus memukul mundur Zack sebelum dia menemukan Athena."
"Itu hal yang sangat sulit, Tuan. Karena untuk saat ini, Tuan Zack tidak memiliki kelemahan apapun. Beberapa bulan yang lalu, Tuan Zack memang sempat menikah tapi dia dan istrinya sudah bercerai. Kalau dia masih memiliki seorang istri, paling tidak kita bisa menggunakan istri dari Tuan Zack sebagai titik lemahnya."
"Cih, istri? Siapa yang tahan hidup dengan laki-laki dingin seperti Zack."
"Tuan, bagaimana kalau kita menggunakan Nona Athena saja sebagi umpan?"
"Apa kau bilang? Itu hal yang tidak akan pernah kulakukan! Kalau saja Athena sampai bertemu kembali dengan Zack, maka dia tidak akan pernah kembali padaku!"
__ADS_1
"Maafkan saya, Tuan."
"Zack sangatlah berbahaya, saat dia tahu Athena akan menemuinya, pasti dia membawa kekuatan yang besar agar bisa merebut Athena kembali. Dan, saat ini kekuatan kita tidaklah seimbang dengan apa yang dimiliki oleh Zack. Jadi jangan pernah mengeluarkan ide konyol seperti itu!"
"Iya Tuan, tolong maafkan saya."
Gerald pun tampak memejamkan matanya, mencoba untuk berfikir jernih di tengah keheningan malam. Namun, tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan seorang wanita yang sedang meminta tolong.
"Tolonggggg..., tolong..., tolong kami. Apa ada orang di sini?"
"Tolong..., tolong kami!" teriak sebuah suara yang menyentak lamunan Zack.
"Rexi, apa kau dengar itu? Ada suara wanita minta tolong."
"Memangnya kenapa, Tuan? Itu bukan urusan kita."
"TOLONG... TOLONG KAMI..."
"Rexi, aku mau menolong wanita itu, sepertinya dia memang membutuhkan bantuan."
"Terserah Tuan."
Gerald kemudian mendekat ke arah sumber suara, yang tak jauh dari posisinya saat ini. Ketika sudah sampai di lokasi sumber suara, Gerald melihat ada seorang wanita yang sedang menangis dan berteriak, sambil memangku seorang laki-laki yang sudah bersimbah darah.
Melihat wanita cantik dan seksi yang ada di depannya, Gerald yang sempat terpana akhirnya mendekat ke arahnya. "Ada apa ini?"
"Tuan, tolong saya. Kami baru saja dirampok dan adik saya dilukai oleh perampok itu, Tuan."
"Mana perampoknya?"
__ADS_1
"Mereka sudah melarikan diri, sudahlah Tuan, itu tidak penting. Apa anda bisa membantu membawa adik saya ke rumah sakit? Tolong kami, Tuan."
Melihat wanita yang tampak begitu kebingungan serta seorang laki-laki yang ada di pangkuannya dengan bersimbah darah, dan terlihat tidak sadarkan diri, Gerald pun merasa kasihan.
"Rexi, angkat laki-laki itu, bawa ke mobilmu. Biar wanita ini naik mobilku, kau tahu kan mobilku hanya bisa menampung dua orang."
"Baik Tuan."
"Ayo, anda naik ke mobilku, Nona! Biar anak buahku yang mengurusi adikmu"
"Tuan, kita benar-benar mau pergi ke rumah sakit kan?"
"Tentu saja, ayo masuk ke mobil!"
"Baik Tuan, terima kasih."
"Oh iya, siapa nama anda?" tanya Gerald saat mereka sedang berjalan menuju ke mobil miliknya.
"Nama saya?"
"Iya, siapa namamu?"
"Nama saya Caca, Tuan."
"Lalu adikmu?"
"Leon."
Bersambung....
__ADS_1