Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Butuh Perjuangan


__ADS_3

Happy Reading.


Austin memandang mantan istrinya yang masih shock mendengar ceritanya tentang bagaimana dia memutuskan Laura dengan mudahnya, "bagaimana Ave? apakah kamu mau balikan lagi?"


Ave bersedekap dada, "hahaha, siapa yang mau balikan? rintangan nya banyak!!"


Ave benar-benar kesal dengan sikap Austin yang seenaknya sendiri. Bagaimana perasaan Laura sekarang? pasti wanita itu merasa sangat sakit hati, apalagi hubungan itu sudah hampir melangkah ke pelaminan.


Sedangkan Austin sendiri lebih tertarik dengan kata-kata sang mantan istri tentang 'Rintangan' untuk bisa balikan bersama Ave lagi.


"Rintangan, ya? tidak masalah, setidaknya aku memang harus butuh rintangan untuk memperjuangkanmu dengan Aldo, aku harus banyak menebus kesalahanku selama Enam tahun ini dengan tidak pernah mengetahui perkembangan putra kita, aku ingin bisa membuat Aldo merasakan kasih sayang seorang Ayah yang sejak kecil belum pernah ia dapatkan," ujar Austin.


Ave hanya bisa memijit keningnya, dia benar-benar pusing dengan sistuasi yang terjadi saat ini, serentetan kejadian yang tidak pernah dia duga mulai dari kencan buta dengan pria setengah gila yang hanya menginginkan dia melahirkan keturunannya, kemudian tiba-tiba mantan suaminya datang ke rumahnya dan ingin kembali bersama dan sekarang sang mantan justru menginginkan memperjuangkan dirinya kembali.


"Apa kamu sadar Austin, kalau kamu menginginkan kita bisa kembali bersama tentu tidak akan semudan membalikkan telapak tangan, kamu harus menghadapi Ibuku yang sepertinya akan sangat sulit untuk mendapatkan persetujuannya sekarang!"


"Aku tahu, bukan hanya itu saja, aku juga harus segera menemui keluarga Laura untuk mengatakan masalah pembatalan perjodohan itu," jawab Austin.


Ave masih memijit keningnya karena sejujurnya dia merasa begitu pusing karena sudah mengantuk juga, bukan hanya karena masalah yang di timbulkan oleh sang mantan suami. "Terserah kamu mau melakukan apa, aku tidak akan ikut campur, jangan kembali mengajakku balikan kalau urusanmu sendiri belum selesai dan kamu juga harus bisa membujuk ibuku, sekarang ini bukan hanya kita yang harus andil dalam hubungan yang kamu inginkan, kita harus memikirkan banyak orang, jadi kalau kamu tidak siap atau tidak bisa memenuhi semuanya, lebih baik tidak usah balikan, kita sudah bukan anak muda lagi yang hanya mengumandangkan cinta, namun hubungan yang aku inginkan hanyalah sebuah keluarga kecil dengan rasa saling percaya dan setia, membesarkan Aldo dan membuatnya jadi orang yang sukses!" ujar Ave panjang lebar.

__ADS_1


Austin hanya diam saja, tidak memberikan jawaban apapun, Ave mengira kalau mantan suaminya itu keberatan dengan permintaannya. Akhirnya wanita itu menoleh ke samping dan melihat Austin sudan tidur terlentang di sampingnya. Posisi mereka memang masih berada di atas ranjang dan saling duduk di sisi.


"Austin!! kamu mendengarku atau tidak! huft, malah tidur!" Ave menggoyangkan lengan Austin kesal.


Tiba-tiba saja tangan Ave di tarik oleh Austin membuat tubuhnya ambruk di samping pria itu, Ave terpekik saat tangan Austin memeluknya dari samping dengan sangat erat, "aku dengar apa yang kamu katakan, aku juga akan bertanggung jawab menyelesaikan semuanya, sekarang ayo kita tidur, aku tahu kamu lelah dan mengantuk, aku juga," bisik Austin.


Ave akhirnya hanya pasrah saat Austin menelusupkan kepalanya di tengkuk sang mantan istri, dia juga sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat, akhirnya Ave ikut memejamkan matanya dan berharap waktu tidak cepat berlalu karena dia masih ingin berlama-lama dengan tidurnya.


Entah kenapa tiba-tiba dia ingin tidur berlama-lama, apakah karena kenyamanan yang ia dapatkan dari pelukan Austin, jujur hal itu membuatnya sangat nyaman seakan kembali ke masa lalu. Tidak lama kemudian Ave pun ikut terlelap dan menjelajah ke alam mimpi.


Pagi hari yang terasa dingin membuat dua insan yang masih tidur saling berpelukan semakin mengeratkan pelukan mereka, namun Austin lebih dulu membuka mata ketika merasakan tangan kirinya sedikit kebas akibat di jadikan bantal oleh Ave semalaman.


Pria itu bisa menatap sang mantan dengan leluasa dengan jarak yang sangat dekat, bulu mata lentik, bibir sensual dan alis yang rapi, ternyata mantan istrinya memang secantik itu sejak dulu. Austin ingat bagaimana dulu dia begitu memuja Ave karena kecantikan dan kecerdasan nya.


Austin mengecup kedua mata Ave, turun ke hidung mungil itu dan kemudian mengecup bibir sang mantan istri. Hanya kecupan, karena Austin tidak mau Ave terbangun akibat ulahnya.


'Jadi pengen lagi 'kan!'


Austin kembali menempelkan bibirnya dan sedikit memagut bibir itu, pelan-pelan saja agar Ave tidak bangun. Merasakan manis bibir sang mantan istri yang selalu ia rindukan.

__ADS_1


Namun kegiatan itu harus berakhir karena tidak lama setelah itu suara Aldo terdengar begitu kencang berteriak memanggil Mommy-nya.


"Mommy!!! Mom!! kenapa Mommy belum bangun juga!!"


Brak!!


Ave dan Austin terbangun karena Aldo membuka pintu kamar dengan sangat keras.


"Mom!! Dad!! kenapa kalian tidur bersama!!"


Kedua orang tua itu langsung panik seketika, Ave yang lebih dulu turun dari atas ranjang dan berjalan menuju ke arah sang putra.


"Sayang, ehmm, ini tidak seperti yang Aldo pikirkan!" ucap Ave gugup. Seperti terciduk karena berbuah hal-hal yang tidak baik untuk di lihat seorang anak kecil.


"Kenapa, Mom!! Dad!! kenapa Al gak di ajak tidur bareng!! Aaakkkk...!!!!"


Austin yang melihat anaknya menangis langsung datang dan menggendongnya. "Sayang, jangan nangis donk, Al 'kan sudah besar, jadi gak boleh nangis," ucap Austin menenangkan putranya.


"Tapi Dad dan Mommy jahat!! kalian tidur bersama sedangkan Al hanya tidur sendirian!!"

__ADS_1


Ave dan Austin saling memandang mendengar ucapan sang putra.


Bersambung.


__ADS_2