
"Wanita siluman, ikutlah denganku!"
"Ikut dengan Tuan? Bukankah saya sudah ikut dengan Tuan?"
"Hai wanita siluman, dengarkan aku! Aku akan pergi ke sebuah tempat yang jauh, dan sebagai asisten pribadiku kau harus menemaniku kemanapun aku pergi!"
"Anda mau pergi kemana? Lalu bagaimana dengan istri anda tuan? Apakah itu artinya anda mau meninggalkan istri anda?"
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan istriku, karena aku sangat mencintainya. Aku hanya menjauh sementara darinya dan memberinya ruang dan kebebasan agar dia bisa mrrasakan kebahagiaan tanpa diriku di dekatnya. Setidaknya itulah yang aku bisa kulakukan setelah hal buru yang terjadi dalam rumah tangga kami. Saat ini, istriku mengalami lumpuh pada sebagian tubuhnya, dan itu semua karena diriku. Aku merasa sangat bersalah, jadi aku ingin memberinya waktu untuk hidup bahagia tanpa ada aku."
"Kenapa tidak seterusnya seperti itu? Bukankah istri anda tidak pernah mencintai anda tuan? Bukankah cinta tidak harus memiliki? Cinta adalah keikhlasan saat melihat orang yang kita cintai bahagia, itulah makna dari cinta."
"Hai dengarkan aku! Kau tidak usah mengajariku karena aku lebih tahu yang terbaik untukku. Lebih baik sekarang kau bersiap-siap untuk pergi bersamaku!"
"Memangnya anda mau pergi ke mana Tuan? Anda mau menculik saya?"
"Cih! Aku tidak sudi menculikmu! Aku hanya membutuhkan asisten pribadi yang menyiapkan segala kebutuhanku saat aku pergi ke luar negeri!"
"Ke luar negeri? Apakah itu Kutub Utara?"
"Jangan main-main, dan jangan pernah bercanda denganku! Aku tidak suka itu!"
"Dan aku juga tidak sedang bercanda tuan, bukankah hati anda sedingin es? kutub utara tempat yang sangat cocok untuk anda."
"Dasar wanita siluman! Lebih baik kau tutup mulutmu! Apa kau sudah lupa pada ancamanku? Pistol ini bisa saja menembakmu kapanpun kumau! Sekarang kau akan kuantar pulang, lalu kuberi waktu 5 menit untuk mengemasi barang-barangmu. Setelah itu kita akan pergi ke Macau sekarang juga menggunakan jet pribadiku."
"Apa mengantarku pulang ke rumah?"
__ADS_1
"Iya kau punya rumah kan?"
'Mampus,' batin Nala.
"Tuan Zack, sebaiknya kau tidak usah mengantarku ke rumah."
"Memangnya kenapa?"
"Begini Tuan, aku takut saat orang tuaku tahu Tuan mengantarku, mereka beranggapan kalau kau adalah calon suamiku."
"Jangan terlalu percaya diri! Aku tidak mungkin menikah dengan wanita siluman sepertimu!"
"Bukan aku Tuan, tapi orang tuaku. Mereka bisa saja menganggapmu sebagai calon suamiku. Lalu kau dinikahkan paksa oleh ayahku. Memangnya kau mau menikah denganku?"
"Tentu saja tidak, menjijikan sekali! Aku tidak mau menikah dengan wanita siluman sepertimu!"
"Apa kau bilang?"
"Tidak Tuan, maksud saya aku juga tidak mau menikah dengan suami orang. Apa kata tetangga Tuan? Mulut tetangga itu jauh lebih kejam daripada mulut buaya. Jadi, lebih baik Tuan tidak usah mengantar saya."
"Apa itu artinya kau tidak mau ikut pergi bersamaku? Apa kau sudah lupa kau harus menjadi asistenku untuk membayar hutangmu padaku?"
"Astaga Tuan, bukan seperti itu maksudku. Begini saja, aku pulang ke rumahku sendiri, lalu Tuan juga pulang ke rumah Tuan dan menungguku sambil duduk manis di dalam rumah."
"Apa menunggumu? Aku benci menunggu!"
"Bukankah lebih baik menunggu daripada tidak sama sekali Tuan? Apa Tuan mau saya tidak membayar hutang-hutang saya?"
__ADS_1
"Jangan banyak bertingkah seperti ini! Apa kau sudah lupa aku bisa membunuhmu kapan saja kumau?"
"Tuan kalau begitu lebih baik saya pulang dulu ke rumah, lalu tuan juga kembali ke rumah. Tuan tinggal menunggu saya, begitu maksud saya. Itu jauh lebih baik kan daripada tuan disuruh untuk menikahi saya?"
Zack pun tampak berfikir sejenak. "Baik tapi kau tidak boleh terlalu lama! Bukankah kau tahu aku benci menunggu!"
"Tidak Tuan, tenang saja. Saya bisa diandalkan."
"Baiklah kalau begitu, sekarang kau turun lalu kembali ke rumahku secepatnya! Dan jangan pernah coba-coba untuk mempermainkan aku. Aku sudah ingin pergi secepatnya untuk menyembuhkan lukaku!"
Nala pun terkekeh mendengar perkataan Zack. "Hai wanita siluman, kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau mau mau mengejekku, hah?"
"Tidak tuan, ada semut yang masuk ke telinga jadi saya tertawa. Kalau begitu saya turun dulu."
Anak buah Zack kemudian menghentikan mobilnya, Nala lalu turun dari mobil Zack, sedangkan Zack hanya terdiam sambil menatap Nala dengan tatapan sebal. "Dasar wanita siluman! Kalau kau tidak berhutang padaku, aku tidak mau berurusan denganmu," ucap Zack sambil menatap Nala yang kini sedang naik taksi untuk pergi ke rumahnya.
Beberapa saat kemudian Zack pun sudah sampai di mansion miliknya. Dia lalu melangkahkan kakinya ke sebuah kamar yang ada di lantai 2, tepatnya sebuah kamar kosong yang sudah beberapa bulan ini tidak ditempati lagi oleh pemiliknya. Dan hanya Zack yang memegang kuncinya, tak boleh ada orang yang boleh memasuki kamar itu selain dirinya, kecuali jika Zack ingin kamar itu dibersihkan, maka Zack akan memberikan kunci kamar itu pada pembantunya.
Perlahan Zack pun masuk ke dalam kamar itu, lalu mengamati setiap sudutnya. Sejenak rasa sedih pun merasuk ke dalam hatinya saat mengingat tawa ceria seorang wanita yang biasanya menggema di seluruh bagian sudut kamar itu.
"Athena," ucapnya lirih. Dia kemudian berjalan ke meja yang ada di pojok kamar itu, mengambil sebingkai foto yang ada di atas meja lalu menatap foto itu dengan tatapan yang begitu sendu.
"Maafkan aku, Athena. Maafkan aku yang sudah gagal menjagamu. Maaf aku telah mengingkari janjiku pada papa untuk selalu bisa menjagamu. Tapi, aku janji akan membebaskanmu dari Gerald secepatnya. Meskipun Gerald kakak kandungmu, tapi aku tahu, pasti dia tidak akan memperlakukanmu dengan baik. Aku tahu, kau hanya dijadikan alat olehnya untuk meraih ambisinya, merebut kekuasaan yang kumiliki menjadi pemimpin King Mafia," ucap Zack.
Dia kemudian membuka salah satu laci di meja itu, lalu mengambil satu buah foto. Di foto itu, tampak tiga orang anak kecil sedang duduk di atas padang rumput, dua anak laki-laki, dan seorang gadis kecil sedang tertawa begitu bahagia. Foto tiga anak insan manusia yang masih begitu lugu, dan belum memahami apa itu nafsu dunia. Dan, hubungan ketiganya kini hancur akibat nafsu yang ada di dalam diri mereka, sebuah nafsu dunia menjadi pimpinan King Mafia yang saat ini ada di dalam genggamannya.
"Aku tahu, disini posisiku hanyalah anak angkat papa, tidak seperti kalian berdua yang merupakan anak kandungnya. Tapi sikapmu sudah terlalu mengecewakan orang tua kita, Gerald. Kau mengkhianati papa dan bekerja sama dengan musuh bebuyutannya. Dulu, sedikitpun aku tidak pernah berambisi pada apa yang kumiliki saat ini, dan aku tidak pernah berniat merebut semua ini darimu. Saat ini aku hanya tidak ingin apa yang diwariskan papa hancur karenamu, sudah cukup aku gagal menjaga Athena, dan tidak akan kubiarkan aku mengulangi kesalahan yang sama dengan membiarkanmu merebut kekuasaan King Mafia."
__ADS_1