
“Aku maunya di Bali,” rengek Almira.
“Ck, kamu pikir ….”
“Biayanya besar? Tapi ‘kan sekali seumur hidup,” seru Almira lagi. Saat Almira mengatakan akan menerima cinta dari temannya, Leo langsung menyanggupi akan segera menikahi Almira kepada Arjuna. Saat ini Almira menyampaikan keinginan konsep pernikahannya.
“Ya tidak masalah, aku setuju saja dengan Bali tapi sebagai tempat honeymoon bukan untuk lokasi resepsi,” tolak Leo masih fokus dengan dokumen di meja kerjanya.
“Dasar kaku,” ejek Almira.
Leo pun beranjak dari kursi kerjanya dan meninggalkan ruangan tanpa pamit pada Almira yang masih duduk di sofa.
“Kak Leo mau kemana?”
“Bertemu Kakakmu, aku sibuk Almira,” jawab Leo membuat Almira kembali memekik pada Leo berisi ancaman kalau dia tidak ingin melanjutkan rencana pernikahannya.
“Jangan begitu,” ujar Leo menahan Almira dengan mencengkram tangan gadis itu.
“Terserah aku dong, Kak Leo itu seperti tidak serius.”
“Aku serius Almira. Sore, nanti sore kita bicarakan lagi,” janji Leo pada Almira.
“Awas saja, sore masih sibuk mending aku terima cinta lain dari pada nungguin kamu yang kaku kaya kanebo kering.”
Leo hanya menghela nafasnya saat Almira melewati dan meninggalkannya.
“Nggak kakaknya, nggak adiknya sama-sama ngeselin tapi kalau yang ini sih masih bisa dimaklumi karena cinta. Kalau kakaknya ‘kan bikin senewen doang,” gumam Leo.
“Kegiatannya lusa?” tanya Arjuna yang mendapatkan laporan dari Leo tentang rapat kerja sekaligus peresmian merger perusahaan cabang.
“Ck, memangnya Bella tidak ingatkan kamu lagi. Kegiatan ini sudah terjadwal jauh-jauh hari,” terang Leo.
__ADS_1
“Oh ya sudah tinggal berangkat aja. Sekalian saja ajak Almira, katanya dia mau hunting lokasi untuk kalian resepsi.”
“Nanti dulu, aku siap menikahi dia tapi bukan di Bali. Kamu ngertiin aku dong, ini bukan hanya perkara nominal rupiah tapi ….”
“Bicarakan saja dengan Almira, itu bukan urusanku tapi keberangkatan nanti dia akan tetap aku ajak. Selama dia belum menikah, tanggung jawabnya ada padaku,” ungkap Arjuna.
Leo mengulum senyum melihat Arjuna semakin lebih dewasa dan serius menjalankan perannya.
Sedangkan di tempat berbeda, Gavin bergegas setelah mendapatkan informasi keberadaan Zea. Tidak ingin melewatkan kesempatan itu, apalagi dia tahu Arjuna dan Zea tidak lagi dalam satu urusan.
“Mau kemana kamu?” tanya Ayah Gavin yang sudah berada di depan pintu saat putranya bergegas akan pergi.
“Aku ada urusan, Yah.”
“Masuk, Ayah ingin bicara.”
Gavin rasanya ingin mengumpat tapi tidak berani karena pria itu adalah orangtuanya. Keduanya duduk berhadapan di sofa ruang kerja Gavin.
“Salah satu cabang, ada masalah. Ayah ingin kamu segera ke sana untuk mengurusnya,” titah Mahendra pada Gavin yang tentu saja menggagalkan rencana pria itu.
Gavin mendapatkan tatapan sinis dan tajam dari Ayahnya karena bertanya hal yang seharusnya tidak perlu dia tanyakan lagi.
“Menurutmu bagaimana? Apa harus tunggu sampai semua tidak bisa terselamatkan?”
Gavin bergeming membuat Mahendra mengernyitkan dahi dan penasaran dengan sikap putranya. Biasanya Gavin akan cepat respon dan bertindak ketika ada masalah tapi kali ini seperti tidak peduli.
“Ayah, bagaimana kalau aku urus itu setelah aku menyelesaikan urusanku di Bali?”
“Ada Mauren di sana, biarkan adikmu saja yang urus,” titah Ayah Gavin.
“Sebentar saja Yah, hal ini tidak bisa diurus oleh Mauren karena harus aku sendiri yang turun tangan,” seru Gavin.
__ADS_1
“Dalam hidup kamu itu hanya ada dua opsi, bisnis dan wanita. Untuk kali ini, Ayah rasa bukan urusan bisnis. Masih banyak wanita lain, jangan habiskan waktumu untuk wanita itu karena sudah membuatmu mengejarnya.”
...***...
“Kenapa sih, Kak Leo nggak bareng kita?” tanya Almira lagi. Dia dan Arjuna sudah tiba di bandar udara I Gusti Ngurah Rai, dan sedang menyeret kopernya masing-masing. Arjuna mengabaikan ucapan Almira yang sejak di pesawat terus mengeluhkan hal yang sama yaitu Leo.
“Kak,” rengek Almira sambil menghentakkan kakinya.
“Kamu mau ikut atau aku pulangkan lagi?”
“Iya kenapa Kak Leo nggak bareng kita?”
“Masih ada yang harus dia kerjakan, posisinya sama penting denganku jadi jangan rewel begini. Kamu mau dia batalkan pernikahan kalian karena kamu yang posesif dan manja,” jelas Arjuna yang direspon Almira dengan mengerucutkan bibirnya.
“Pak Arjuna,” panggil seseorang membuat Arjuna dan Almira menoleh.
Ternyata Bella, dia sudah tiba sejak kemarin untuk mempersiapkan acara.
“Selamat datang, mari kita langsung ke hotel,” ajak Bella pada kakak beradik yang tadi sempat berdebat.
“Tunggu dulu, kita ke hotel mana?”
“Grand Maya, Denpasar. Kurang lebih tiga puluh menit dari sini,” sahut Bella.
Almira menoleh ke arah Arjuna.
“Kak, aku mau survey lokasi di daerah Seminyak,” ujar Almira.
“Nanti saja dengan Leo atau setelah acara di sini beres.”
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Siapa yang bakal ketemu Zea duluan yaaaa 🥰