
Happy Reading.
Pagi ini adalah hari yang paling bersejarah untuk Austin dan juga Ave, kenapa dikatakan bersejarah?
Karena ini adalah momentum di mana keduanya sama-sama tidak menyangka akan berdiri di altar kembali setelah menempuh perjalanan panjang dengan aral melintang, bahkan Austin sudah sempat akhirnya mereka berdua telah resmi menjadi pasangan suami dan istri lagi.
Tidak pernah terbayangkan di benak keduanya jika mereka akan bisa bersama kembali. Benang takdir memang seakan menyatukan mereka meskipun sempat berpisah selama beberapa tahun.
Semuanya terlalu mendadak, pernikahan yang seharusnya menjadi pernikahan Austin dan Laura, kini mempelai wanitanya seakan digantikan oleh wanita lain.
Tidak, Austin tidak memilih tanggal yang sama dengan tanggal yang ditetapkan sebagai pernikahan nya dengan Laura. Tentu saja Austin sudah mengkonfirmasi bahwa pernikahan itu telah batal.
Walaupun demikian pernikahan kali ini cukup sakral dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan rekan kerja.
"Selamat ya Bro! akhirnya kalian berjodoh kembali!" seloroh Zack memeluk Austin.
Sahabat sekaligus saudara beda ibu itu di masa lalu pernah berkonflik dengan Austin. Namun Austin bisa mengerti kenapa dulu Zack seperti itu, dan sekarang dia merasa bahwa semua kejadian pasti akan selalu ada hal yang baik dari Tuhan.
"Mereka memang ditakdirkan bersama, jadi meskipun alam menghalangi, tetap tidak akan bisa mengalahkan takdir yang telah dibuat oleh Tuhan untuk mereka," ujar Caroline.
Austin dan Ave saling memandang dan tersenyum, meng-Aminkan setiap doa yang diucapkan untuk mereka.
"Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian ini?" tanya Ave menatap Zack dan Caroline bergantian.
__ADS_1
"Kalau aku sudah siap dari dulu, bahkan saat Carol masih menjadi mahasiswi ku, aku sudah siap menikahi nya, tapi kalian tahu sendiri kan, kalau Caroline pasti selalu banyak alasan, padahal sekarang kekayaan ku sudah cukup untuk menandingi kekayaan Zidane."
"Eghem! Apakah kau sedang membandingkan dirimu denganku, calon adik ipar!" sebuah suara berat yang tiba-tiba menjawab ucapan Zack tentu saja membuat semua orang itu langsung melihat ke arah sumber suara nya.
"Zidane! Astaga, akhirnya kau bisa menghadiri acara pernikahan ku, untuk yang kedua kalinya!" seru Austin menyambut pelukan ala pria sahabat karibnya itu.
Memang sudah lama mereka tidak bertemu, semenjak Austin bertunangan dengan Laura dan dengan kesibukannya membuat dia dan Zidane tidak saling berhubungan lama.
"Tentu saja aku datang, aku ingin melihat ending dari kisah mu ini!" jawab Zidane.
"Alana di mana? Apa dia tidak ikut bersama mu?" kali ini Ave yang bertanya.
"Alana sedang hamil anak kedua kami, jadi aku tidak memperbolehkannya ikut bersama ku," jawab Zidane.
Entah kenapa tiba-tiba dia juga ingin memiliki anak lagi, membayangkan memiliki baby mungil yang imut pasti akan sangat menyenangkan, sepertinya keinginannya itu pasti terwujud dengan di takdirnya nya Austin kembali untuk dirinya.
"Ku harap kamu tidak terlalu posesif pada istrimu, tuan Zidane! Penuhilah keinginannya dan jangan membantah, wanita hamil juga pasti lebih peka," lanjut Ave.
"Tentu saja Nona Ave, aku harap suamimu ini juga tidak terlalu over posesif," ucap Zidane menggoda sahabatnya yang memang semakin posesif ketika sudah bisa mendapatkan Ave kembali.
"Oh ayolah kawan, aku ini terlalu bahagia bisa mendapatkan kepercayaan dan cinta dari mantanku, tidak akan ku sia-siakan sampai maut memisahkan kita!" Austin mencium pipi Ave membuat si empunya terkejut.
Maklum, masih banyak orang di hadapan mereka, tapi Austin tidak akan pernah malu untuk mengungkapkan pada dunia bahwa dia telah membawa kembali miliknya, wanitanya.
__ADS_1
Membawa cinta dan hati Ave untuk ia genggam dan tidak akan pernah dia lepas lagi sampai kapan pun.
"Setidaknya jangan terlalu posesif sama istri sendiri," ucap Zidane yang hanya di iyakan oleh Austin.
Dia tidak akan posesif kalau Ave tidak banyak yang melirik, semenjak dekat lagi dengan wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu, banyak para pria yang terang-terangan menatapnya, membuat Austin jengah.
"Zidane, bagaimana dengan ku? Aku yang paling merana di sini!" sela Zack menatap calon kakak iparnya.
"Carol, apa kamu tidak kasian terhadap kekasihmu yang masih kamu gantung ini?" seakan mengerti keinginan Zack yang memintanya agar bisa membujuk Caroline untuk segera mau di ajak nikah.
Gadis yang terlihat begitu cantik itu tersenyum manis, "aku siap kapanpun di ajak nikah kok," jawaban Caroline membuat Zack menganga tidak percaya.
"Benarkah sayang?" Caroline mengangguk mantap.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita kembali ke Florida dan langsung pergi ke kantor catatan sipil!" Zack menarik lengan Carol lembut setelah dia berpamitan kepada semuanya.
"Dad!! Mom!!" Aldo berlari menuju kedua orang tuanya dan langsung meminta gendong sang Daddy.
Nyonya Alma melihat nya dari kejauhan dengan tatapan yang berbeda, kali ini mata teduh itu menatap dalam dan penuh arti, bibirnya tidak berhenti mendoakan kebahagiaan putrinya yang sekarang sudah resmi ia lepas kembali pada orang yang sama seperti 8 tahun lalu.
"Semoga kali ini pilihan yang kau pilih tepat, nak!"
Bersambung.
__ADS_1