
Happy Reading.
Austin mengumpat kesal ketika mendengar Zack mengatakan bahwa dia tahu kalau Ave sedang hamil saat menceraikannya dulu. Meja dan kursi menjadi sasaran Austin karena di depannya hanya ada itu. Kalau tidak sayang laptop nya pasti itu juga akan jadi sasaran, sayang karena di dalamnya banyak dokumen-dokumen penting yang bisa membuat kesejahteraan dalam masa depan nya.
Misalkan Zack ada dihadapannya saat ini, dosen tampan itu sudah di pastikan babak belur. Austin tidak terima karena semuanya berbohong padanya. Ya, akhirnya Zack menceritakan semuanya karena pada akhirnya Austin juga mengetahui keberadaan Aldo. Marah, kecewa sudah pasti Austin rasakan.
"Sial! sial! kenapa semua tega padaku!!" Austin mengerang frustrasi.
"Sepertinya aku harus bertemu dengan mereka!" Pria itu mengambil ponselnya yang dia lempar ke atas sofa di ruang kerjanya setelah mendengar cerita Zack beberapa menit lalu tentang sebuah kebenaran.
Tuutt...!!
"Halo, Ave! aku ingin bertemu dengan mu dan Aldo, nanti setelah Aldo pulang sekolah aku akan mengajaknya ke kantormu, tenang saja, biar aku yang jemput Aldo."
Ave mengerjap beberapa kali mencerna ucapan Austin, setelah beberapa detik akhirnya dia paham.
"Oh, baiklah."
"Sekalian membahas Aldo bersama Laura, aku ingin kita bertiga bertemu."
Ave menelan Saliva nya dengan susah payah, apa dia tidak salah dengar? Austin ingin membicarakan masalah Aldo dengan calon istrinya.
__ADS_1
Ya, tentu saja Austin harus melakukannya karena biar bagaimanapun Aldo memang ada di antara mereka dan Austin ingin menjelaskan pada Laura tentang keberadaan putranya.
Ya, itu memang sangat wajar, apalagi mereka berdua akan menikah, sudah seharusnya saling jujur itu adalah kunci sebuah hubungan. Hati Ave merasa sedikit ngilu, jika mau jujur sebenarnya selama hampir sebulan ini bertemu dengan Austin membuatnya merasa berada di masa lalu.
Masa di mana mereka masih menjadi pasangan, dan berakhir karena perselingkuhan.
"Halo, Ave? apakah kamu masih mendengar ku?"
Aku masih bisa mendengar dengan jelas suaramu, Austin.
"Ya, aku dengar, baiklah, sebaiknya memang Laura harus tau tentang Aldo, itu akan lebih baik, biar bagaimanapun kalian akan segera menikah, aku harap Laura menerima Aldo, sudah dulu ya, aku sibuk!"
Ave langsung menutup panggilan tersebut, wanita itu mengambil napas dalam-dalam dan di hembuskan perlahan, ada rasa sesak di dadanya. Entah karena apa, mungkinkah karena pernikahan sang mantan?
Siapa yang bilang dia tidak akan merasa sakit hati atau bisa di katakan sedikit cemburu melihat mantan suaminya yang sudah bisa move on darinya begitu cepat, Ave awalnya menampik semua rasa itu, namun ternyata dia tetap kalah dengan kenyataan yang ada.
Ada sebersit rasa pedih ketika mengetahui Austin benar-benar begitu mudah melupakan nya dan membawa hati wanita lain masuk ke dalam hatinya.
'Dasat player, dulu aja pas selingkuh sok sokan minta maaf, tapi sekarang dengan mudahnya memutuskan menikah dengan wanita lain!' kesal Ave hanya bisa dia ucapkan dalam hati.
"Kenapa juga aku harus kesal! bukankah semua itu adalah keputusan mu? ayolah Ave, dunia ini bukan melulu tentang mantan, kalau kamu mau, banyak yang menginginkan mu menjadi istri, tapi akunya yang gak mau!" gumam wanita itu dengan bahu yang merosot.
__ADS_1
Sedangkan Austin sendiri merasa sedikit terkejut dengan ucapan Ave yang menurutnya seakan menunjukkan kalau dia tidak suka, bukan masalah tidak suka karena Austin akan memberitahu tentang Aldo pada Laura, tapi entah kenapa dia merasa kalau ada nada cemburu yang di ucapkan oleh mantan istrinya itu.
"Ave, kalau kamu memang benar-benar cemburu, atau kamu menginginkan aku kembali padamu, pasti langsung ku tegaskan saat itu juga pada Laura, meskipun aku akan menyakiti hatinya dan membuat kerjasama kita berantakan, namun aku tidak akan menyesal mengambil keputusan itu!" gumam Austin menatap foto Aldo di layar ponselnya.
Tapi Austin sadar, jika Ave tidak akan pernah punya pikiran seperti itu. Aku terlalu banyak menyakiti nya. Batin Austin.
****
Aldo dan Florensia berlari ke arah Austin yang sedang melambaikan tangan nya.
"Hai Paman!"
"Hai, Dad!" Florensia langsung menoleh ke arah Aldo. "Dad?" tanya gadis kecil itu. "Paman Austin adalah Daddy ku, iya kan, Dad?"
Austin tersenyum kemudian berjongkok untuk menyamakan posisi dengan kedua anak kecil itu. "Iya, Flo pasti juga kaget, kan? paman juga, tapi memang inilah kenyataannya, Al ini adalah putra Paman dengan mantan istri Paman yang dulu, Mommy nya Aldo," jawab Austin tanpa ada keraguan.
Flo hanya manggut-manggut saja, kemudian ketiganya langsung pergi ke apartemen untuk menjemput Laura, sebelumnya Austin telah memberitahu calon istrinya itu akan mengajaknya ke tempat Ave misalkan keadaan Laura sudah membaik.
Wanita itu mengatakan bahwa dia sudah merasa mendingan dan bisa bertemu dengan Ave untuk membahas pernikahan, begitu yang di pikiran Laura.
Dia tidak tahu bahwa apa yang akan terjadi kedepannya bukanlah sesuatu yang ia rencana kan.
__ADS_1
Bersambung.
Nanti up lagi ya, othor sedang pusing mikirin View yang nurunš