
Zack dan Nala pun diam terpaku saat benda kenyal itu mulai menempel satu sama lain. Sedangkan mata mereka saling menatap yang membuat keduanya kian hanyut dalam suasana itu. Belum lagi, aroma strawberry pada liptint yang dipakai oleh Nala, membuat Zack menggerakkan bibirnya untuk memaggut bibir dengan aroma strawberry itu.
Nala pun hanya terdiam, dia menyadari jika saat ini Zack mulai mencium bibirnya dengan begitu lembut. Namun, dia tak berani menolak, Nala takut jika dia menolak ciuman dari laki-laki kejam seperti Zack, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi pada dirinya. Zack yang semakin menikmati ciuman itu kian memperdalam ciumannya. Dia bahkan mulai memainkan lidahnya dengan begitu lincah di dalam mulut Nala yang membuat errangan lirih Nala lolos begitu saja.
"Ahhhhhh..."
Mendengar errangan dari bibir Nala, Zack pun kian menekan tengkuk Nala. Sedangkan Nala yang mulai terbuai oleh ciuman Zack akhirnya membalas ciuman itu.
Zack pun tersenyum smirk saat Nala mulai membalas ciumannya. 'Akhirnya, kau takluk juga padaku wanita siluman,' batin Zack sambil terus memaggut, melummat, bahkan mengullum dan melilitkan lidahnya pada lidah Nala. Bahkan tangan nakal Zack juga mulai merremas gundukan kenyal milik Nala di balik busa tebal yang menutupnya.
"Arrrggg..." Errangan lirih pun kembali lolos dari bibir Nala di sela ciuman mereka saat Zack merremas gundukan kenyal miliknya.
Menyadari deru nafas Nala yang tak beraturan karena mulai kehabisan oksigen akibat ciuman panas mereka, Zack lalu melepaskan ciuman itu. Dia kemudian beralih menciumi leher Nala. Namun, saat dia sedang asyik menyapukan lidahnya di leher putih Nala, tiba-tiba terdengar isakkan yang membuatnya terhenti.
Zack kemudian mengangkat wajahnya dan melihat Nala yang saat ini sedang menangis. "Mamaaaa..."
Melihat Nala yang menangis, Zack pun mengusap wajahnya dengan kasar. "Kenapa kau menangis?"
"Karena aku mau diperkosa oleh seorang mafia, bahkan mafia itu mau memperkosaku di dalam jet pribadi seperti ini."
"Astaga, jadi kau pikir aku mau memperkosamu?" ucap Zack sambil mengerutkan keningnya.
"Apalagi coba? Awalnya kau mencium bibirku ini, lalu tiba-tiba kau mencium leherku. Apa lagi itu namanya kalau bukan memperkosa?"
"Asal kau tahu, wanita siluman. Aku sama sekali tidak bermaksud memperkosamu!"
"Lalu kenapa kau mencium bibirku?"
__ADS_1
"Ga sengaja! Apa kau sudah lupa? Kau yang terus menempel padaku."
"Kalo nggak sengaja kenapa kamu juga cium leher aku? Hiksss..., hiksss..."
"Karena kamu keluarin suara seksi, gara-gara suara seksi kamu aku jadi ingin yang lebih."
Mendengar perkataan Zack, Nala pun kian terisak. Zack yang akhirnya merasa kasihan mendengar isakkan Nala lalu mengangkat wajah Nala yang masih tertunduk.
Zack kemudian menatap wajah cantik yang saat ini sedang berlinang air mata, lalu menghapus air matanya. "Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja melakukan semua itu. Aku hanya terbuai oleh suasana. Maafkan aku, Nala."
"Kau hampir saja memperkosaku, aku takut..."
"Maafkan aku, aku janji tidak akan berbuat seperti itu lagi Nala."
Nala masih terdiam. "Nalaaaaa, aku janji Nalaaaa..."
Zack pun menganggukkan kepalanya. "Badainya sudah selesai, lebih baik kau tidur saja, perjalanannya masih sepuluh jam lagi."
"Aku tidur dulu, tapi jangan macam-macam padaku."
"TIDAKKKK! BUKANKAH AKU SUDAH BERJANJI PADAMU!" bentak Zack. Nala pun memonyongkan bibirnya, lalu menutup matanya.
Setelah melihat Nala yang terlelap, Zack kemudian menatap wajah wanita cantik itu. 'Hampir saja, hampir saja kau luluh dalam pelukanku. Tapi tak mengapa, ini awal yang bagus. Berikutnya akan kupastikan kau luluh dan jatuh cinta padaku. Kau harus luluh dalam genggamanku, Nala. Kau harus jatuh cinta padaku dan setelah itu kau akan kucampakkan begitu saja! Kau harus merasakan sakit hati yang kurasakan, sama sakitnya seperti saat aku kehilangan Laurie!' batin Zack.
***
Dua hari kemudian..
__ADS_1
Munchen 10.00 pm...
Dua orang laki-laki, dan seorang wanita tampak sedang duduk di dalam sebuah mobil sedan warna hitam sambil mengamati sosok laki-laki yang sedang duduk di atas kap mobil Ferrari Huracan miliknya.
"Dia yang bernama Gerald."
"Cukup tampan, sepertinya aku menyukainya," sahut wanita yang ada di sampingnya.
"Apa kau bilang wanita siluman?"
"Tampan, memangnya kenapa?"
"Cih! Dasar selera rendah!"
"Seleraku sangat tinggi, bukankah kau tahu bagaimana tampannya Alvaro!"
"Cih, jangan sebut nama menjijikan itu lagi, kalau tidak aku akan membunuh seluruh keluargamu yang ada di Indonesia!"
"Baiklahhhh..."
"Pastikan agar Gerald tidak tahu aku ada di kota ini."
"Itu bukan hal yang sulit."
"Kalau begitu lakukan tugas kalian dengan baik! Sekarang turunlah dan mulai drama kalian di depan Gerald!" perintah Zack pada Nala dan Leon.
"Baiklah Tuan Mafia, kami turun dulu," ucap Nala. Dia kemudian turun dari mobil Zack diikuti oleh Leon yang berjalan di belakangnya. Sementara itu, Zack yang mengamati gerak-gerik mereka dari dalam mobil tampak tersenyum menyeringai sambil mengambil desert eagle dari holster yang ada di pinggang kanannya.
__ADS_1
"Gerald, aku bahkan sudah tidak sabar ingin menembakkan timah panas yang sudah kupersiapkan khusus untukmu! Aku ingin melihat tubuhmu hancur sampai arwahmu pun ikut menangisinya! Hahahahha..."