
"Hei! Kenapa kau memukulku!" bentak Zack yang tak terima Nala memukulnya dengan menggunakan bantal.
"Kenapa kau malah membentakku! Aku yang seharusnya marah karena kau menyuruhku untuk menggoda Gerald! Kau pikir aku wanita apa? Aku bukan wanita murahan! Lancang sekali kau berkata seperti itu padaku!"
"Kau yang salah paham! Aku tidak menyuruhmu untuk tidur dengan Gerald! Kau pikir aku mucikari yang sedang menjualmu? Aku hanya menyuruhmu untuk menggoda Gerald agar dia luluh padamu. Dan, saat dia lengah, maka aku akan membebaskan Athena darinya!"
Nala pun tampak mengerutkan keningnya sambil mengangkat matanya ke atas. "Sepertinya itu ide yang bagus, tapi aku tidak mau kau menyebutku dengan kata-kata penggoda. Coba cari kata yang lebih bagus, contohnya agen rahasia."
"Ck! Kenapa bekerja sama denganmu merepotkan sekali!" gerutu Zack.
"Kalau tidak mau, ya sudah!"
"Baiklah agen rahasia! Sekarang kau harus ikut aku!"
"Kemana?"
"Tentu saja ke tempat Gerald!"
"Memangnya dimana rumah Gerald? Tanah Abang? Pondok Indah? Atau di Planet Bekasi?"
"DIA TIDAK TINGGAL DI SINI!"
__ADS_1
"Astaga, galak sekali! Pantas saja tidak ada yang mau denganmu! Mungkin sampai kiamat kurang dari dua hari tidak ada yang mau dengan laki-laki sepertimu!"
"DIAM! ATAU TIMAH PANAS INI AKAN MENEMBUS KEPALAMU!"
Glek
Nala pun menelan ludahnya dengan kasar saat pistol Zack kembali menempel lagi di kepalanya. "Sekarang anak buahku akan mengantar kau pulang, pulanglah lalu berkemaslah. Kita pergi ke Jerman nanti malam."
"Apa? Jerman?"
"Ya, menurut salah seorang mata-mataku saat ini mereka ada di Munchen. Aku memang bodoh, selama ini aku hanya mencarinya di kawasan Asia, karena pusat kekuasaan Gerald ada di Hong Kong, tapi ternyata aku salah. Selama setahun terakhir ini aku terkecoh dengan tindak tanduknya. Dan ternyata dia menyembunyikan Athena di Jerman, di kota Munchen."
"Jadi kita ke Munchen nanti malam?"
"I-iya, Zack," jawab Nala dengan suara yang tercekat akibat cekikan di lehernya oleh Zack.
"Sekarang pulanglah! Anak buahku akan mengantarmu pulang! Dan ingat, jangan coba-coba lari dariku, kalau kau melarikan diri, bisa kupastikan orang tuamu besok hanya tinggal nama dengan kondisi yang sangat mengenaskan!"
"I-iya Zack, aku pulang dulu."
Nala kemudian bangkit dari atas ranjang lalu keluar dari kamar itu. Di balik pintu kamar, tampak anak buah Zack sudah menunggunya untuk mengantar Nala pulang ke rumah.
__ADS_1
Setelah Nala keluar dari kamar itu, Zack pun tampak tersenyum smirk. "Cih! Wanita siluman, kau pikir aku akan sebodoh dulu, hah? Aku memang sengaja menyuruhmu pulang untuk bertemu dengan kedua orang tuamu, karena setelah ini jangan harap kau bisa bertemu lagi dengan kedua orang tuamu itu! Setelah ini kau selamanya akan hidup denganku karena kau adalah bonekaku, Nala. Kau adalah mainan bagiku! Hahahhaha..."
Zack kemudian bangkit dari atas ranjang yang ada di kamar itu, lalu keluar dari kamar, dan masuk ke dalam sebuah lift yang ada di pojok mansion, hingga lift tersebut berhenti di sebuah ruang bawah tanah mansion yang cukup gelap.
Dia pun melangkahkan kakinya mendekat pada seseorang yang ada di salah satu sisi ruangan bawah tanah. "Bangun!" bentak Zack sambil menendang kepala seorang laki-laki yang ada di depannya dan kini tengah duduk dengan tangan dan kaki terikat oleh rantai besi. Keadaan laki-laki itu tampak memperlihatkan, seluruh tubuhnya penuh luka lebam disertai darah yang mengalir dari beberapa bagian tubuh dan wajahnya.
Laki-laki itu lalu menatap Zack dengan tatapan nanar. "Terkutuklah kau dasar manusia biadab!"
"Fred, apapun yang kau katakan itu tidaklah penting bagiku, aku sama sekali tidak peduli itu! Sebentar lagi, aku akan pergi ke Jerman. Jadi beri tahu aku dimana alamat Gerland menyembunyikan Athena di Munchen!"
"Cuih! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberi tahu padamu karena bagiku penerus Daniel Austin adalah Gerald bukan kau! Dasar manusia tidak tahu diri!"
Zack pun mengangkat salah satu sudut bibirnya. "Itu bukan urusanku, dan aku tidak peduli itu. Sekarang beri tahu aku dimana Athena berada, atau anjing-anjing lapar itu akan memangsamu sekarang juga!" bentak Zack sambil menunjuk tiga ekor anjing yang ada di dalam kerangkeng di sisi yang berbeda di dalam ruang bawah tanah tersebut, anjing-anjing itu, tampak sedang menyalak ke arah mereka.
"Aku tidak akan mengatakannya padamu sampai Gerald mendapatkan apa yang dia inginkan."
"Baik, kalau itu maumu! Ternyata kau memang tidak sayang dengan nyawamu yang tidak berharga itu! Ck, menyedihkan sekali! Sekarang ucapkan selamat tinggal pada dunia, karena kesempatanmu untuk hidup hanya tinggal hitungan detik!"
Zack berjalan meninggalkan Fred sambil mengambil pistolnya, lalu menembakkan pistol tersebut ke gembok yang ada pada kerangkeng tempat anjing lapar itu. Gembok itu pun terlepas dan seketika membuat pintu kerangkeng terbuka, ketiga anjing tersebut pun berlari ke arah Fred yang saat ini mulai berteriak.
"Aaaaaaaaaaaa!"
__ADS_1
Guk guk guk guk
Zack pun tersenyum, disertai seringau tipis di wajahnya, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. "Itulah akibatnya kalau kau berani macam-macam denganku, Alfredo! Hahahahahahha....."