
Happy Reading.
Laura menatap Austin yang terlihat begitu khawatir, dari gelagatnya sepertinya Austin ingin mengatakan sesuatu tapi masih sedikit ragu. "Laura, duduklah, akan ku buatkan susu hangat," ucap pria itu.
Tentu saja Laura menurut, ada rasa yang mengganjal di hati wanita itu mengenai kejadian semalam. Bagaimana kalau Austin sampai tahu dia menginap di rumah Josh yang notabene adalah mantan kekasihnya? apakah dia harus jujur atau membiarkan saja masalah itu.
"Sepertinya Flo sudah berangkat sekolah bersama pengasuhnya, tadi saat aku ke apartemen mereka sudah tidak ada," ucap Austin yang datang membawa segelas susu hangat untuk Laura.
"Terima kasih, sayang," ucap Laura kemudian meminum susu hangat tersebut.
"Oh ya, aku akan berangkat ke kantor, kalau kamu tidak enak badan sebaiknya istirahat dulu, nanti aku akan menyuruh Brenda meng-handle semuanya," ucap Austin.
"Baiklah, aku akan ke kamar," Laura bangkit dan di bantu oleh Austin. Setelah mengantarkan wanita itu ke dalam kamar untuk istirahat, Austin memutuskan untuk langsung pergi ke kantor karena jam juga sudah semakin siang.
Mungkin nanti saja dia berkata jujur pada Laura tentang Aldo, saat ini ada yang lebih penting untuk dia urus.
***
Ave termenung di dalam ruangan nya yang berukuran 6X8 meter itu, selama Enam tahun ini dia belum pernah merasakan galau dengan pilihannya tentang Aldo, namun ketika menghadapi situasi di mana sang putra terlihat memaksakan untuk tersenyum dan mengangguk, ada tatapan sendu di balik netra matanya yang biru cerah itu.
'Hah, sepertinya ini memang lebih baik, aku tidak perlu terlalu galau memikirkan, bukankah aku dan Austin juga sudah bukan siapa-siapa lagi, kita bisa bertemu dan berinteraksi karena Austin menjadi klienku!' batin Ave.
Tok, tok, tok!
Daisy membuka pintu setelah di persilahkan masuk, wanita muda itu menyerahkan beberapa laporan akhir bulan.
"Daisy, bagaimana dengan liburan akhir tahun nanti?" tanya Ave pada asistennya itu.
"Ehm,,, liburan nanti saya akan mengajak teman dekat saya Nyonya," jawab Daisy tersipu.
"Hemm, teman dekat atau..."
__ADS_1
"Teman kok, kita sudah berteman lama, dan dia bersedia ikut saya liburan akhir tahun ini, katanya mumpung gratis," gadis itu terkekeh.
Baguslah, nikmati liburan kalian, tinggal dua Minggu lagi, jadi persiapkan waktu dan jaga kesehatan agar kondisi tetap fit. Kamu tahu kan kalai Hawaii sedang musim hujan, sangat berbeda dengan musim di tempat kita," ucap Ave.
"Apakah Nyonya Ave akan liburan bertiga sengan tuan muda Aldo san Nyonya Alma?" Ave menggeleng.
"Mungkin aku akan di rumah, masih banyak yang harus aku lakukan karena banyak persiapan menjelang awal tahun baru nanti, selamat bersenang-senang untuk kalian," ujar Ave.
Daisy mengangguk, "tentu saja, Nyonya, tapi sepertinya Nyonya juga butuh istirahat dan liburan, siapa tahu nanti bisa ketemu jodoh pasa saat berlibur,, Aww!" Ave langsung menghadiahkan sebuah pulpen di tubuh asistennya itu.
"Jangan bicara macam-macam, Daisy! kamu kira hidupku bakal sepi kalau tidak ada kekasih, huh!" Ave pura-pura cemberut.
"Hehehe, ya kan bisa sambil nyariin calon Ayah untuk tuan Aldo," jawab Daisy cengengesan.
Ave langsung terdiam ketika mendengar ucapan asistennya itu. Calon Ayah untuk Aldo, ya? Selama ini memang banyak orang yang bersedia untuk menjadi calon Ayah Aldo, banyak yang mendekatinya bahkan menawarkan cintanya untuk Ave. Para laki-laki itu bahkan terlihat tulus menyayangi sang putra, bersedia menerimanya menjadi bagian hidup.
Namun Ave masih trauma dengan cinta, dia tidak ingin jatuh cinta lagi dengan siapapun, Ave memilih fokus pada karir dan mengurus sang putra. Namun, kini ada suatu hal yang mengganjal di hatinya, mengenai keberadaan Austin yang sudah mengetahui tentang Aldo.
***
Austin menggeleng meskipun Zack tidak akan pernah bisa melihatnya karena mereka hanya bercakap via telepon.
"Tidak, bukan semua yang kau sebutkan, aku tidak ada masalah untuk semuanya tadi, namun ini masalah lain."
Zack mengerutkan keningnya di sebrang, dia tahu kalau sahabatnya ini banyak memiliki masalah dalam hidupnya, namun biasanya Austin terlihat kuat dan hampir tidak pernah mengeluh setiap ada masalah.
Seingat Zack hanya satu masalah yang membuatnya mengeluh, yaitu tentang keberadaan sang mantan istri, Ave Calista.
"Zack! Zack! Apa kau masih di sana!"
"Tentu saja, tidak perlu berteriak karena aku tidak tuli, Austin!"
__ADS_1
Austin terkekeh, sudah lama dia tidak mendengar cacian dari sahabatnya ini.
"Salah siapa di panggil dari tadi cuma diam, kan ku kira kamu tertidur!"
Zack yang saat ini sedang berada di ruangannya mendongak ketika melihat pintu ruangan nya terbuka. Seorang gadis cantik bersurai hitam masuk ke dalam.
"Maaf Mister, tadi saya sudah ketuk pintu beberapa kali, karena Mister terlihat sibuk, jadi saya putuskan untuk masuk, ini adalah hasil skripsi saya yang sudah saya benahi," ujar gadis cantik itu.
"Ah, ya Maria, letakkan itu di meja," jawab Zack sambil menunjuk meja di depannya.
"Kenapa masih di sini?" tanya Zack pada salah satu mahasiswi bimbingan nya.
"Ehm,, sebenarnya saya mau memberikan undangan ulang tahun saya pada Mister, saya harap Mister bersedia datang, permisi!" gadis yang bernama Maria itu meletakkan sebuah undangan berwarna pink muda di atas meja dan langsung keluar dari ruangan Zack.
Austin tertawa di sebrang, mendengar decakan dari Zack semakin membuatnya tergelak.
"Kenapa kamu tertawa seperti itu? Ku rasa tidak ada yang lucu sama sekali!"
"Hahaha, ternyata setelah sekian tahun nasibmu tetap sama, ya? Menjadi dosen idola di kampus dan di suaki oleh gadis-gadis muda yanh usianya berjarak belasan tahun darimu, aku benar-benar salut!"
Zack mendengus kesal, terlihat sekali kalau Austin sedang mengejeknya.
"Nasib status nya di gantung memang seperti ini, susah sekali meyakinkan Carrol untuk menikah, dia merasa takut kalau aku akan menyakiti nya atau berselingkuh dengan wanita lain, padahal selama ini banyak yang mendekati ku bahkan dengan suka rela minta ku tiduri, tapi aku tidak akan pernah mau melakukan hal konyol hanya karena hasrat dan gairah, cintaku pada Carrol lebih besar dari rasa apapun!" ucap Zack.
"Sepertinya sekarang gantian kamu yang curhat, ya?" sindir Austin.
"Baiklah, lupakan aku dan sekarang cerita ada masalah apa di Florida?"
"Zack, aku bertemu dengan Ave dan aku juga mengetahui satu fakta yaitu tentang putra kami, aku memiliki anak dengan mantan istriku dan aku sama sekali tidak tahu!"
"Apa?? Jadi kamu sudah tahu??"
__ADS_1
Austin mengerutkan keningnya. "Apakah kamu sudah mengetahui semua ini??"
Bersambung.