Makam Di Samping Rumah

Makam Di Samping Rumah
31. Bantuan Ustadz Khalid


__ADS_3

Aku dan mas Raihan segera menerjang keluar bangunan kayu itu. Terus berlari keluar dari halaman rumah. Meninggalkan Bryan yang masih meratapi jasad ayahnya. Pikiran kami sama-sama kalut. Takut terjadi apa-apa dengan Althaf yang berada sendirian di rumah.


"Positif thinking, Dek. Semoga Althaf baik-baik saja. Terus berdoa agar selalu diberi perlindungan oleh Allah. Kamu temui ustadz Khalid dulu untuk mencari bantuan. Mas yang akan periksa keadaan Althaf," jelasnya memberi instruksi yang kubalas dengan anggukan, sebelum kami berpisah di persimpangan jalan.


Segera kupercepat langkah kaki agar segera sampai di kediaman ustadz Khalid. Dan kebetulan sekali aku bertemu beliau di jalan.


"Ustadz!!" teriakku membahana. Bahkan burung yang sedang santai bertengger di atas dahan pun sampai terbang ke langit saking kagetnya.


Ustadz Khalid menoleh ke arahku sambil geleng-geleng.


"Assalamu'alaikum .... " sapanya ketika jarak kami sudah semakin dekat.


"W-walaikumussalam, Ustadz," balasku tersenyum kikuk sambil mengatur nafas yang ngos-ngosan.


"Ada apa, Mbak? Kok lari-lari begitu? Kayak baru lihat setan saja."


"Iya, Tadz. A-ada setan."


Ustadz Khalid mengerutkan keningnya. Wajahnya terlihat bingung.


"Pak Kades .... "


"Ada apa dengan pak Kades?"

__ADS_1


"Dia ... Dibunuh sama setan peliharaannya."


"Astaghfirullah hal'adzim. Mbak ini ngomong apa?"


"Ayo Ustadz ikut ke rumah kami dulu. Nanti kami jelaskan."


Meski masih nampak ragu, ustadz Khalid bersedia juga untuk mengikuti langkah kakiku. Sepanjang perjalanan aku berharap semua akan baik-baik saja. Semoga makhluk hitam tadi tidak berbuat macam-macam pada anak semata wayang kami.


Harapanku sirna saat langkah kaki hampir mencapai tujuan.


"Astaghfirullah! Al?!" pekikku dari kejauhan menyaksikan pemandangan diluar nalar itu.


Ustadz Khalid tak kalah terkejutnya denganku. Kami melihat dengan jelas, mas Raihan sedang berusaha menarik lengan Althaf yang sebagian tubuhnya seperti terhisap ke dalam tanah yang berada tepat di tengah-tengah makam keramat samping rumah itu.


"Tolong, Ma ... Al takut .... " rengeknya berlinang air mata. Sontak aku semakin panik saja.


"Kok bisa kayak gini, Mas? Apa makhluk itu yang—"


"Mas juga gak tau gimana ceritanya. Pas Mas dateng, Al sudah ada di sini teriak-teriak minta tolong. Tapi gak ada satupun warga yang mau keluar rumah," sesal mas Raihan membuatku geram.


Ku lirik ustadz Khalid sekilas. Beliau hanya diam di tempat dengan mata terpejam dan bibir bergerak kecil. Sepertinya dia sedang membacakan doa atau apalah aku tak paham.


Sepersekian detik kemudian, ustadz Khalid mendekati makam yang hampir saja menelan tubuh Althaf. Diusapnya nisan itu sembari terus menggumamkan doa. Perlahan tangannya yang memegang tasbih itu turun menyentuh tanah, lalu sampai ke badan Althaf yang masih terus meronta-ronta dengan panik.

__ADS_1


Tak lama sebuah keajaiban pun terjadi. Perlahan tapi pasti kami dapat menarik tubuh Althaf keluar dari dalam tanah dengan sedikit lebih mudah. Padahal tadi segala usaha kami seperti sia-sia. Terasa ada sesuatu di dalam sana yang menghalangi usaha kami.


Brugh!


Sebab tarikan yang terlampau kuat, tubuh Althaf yang sudah sepenuhnya keluar dari sana itu pun menimpa kami berdua hingga jatuh terlentang di atas tanah.


"Awh," rintihku yang merasakan sakit pada kedua siku.


Namun segera kuabaikan untuk melihat kondisi Althaf yang nampak mencurigakan. Bukankah dia tadi masih menangis? Kenapa sekarang senyap?


"Al? Bangun!"


Kutolehkan kepala ke sumber suara.


"Althaf kenapa, Mas?" tanyaku, belum memahami situasi yang terjadi.


"Astaghfirullah!"


Belum juga aku memastikan keadaan Althaf yang masih tertelungkup di tanah, ustadz Khalid sudah memekik dengan nada panik. Atensiku terbagi. Antara melihat kondisi Althaf dan apa yang membuat ustadz Khalid beristighfar ria.


Suamiku segera meraih tubuh Althaf, yang aku pikir anak itu sedang pingsan. Baiklah, Althaf sudah jadi urusan mas Raihan. Sekarang, apa yang membuat ustadz itu terkejut?


"Ada apa Us ... tadz .... ?" Pertanyaanku terputus saat netraku baru saja melihat darah yang mengucur dari dalam tanah lewat lubang yang tadi menghisap tubuh Althaf.

__ADS_1


Mau tak percaya,tapi ini terpampang nyata di depan mata. Apa yang sebenarnya terjadi?


__ADS_2