Mainan Tuan Mafia

Mainan Tuan Mafia
Datang Untukku


__ADS_3

"Bertemu adikmu?"


"Ya, adik perempuanku, namanya Athena. Mungkin, usianya sepantara denganmu. Sudah satu tahun ini, sejak kematian kedua orang tua kami, dia menjadi pemurung. Bahkan, dia sangat jarang keluar rumah, dan lebih memilih untuk mengurung diri di dalam kamar."


"Astaga, kasihan sekali. Dia pasti sangat kehilangan orang tua kalian."


"Ya, begitulah Caca. Karena itulah aku ingin kau bertemu dengannya, mungkin jika dia punya teman, dia bisa sedikit lebih ceria."


"Kau benar, Gerald. Mungkin dia kesepian, dan tidak memiliki teman yang bisa diajak bercerita."


"Iya Ca, sejak dulu kami memang tidak terlalu dekat. Mungkin dia juga tidak terlalu nyaman jika bercerita denganku."


"Iya Gerald, aku bisa memahami itu."


"Bagaimana kalau kita ke rumahku sekarang? Biar anak buahku saja yang menjaga Leon."


"Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang."


"Iya, Ca."


Mereka kemudian pergi dari rumah sakit menuju ke rumah Gerald. Sepanjang perjalanan, Gerald tampak melirik pada Nala yang saat itu sibuk membalas pesan dari Zack yang berulang kali menanyakan apa yang sedang dia lakukan dengan Gerald. Nala pun berulang kali berdecak sebal karena Zack begitu cerewet.


'Sebenarnya apa maksud dari duda karatan itu? Bukankah dia yang menyuruhku menggoda Gerald, tapi kenapa dia juga yang malah panik seperti ini? Dasar ambigu, semua yang dia lakukan memang ambigu, sama seperti wajahnya yang ambigu dan tak beraturan, iyuh menjijikan kamseupay,' batin Nala sambil menggerutu di dalam hati.


Aktivitas Nala, membalas pesan dari Zack pun terhenti saat Gerald memanggilnya. "Caca, kamu lagi ngapain?"


Nala yang kaget tiba-tiba Gerard memanggilnya, kemudian langsung menolehkan wajahnya pada Gerald disertai raut wajah yang sedikit panik. "O-oh, ini aku sedang membalas pesan teman-temanku. Kau tahu kan kalau kejadian perampokan tadi malam itu terjadi saat kami baru pindah ke rumah baru, jadi teman-temanku belum tahu dimana rumahku baruku dan mereka sekarang sedang menanyakan alamat baruku dan menanyakan kondisi Leon?"


"Oh jadi itu cuma teman-temanmu yang menghubungimu?"


"Iya Gerald, tentu saja. Cuma teman-temanku karena kau tahu sendiri kan kalau aku dan Leon hanya berdua di sini, sedangkan keluarga kami, semua tinggal di Indonesia."


"Lalu, apa kau sudah memiliki pacar?"


Nala kemudian tersenyum tipis. "Kenapa kau hanya tersenyum? Wanita secantik dirimu, mustahil kalau belum punya pacar, iya kan?"


"Tapi kenyataannya memang belum, Gerald. Aku bahkan pernah mengalami patah hati dalam waktu yang berdekatan, dan rasanya sangat sakit. Dan setelah kejadian itu, aku belum berani menjalin hubungan yang lebih serius dengan seorang laki-laki."


"Apa kau trauma?"

__ADS_1


"Tidak, hanya belum menemukan orang yang tepat."


Gerald pun terkekeh. "Kenapa kau tertawa?"


"Jadi, ini artinya aku masih punya kesempatan untuk mendekatimu?"


"Hahahhaha, kau jangan becanda Gerald. Kau tampan dan kaya, pasti kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku."


"No, Caca. You are special for me."


'But not for me,' balas Nala di dalam hati.


"Thanks, Gerald."


Detik berikutnya, Nala kembali sibuk membalas pesan dari Zack yang sudah berulang kali mengirimkan pesan padanya. Sedangkan Gerald yang mengira Nala sibuk membalas pesan dari teman-temannya, kembali fokus mengendarai mobilnya.


Dua puluh menit kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah perumahan elit yang letaknya ada di pinggiran kota Munchen.


"Ayo turun, Ca!" titah Gerald saat membuka pintu mobil untuk Nala. Nala pun turun dari mobil Gerald, lalu mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah bergaya Eropa Modern.


Mereka kemudian menaiki anak tangga menuju ke lantai dua rumah tersebut. Gerald pun menghentikan langkahnya saat mereka sudah berdiri di depan sebuah pintu berwarna cokelat.


Beberapa kali, Gerald tampak mengetuk pintu itu, tapi tidak ada jawaban. "Athena!" panggil Gerald pada akhirnya. Namun, Athena tidak menjawab panggilan dari Gerald. Merasa tidak diindahkan oleh Athena, perlahan Gerald pun membuka pintu kamar itu.


CEKLEK


Pintu kamar itu pun terbuka. Entah mengapa, jantung Nala berdegup begitu kencang saat memasuki kamar tersebut.


'Sepi sekali, apa tidak ada orang di kamar ini?' batin Nala sambil mengikuti langkah Gerald memasuki kamar itu, hingga langkah mereka pun terhenti, saat melihat sosok wanita yang sedang duduk di balkon.


"Athena!" panggil Gerald. Spontan wanita tersebut pun menolehkan wajahnya.


'Cantik juga,' batin Nala saat melihat wanita itu. Sedangkan Athena tampak mengamati Nala dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Kau sedang apa, Athena?"


"Bukan urusanmu!"


Mendengar jawaban Athena pada Gerald, Nala pun sedikit terkejut. 'Jadi, hubungan mereka pun tidak baik-baik saja?' batin Nala kembali, saat melihat sikap keduanya.

__ADS_1


"Athena, kenalkan dia temanku, namanya Caca."


Nala kemudian mengulurkan tangannya pada Athena, namun uluran tangan itu tidak mendapat balasan, bahkan balasan itu hanya sebuah tatapan sinis.


Melihat sikap Athena, rasanya Nala pun begitu geram, namun dia harus memendam kekesalannya, dan memilih untuk menarik kembali tangannya. Melihat sikap Athena, spontan Gerald pun membentaknya.


"Athena!" bentak Gerald sambil mengangkat tangannya.


Nala lalu memegang lengan Gerald, berusaha menghentikkan gerakan tangannya. "Jangan Gerald!"


"Tapi dia sudah sangat kurang ajar, Ca!"


"Emh..., begini saja Gerald, lebih baik kau tinggalkan kami berdua, biar aku saja yang bicara urusan hati dengan Athena. "Apa kau yakin?"


Nala kemudian menganggukkan kepalanya. "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu."


"Iya Gerald."


Gerald kemudian pergi dari kamar Athena, dan membiarkan Nala dan Athena duduk berdua. "Bagaimana kabarmu, Athena?"


"Kenapa kau kembali menanyakan itu? Bukankah kau bisa lihat dengan mata kepalamu?"


Nala pun tersenyum tipis. "Bukan aku yang menanyakan ini. Tapi kakakmu."


"Kakakku? Kakakku siapa? Gerald?"


"Bukan."


"Lalu, siapa yang bertanya seperti itu? Tolong jangan berteka-teki, Caca."


"Zack, dia yang menanyakan kabarmu?"


"Apa? Kak Zack?"


Mendengar nama Zack terucap dari bibir Nala, spontan Athena pun menangis. "Kak Zack, akhirnya kau datang menjemputku, Kak. Aku tahu saat ini pasti akan terjadi, kau akan datang untukku."


DEG


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2