Mainan Tuan Mafia

Mainan Tuan Mafia
Menggoda Gerald


__ADS_3

"Athena?" ucap Nala sambil mengerutkan keningnya.


"Jadi kau punya adik perempuan?"


Zack kemudian menganggukan kepalanya. "Dan adikmu diculik? Memangnya siapa yang sudah berani menculik adik dari mafia sepertimu? Bukankah itu sama saja menyerahkan nyawa padamu?"


"Yang menculik Athena adalah adikku yang lain, namanya Gerald."


"Astaga, kenapa itu bisa terjadi? Apa kalian bertengkar?"


Zack kemudian menatap Nala dengan tatapan mata yang begitu tajam. Zack menyadari jika dia menyuruh Nala untuk menolongnya, maka itu sama saja artinya dia harus memberitahu rahasia dalam dirinya. Mau tidak mau Zack harus menceritakan pada Nala siapa dirinya yang sebenarnya, dan asal usulnya. Mau tidak mau, dia harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan dua saudara angkatnya.


Entah mengapa Zack yakin Nala pasti bisa menyimpan rahasia mereka meskipun Nala gadis yang sangat comel dan banyak bicara, tapi untuk hal seperti ini Zack yakin Nala bisa menjaga rahasia. Meskipun tentunya dengan sedikit ancaman.


"Hai duda mafia kenapa kau menatapku seperti itu? Bukankah sudah kubilang agar jangan menatapku seperti itu, nanti kau bisa jatuh cinta padaku!"


"Cih! Jangan terlalu percaya diri! Sekarang dengarkan aku baik-baik, kau harus membantuku membebaskan adikku, kalau kau tidak mau aku bisa saja membuat seluruh keluargamu hancur berantakan! Asal kau tahu, dengan mengedipkan mataku saja, aku bisa menghabisi seluruh keluargamu, meskipun aku tahu kalau ayahmu memiliki banyak anak buah, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan yang kumiliki! Dan asal kau tahu, aku tidak main-main dengan perkataanku, hai wanita siluman!"

__ADS_1


Nala pun terdiam. "Duda mafia, kalaupun itu urusannya dengan menolong seseorang aku mau saja membantumu, tanpa kau minta pun aku mau membantumu! Apa kau sudah lupa bagaimana heroiknya aku ikut membebaskan Laurie agar bisa lepas darimu!"


"Tidak usah mengingatkanku tentang hal itu atau timah panas ini akan menembus kepalamu sekarang juga!" bentak Zack sambil kembali menodongkan pistol ke kening Nala.


"Iya, iya aku tidak akan mengungkit hal itu lagi, kau tenang saja jika ini ada kaitannya dengan keselamatan seseorang aku pasti akan membantumu menyelamatkan adikmu. Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana bisa adikmu menculik adikmu yang lain, itu benar-benar aneh!" gerutu Nala.


"Aku akan menceritakan sesuatu hal padamu, tapi tolong jaga rahasia ini baik-baik! Kalau sampai rahasia ini bocor, kau harus tahu konsekuensinya kalau aku bisa saja membunuh keluargamu kapanpun kumau!"


Nala pun menelan salivanya dengan kasar. "Aku akan menjaga rahasia ini, tapi tolong jangan sakiti keluargaku," jawab Nala dengan suara parau. Sekuat-kuatnya Nala jika berhadapan dengan Zack, namun jika ada hubungannya dengan keluarganya, tentu saja akan membuat nyalinya ciut.


Zack kemudian menghembuskan nafasnya, entah mengapa saat menceritakan hal tersebut, rasanya hatinya begitu sesak. "Lalu?"


"Gerald yang marah akhirnya pergi dari rumah dengan memberikan berbagai ancaman pada papa, dia menekan bisnis papa dengan bekerja sama dengan musuh bebuyutan kami. Namun, papa tidak bergeming, bahkan pembagian kekuasaan yang awalnya dia berikan pada Gerald, dia berikan padaku seluruhnya. Gerald yang marah akhirnya datang ke rumah ini, dan mengamuk. Dan yang paling membuatku merasa sakit adalah saat dia membunuh papa dan mama di depan mataku...."


Zack pun tampak meneteskan air matanya, melihat Zack yang terlihat begitu rapuh, Nala kemudian menggengam tangannya. Dia tidak menyangka jika orang yang tidak memiliki belas kasihan pada orang lain seperti Zack ternyata memiliki rasa sayang yang begitu besar pada kedua orang tuanya, meskipun orang tuanya itu bukanlah orang tua kandungnya.


"Are you okay?"

__ADS_1


Zack kemudian menganggukan kepalanya. "Yes, i'm okay."


"Jadi Gerland membunuh orang tua kalian? Kejam sekali! Benar-benar tidak punya hati! Sepertinya aku harus mengubah sebutan raja iblis, dia lebih pantas disebut dengan raja iblis, bukan kau Zack!"


Zack masih terdiam, sebenarnya menceritakan hal itu memang menimbulkan luka yang begitu dalam baginya, namun dia tetap harus menceritakan semua itu pada Nala.


"Dan di saat itulah, aku juga harus kehilangan adikku Athena, karena Gerald menyandra Athena agar bisa membebaskan dirinya yang saat itu sudah terkepung."


"Astaga, dia benar-benar iblis. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri! Benar-benar egois!" gerutu Nala.


"Duda mafia, sekarang apa yang harus kulakukan agar bisa menolongmu? Cepat katakan saja padaku!"


"Menggoda Gerald!"


"APA KATAMU? KAU PIKIR AKU WANITA MURAHAN OPEN BO! ENAK SAJA KAU BERKATA SEPERTI ITU! DASAR DUDA MAFIA KARATAN! AKU DOAKAN SUPAYA FERNANDOMU JUGA IKUT KARATAN!"


BUGHHHH BUGHHHH

__ADS_1


__ADS_2