
Omar tahu siapa pria yang duduk di hadapannya, tapi tidak mengerti kenapa istri dan anaknya mengatakan kalau pria itu adalah OB.
Arjuna terlihat begitu gugup membuat Omar semakin curiga.
“Ada apa mencariku, apa ada kesalahan yang Zea lakukan?” tanya Omar pada Arjuna.
“Hm, tidak ada Om. Bukan itu maksud kedatangan saya.”
Kesalahan Zea adalah membuat saya jatuh cinta, batin Arjuna.
“Kedatangan saya kesini adalah ingin melamar putri Om dan ingin menikahi Zea secepatnya,” ungkap Arjuna.
Tanpa diduga, adik Zea yang ikut mendengarkan malah tertawa bahkan terbahak mendengar keinginan Arjuna. Bahkan Omar sampai menegur Lea.
“Ayah, gimana nggak lucu. Dia datang mau melamar bahkan ingin menikah dengan segera, mereka udah nggak tahan kali Yah atau Zea sudah hamil duluan,” ejek Lea lagi.
Omar bahkan harus mengingatkan Lea agar tetap sopan kepada tamunya.
“Kamu sadar apa yang kamu ucapkan barusan?”
“Sadar Om, sangat sadar,” jawab Arjuna.
__ADS_1
“Bagaimana bisa aku menikahkan kalian kalau Zea tidak pernah menyampaikan apapun tentang hubungan kalian,” tutur Omar.
“Mereka memang dekat,” ujar Mirna istri Omar. “Aku lihat mereka akrab waktu datang ke kantor Zea.
“Kamu menemui Zea? Untuk apa dan kapan?” tanya Omar.
“Hm, udah lama tau deh kapan. Aku lupa,” jawab Ibu.
Omar mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Zea. Bagaimanapun apa yang disampaikan Arjuna termasuk permintaan pria itu harus dikonfirmasi langsung pada Zea. Tidak ingin putrinya harus kembali menderita dengan pernikahannya, Omar tidak ingin sembarangan memutuskan menikahkan Zea.
Putri sulungnya itu sudah berkorban banyak untuk keluarga bahkan mengabaikan kebahagiaan sendiri. Termasuk kali ini, perusahaannya kembali stabil karena Zea mendapatkan donatur dan pihak-pihak yang membeli saham perusahaan.
Apalagi Omar tahu siapa pria di hadapannya saat ini, walaupun dia mengagumi semangat Arjuna yang dengan yakin mengatakan ingin melamar Zea dan menikahinya.
"Ayah," panggil Zea saat melewati gerbang rumah lalu terhenti saat melihat mobil yang sangat dia kenal terparkir tepat di samping mobil Omar.
"Ayah," panggil Zea lagi memasuki ruang tamu dan menyadari ada Arjuna di sana. "Kamu ngapain di sini?"
"Zea," tegur Ayahnya.
"Halah belaga lagi berantem padahal udah pengen cepat-cepat kawin," ejek Lea.
__ADS_1
"Duduk," titah Omar.
"Tapi dia mau ngapain di sini, Yah?"
Arjuna mengulum senyum karena rencananya berhasil. Selain dia bisa bertemu Omar untuk mengutarakan niatnya, dia juga bisa bertemu Zea yang sudah dua hari ini tidak meresponnya.
"Ya makanya kamu duduk, biar tahu untuk apa atasan kamu ada di sini," titah Omar dengan nada yang tidak biasa karena sejak tadi Mirna dan Lea terus menghina Arjuna dan Zea yang masih berdiri seakan tidak menyukai kehadiran Arjuna.
"Atasan?" tanya Lea dan Mirna serempak.
"Iya, pria ini pimpinan perusahaan teman Zea bekerja dan kamu pindah duduk di samping bosmu," titah Omar saat Zea hendak duduk di sofa lain.
"Pimpinan gimana, dia itu OB yah. Aku lihat sendiri kok," sela Lea.
"Saat itu mungkin matamu sedang bermasalah," sahut Omar. "Zea, kedatangan pria ini adalah ingin melamar kamu dan menikah denganmu segera. Sedangkan Ayah tidak pernah mendengar kamu berhubungan dengan dia, jadi apa pendapat dan jawabanmu? Langsung kamu jawab sendiri." Omar bersidekap menatap Zea dan Arjuna yang duduk berdampingan dihadapannya.
\=\=\=\=
Cieeee Arjuna gercep yessss
__ADS_1
Jangan lupa jejak yess dan mampir ke karya aku yg baru judulnya SUAMI PENGGANTI, ada juga yg agak horror PESAN TERAKHIR. Ditunggu di sana ya 🥰🥰🥰