Mainan Tuan Mafia

Mainan Tuan Mafia
Bebaskan Athena


__ADS_3

"Apa kau bilang? Sembarangan sekali kau bicara seperti itu! Kau pikir aku anjing atau babi! Enak sekali kau menyebutku seperti itu! Dasar bedebah! Wanita siluman!"


"Apa kau belum sadar? Memang kau seperti itu!"


"Kau yang lebih pantas disebut seperti itu!"


"Benarkah? Kalau aku pantas disebut seperti itu, kenapa kau sampai merindukan aku?"


"Enak saja, kau terlalu percaya diri! Siapa yang merindukanmu?"


"Kalau kau tidak merindukanku untuk apa kau membawaku ke sini lagi? Bahkan kau begitu betah menindih tubuhku seperti ini hei raja iblis!"


Mendengar perkataan Nala, Zack pun baru menyadari jika saat ini dia masih ada di atas tubuh Nala. Setelah itu, Zack pun mulai terlihat salah tingkah lalu bangkit dari atas tubuh Nala. Sedangkan Nala tampak mendecih sebal sambil mengusap-usap tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan? Kau pikir aku debu?" protes Zack saat melihat tingkah Nala. "Najis mugholadoh!"


"HATI-HATI KALAU BICARA!" bentak Zack sambil menodongkan pistol di kepalanya. Melihat pistol yang menempel di keningnya, seketika nyali Nala pun menciut. Melihat Nala yang mulai tenang, Zack pun tersenyum smirk.


"Apa sebenarnya maumu? Kenapa kau menyekapku seperti ini? Coba kau pikir apa untungnya? Lagipula Laurie sudah menikah dengan Alvaro kan? Percuma saja kau berurusan denganku! Daripada kau berurusan denganku lebih baik kau cari jodoh saja daripada jadi duda karatan! Astaga, bukan duda karatan tapi duda mafia karatan, iyuh menjijikan kamseupay!"


"DIAM!"


"Hei siluman wanita, apa kau sudah lupa kata-kataku saat kita terakhir bertemu? Kau tidak akan pernah begitu saja kulepaskan! Kau yang sudah datang padaku, dan itu artinya kau tidak akan semudah itu lepas dariku!"


"AAAAAAAAAAAA!!!!"


"Kenapa kau berteriak seperti itu?"


"Ini sangat menyeramkan sekali! Apakah ini artinya seumur hidup aku akan bersamamu? Lalu aku aku akan jadi perawan tua karena terlalu lama menemani duda mafia karatan sepertimu? Ini benar-benar menyeramkan!" gerutu Nala sambil menggigit jari-jari kukunya.


"Dasar wanita siluman! Siapa yang menyuruhmu selamanya hidup denganku! Aku hanya ingin menyuruhmu melakukan perintah dariku! Karena saat ini, kau tak lebih dari mainanku yang bisa kupergunakan kapanpun kumau."


PLAKKKKK

__ADS_1


"WANITA SILUMAN! KENAPA KAU MENAMPARKU!"


"DUDA MAFIA KARATAN, KAU TADI BILANG APA HAH? AKU MAINANMU YANG BISA KAU PERGUNAKAN KAPANPUN KAU MAU? DASAR MESSUM!"


"WANITA SILUMAN! KAU SUDAH SALAH PAHAM! AKU TIDAK BERMAKSUD MENJADIKAN MAINAN ITU! TAPI MAINAN YANG LAIN!"


"Heh duda mafia karatan alias raja iblis, ga usah berkelit deh. Tadi jelas-jelas kamu ngomong sendiri kok mau jadiin aku mainan!"


"Iya memang aku akan menjadikan kamu mainan tapi bukan yang hubungannya sama itu, lagipula coba kau pikir aku tidak mungkin bisa tertarik dengan wanita siluman sepertimu! Aku yakin adikku Fernando juga ga bakalan tertarik padamu!"


"Fernando? Adikmu namanya Fernando?"


"Adikku bagian bawah wanita siluman! Aku sedang tidak ingin membahas itu, lebih baik kita buat kesepakatan!"


"Kesepakatan?" jawab Nala sambil mengerutkan keningnya.


"Ya kesepakatan! Karena kau yang memulai semua ini, Nala. Kau yang memulai jadi kau yang harus mengakhiri!"


Zack kemudian duduk di samping Nala, sambil mengatur nafasnya. Lalu menatap Nala dengan tatapan dalam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan terlalu dalam mentapku, atau kau bisa jatuh cinta padaku!"


"Cih! Tidak mungkin aku jatuh cinta pada wanita siluman sepertimu!"


"Sebaiknya kau tidak usah basa-basi, cepat katakan apa maksud perintahmu itu, aku sudah ingin cepat pulang!"


"Kau tidak akan pernah bisa pulang sebelum menyelesaikan tugas yang kuberikan padamu!"


"Memangnya apa tugas itu? Matematika? Kimia? Fisika?"


"Bukan itu dasar wanita bodoh! Saat aku belum selesai bicara lebih baik kau diam! Atau timah panas ini tak segan-segan untuk menembus kepalamu!"


Nala pun terdiam setelah melihat pistol yang menempel di keningnya.

__ADS_1


"Dengarkan aku wanita siluman, kau yang memulai semua ini, jadi kau yang harus mengakhiri. Kau yang masuk ke dalam kehidupanku, jadi kau yang harus berjuang sendiri agar bisa bebas dariku!"


"Apa maksudmu, Zack!"


"Kau akan kulepaskan setelah kau bisa menyelesaikan perintah dariku! Kalau kau tidak bisa menyelesaikan perintah dariku kau tidak akan pernah kulepaskan!"


"Apa? Enak sekali kau berkata seperti itu! Memang kau pikir aku apa?"


"Mainanku jadi kau harus mengikuti semua perintahku!"


"Bagaimana kalau aku tidak mau?"


"Kau akan selamanya bersamaku!"


"Astaga, mengerikan sekal!"


"Karena itulah, kau harus bisa menyelesaikan perintah dariku! Ingat kau yang awalnya memulai, jadi kau yang harus mengakhiri agar kau bisa lepas dariku!"


"Cepat katakan tugas apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau banyak berbasa-basi!"


Zack kemudian memegang tengkuk Nala, lalu mendekatkan wajah cantik itu tepat di depan wajahnya.


"Dengarkan aku, bebaskan adikku! Kalau kau berhasil membebaskan adikku, maka aku akan membiarkanmu pergi dan aku juga berjanji tidak akan pernah menggangumu lagi."


"Benarkah?"


"Ya, aku tidak akan mengganggumu lagi wanita siluman, yang terpenting kau harus bisa membebaskan adikku!"


Mendengar perkataan Zack, Nala pun tampak mengerutkan keningnya. "Apa yang kau lakukan? Kau sedang berfikir? Untuk apa berfikir karena kau tidak punya pilihan selain menuruti kata-kataku!"


"Aku tahu, cuma aku tidak menyangka kalau kau ternyata punya seorang adik."


Zack pun tampak tersenyum kecut. "Ya, adikku Athena, tugasmu sekarang tolong bebaskan Athena, maka kau juga akan kuberikan kebebasan."

__ADS_1


__ADS_2