Mainan Tuan Mafia

Mainan Tuan Mafia
Neraka Bagimu


__ADS_3

Gerald menoleh pada Athena yang berjalan mendekat padanya. "Apa kau bilang, Athena? Mau bicara denganku? Tidak biasanya kau bersikap semanis ini."


Athena sebenarnya merasa kesal dengan ucapan Gerald, akan tetapi dia mencoba untuk meredamnya. "Bukankah seharusnya kau merasa senang aku bersikap baik padamu, Gerald?"


"Akan jauh lebih senang jika kau patuh padaku, dan berhenti memikirkan laki-laki bodoh itu yang sudah merenggut kasih sayang, dan kepercayaan orang tua kita."


"Apa yang kau maksud itu Kak Zack? Asal kau tahu, dia tidak seperti itu! Untuk kali ini, tolong jangan mengungkit apapun tentang Kak Zack karena aku sedang tidak ingin membicarakan itu!"


Gerald tersenyum miring sembari melanjutkan membersihkan pistol miliknya kembali. "Gerald, aku sedang bicara padamu, tolong dengarkan aku!"


"Memangnya apa yang ingin kau katakan Athena? Bukankah jika bicara denganku, kau selalu membicarakan laki-laki tidak berguna itu?"


"Bukankah tadi sudah kukatakan aku tidak sedang ingin membicarakan Kak Zack? Tapi ini tentang Caca."


Mendengar nama orang yang dia sukai, tentunya Gerald mengalihkan pandangannya kembali pada Athena. "Caca? Kau ingin bicara tentang Caca? Jangan katakan jika kau berubah pikiran tentangnya. Bukankah kau merasa nyaman berteman dengan dia?"


"Kau tenang saja, Gerald. Aku tidak pernah berpikiran buruk tentang Caca, aku hanya ingin tahu sejauh mana kau mengenal Caca."


"Apa itu penting?"


"Tentu, bukankah kau menyukainya? Jika Caca menerima cintamu, tentunya dia akan menjadi kakak iparku bukan? Bukankah aku berhak tahu asal usul kakak iparku? Apa kau hanya mengenalnya sebatas saat kau menolongnya saja? Apa kau tidak ingin tahu bagaimana keluaraga Caca?"


"Kau pikir aku bodoh, Athena? Aku sudah menyelidiki siapa Caca. Keluarganya sudah lama tinggal di sini, dan mereka memang sedang mengalami musibah saat aku menolongnya," jawab Gerald sembari memandang sinis pada Athena. Ya, semenjak bertemu dengan Nala, Gerald yang tertarik pada gadis itu memang sudah menyelidiki asal usulnya.


Gerald menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu jati diri Caca setelah menanyakan alamat gadis tersebut sebelumnya. Dan tentunya, Zack tidaklah bodoh, dia sudah mempersiapkan jika hal itu terjadi. Laki-laki itu menyuruh orang-orang yang berada di komplek alamat palsu Nala untuk mengatakan seperti apa yang diperintahkan olehnya, dan memberikan imbalan pada mereka, hingga membuat anak buah Zack percaya jika Nala selama ini memang tinggal di Munchen.


"Benarkah kau sudah mencari tahu tentang sejauh itu?"

__ADS_1


"Ck, tentu saja. Kau pikir aku bodoh sepertimu yang masih percaya pada laki-laki munafik yang tidak berguna itu!"


"Aku sedang tidak mengungkit Kak Zack, dan Caca tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga kita. Jadi, tolong kondisikan mulutmu baik-baik!"


Athena menghela napas, melihat sikap Gerald, dia merasa sepertinya bukan hal yang mudah untuk mengetahui jati diri Nala, dan seketika gadis itu mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih banyak pada Gerald karena hanya akan membuatnya semakin kesal. Akan tetapi, mendengar jawaban Gerald, Athena tampak lega karena dia pikir selama ini Nala benar-benar tinggal di Munchen.


"Jadi, sejak dulu Nala memang benar-benar tinggal di Muchen? Bukankah ini artinya hubungannya dengan Kak Zack hanyalah sebatas kerja sama saja untuk membantuku keluar dari jerat Gerald? Meskipun, aku tidak tahu motif yang sebenarnya mengapa Nala mau bekerja sama dengan Kak Zack." Athena bergumam seraya masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Gerald yang tampak menggelengkan kepalanya.


"Akan tetapi, aku cukup lega jika hubungannya dengan Kak Zack tidak terlalu dekat, apa lagi Nala tadi mengatakan jika Kak Zack masih mencintai Laurie. Setelah aku bebas dari tempat ini, akan kupastikan jika aku bisa merebut hatinya dari perempuan yang bernama Laurie itu. Hah, apa bagusnya sebenarnya wanita itu? Bagaimana pun juga aku lah yang sejak dulu selalu berada bersama Kak Zack," gumamnya kembali.


Sementara itu, setelah Athena terlihat masuk ke kamarnya, tampak Gerald termenung memikirkan perkataan Athena. Bukan, bukan dia tidak percaya dengan Caca karena sejak bertemu dengan wanita itu, Gerald sudah menyelidiki asal usulnya, akan tetapi entah mengapa pikirannya tertuju pada Caca yang mengatakan jika dia akan pergi selama dua hari ke rumah sanak keluarga mereka di luar kota, seketika Gerald merasa cemas.


"Folke!" Gerald memanggil salah seorang anak buahnya.


"Ada apa, Tuan?"


"Baik Bos."


Tak berapa lama, ponsel Gerald pun berbunyi.


[Halo Bos.]


[Ada apa? Bagaimana keadaan Caca? Kau berhasil mengikutinya kan?]


[Nona Caca tidak berada di rumah sakit, bahkan security di rumah sakit ini mengatakan jika Caca tidak datang ke rumah sakit ini sejak kemarin.]


[Apa kau bilang? Kau tidak sedang berbohong kan?]

__ADS_1


[Tidak Bos, jika bos tidak percaya saya bisa mengirimkan bukti CCTV-nya.]


Mendengar laporan anak buahnya, gegas Gerald menutup sambungan teleponnya. "Apa-apaan ini? Apakah ini artinya jika Caca membongiku?"


***


Di balik sebuah jendela, tampak seorang laki-laki sedang melihat selembar foto wanita cantik di tangannya.


"Aku tahu kau sudah bahagia dengan laki-laki lain, meskipun sebenarnya aku bisa dengan mudah merebutmu dari dokter bajjingan itu, tapi aku tidak mau menyakitimu lagi, Laurie. Dan sebagai ganti atas rasa sakit hatiku ini, aku akan melampiaskan semua ini pada sepupumu yang tidak berguna itu. Ya, hari ini aku akan menikahinya Laurie. Setelah misiku untuk membebaskan Athena selesai, aku akan mengubah pernikahan ini jadi neraka baginya."


Senyum kecut tersungging di bibir Zack, gegas laki-laki itu menyembunyikan foto yang ada di tangannya saat pintu kamarnya dibuka seseorang.


"Zack, apa kau sudah siap?"


Zack menoleh, lalu mengganti senyum sinis itu menjadi sebuah senyuman manis dengan sorot mata penuh kebahagiaan. Bahagia? Tentu saja tidak karena itu hanyalah sebuah topeng kepalsuan di balik dendam yang masih membara di hati terdalamnya.


"Iya Tante Calista, aku sudah siap."


"Ayo Nak!"


Zack mengikuti Calista keluar dari kamar, lalu duduk di kursi yang telah disiapkan. Di depannya ada seoarang laki-laki, seorang pemuka agama yang tentunya agak sulit Zack cari karena mereka termasuk golongan minoritas di negara tersebut. Dan di samping pemuka agama itu, ada Leo yang sudah siap menikahkan putrinya. Dari raut wajahnya, begitu jelas terlihat jika laki-laki paruh baya itu tidak ikhlas jika putri satu-satunya akan menikah dengan Zack, tetapi apa daya, keadaan seolah menuntutnya untuk berada pada situasi ini.


Detik berikutnya, tampak Nala keluar dari kamarnya mengenakan gaun bermodel vintage wedding dress yang sederhana, namun terlihat elegan.


"Tuan Mafia, bagaimana? Aku cantik kan? Aku yakin, pasti Dilraba Dilmurat juga insecure padaku," bisik Nala ketika duduk di samping Zack.


"Hmmmm ..."

__ADS_1


"Astaga, dasar raja iblis, tega sekali kau! Aku sudah berdandan cantik seperti ini. Bahkan aku yakin, jika Justin Bieber, David Beckham, sampai Ji Chang Wook saja pasti tertarik jika melihatku, dan kau hanya menjawab dengan hmmm saja? Aku pastikan, malam ini ularmu tidak akan bisa masuk ke sarangnya!"


__ADS_2