Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Kalau ada yang mau tahu kisah Austin dan Ave dulu masih menikah ada di novel othor yang lain judulnya Kekasih Gelapku.


Mampir ke sana kalau mau tahu kisah seru mereka sebelum bercerai 🤭


Cuss kita kembali ke masa sekarang.


Happy Reading.


Austin berusaha untuk tidak gugup, ingatkan dia bahwa terakhir kali bercinta yaitu Enam tahun lalu saat dia memperkosa istrinya yang saat ini tengah memeluknya itu.


Dan jangan lupa jika ia tidak menuntaskan hajatnya karena sudah terkena pukulan dari Zack.


Austin sudah tidak pernah lagi melakukan hubungan intim dengan siapa pun meskipun dia dan Laura sudah memiliki hubungan. Austin sama sekali tidak berminat lagi untuk melakukan hal tersebut. Entah kenapa hasratnya padam begitu saja.


Tapi lihatlah sekarang, nyatanya dia dengan mudah berhasrat hanya dengan memeluk sang mantan istri.


Jaguarnya juga seakan tahu mana sarangnya dan bukan, dia bahkan sudah meronta sejak tadi minta masuk sarang hangatnya.


'Oh, Jaguar, kamu jangan bikin aku tambah malu! Jadilah anak baik, oke!' batin Austin menasihati senjatanya sendiri.


Sungguh menggelikan memang, namut itulah yang Austin rasakan.


'Aku harus secepatnya tidur, bisa memeluk Ave saja sudah menjadi anugerah terindah dalam hidupku, jadi jangan berpikir macam-macam lagi!'


Austin memutuskan untuk semakin memejamkan matanya dan membayangkan hal-hal yang lain, agar otak nya tidak traveling kemana-mana.


Sedangkan di kamar samping.


Caroline membuka matanya perlahan, tenggorokan nya terasa haus dan kering, gadis itu melihat jam di nakas masih menunjukkan pukul 2 pagi.

__ADS_1


Sepertinya malam ini cuaca semakin dingin, dan hal itu membuat Carol langsung kehausan. Perlahan tangan gadis itu membuka selimut, dia melihat tangan Zack yang masih setia melingkar di perutnya. Dengan hati-hati Caroline mengangkat tangan kekasihnya yang berat itu.


"Mau kemana?" Caroline terkejut mendengar ucapan Zack.


"Ya Tuhan, Zack, kenapa ngagetin, sih? Ku kira kamu masih terlelap!" gadis itu mengusap dadanya.


"Aku tadi masih terlelap, tapi terbangun gara-gara kamu bergerak," jawab Zack mengucek matanya.


Caroline memutuskan untuk turun dari ranjang sebelum Zack menahannya, "mau kemana, yank?"


"Haus, aku mau ke dapur ambil minum," jawab Caroline menutup mulutnya karena menguap.


"Aku ikut, biar ku temani," Zack menyibakkan selimut dan ikut turun dari atas ranjang.


Kedua pasangan itu keluar dari dalam kamar menuju ke dapur yang berada di sisi bagian timur kamar tidur.


Rumah Ave memang hanya satu lantai, tidak terlalu besar dan kecil. Jika di tempati berdua dengan Aldo lumayan cukup besar.


Zack mengambil cangkir dan kopi susu kemasan di dalam laci dapur. "Entahlah, ku harap Austin bisa mendapatkan Ave kembali, aku tahu mereka sama-sama masih saling mencintai, walaupun sekarang Austin sudah memiliki calon istri, namun bagiku cinta yang di paksakan itu tidak akan berakhir bahagia, aku ingin yang terbaik untuk saudara ku," jawab Zack.


Caroline membantu Zack menuangkan air panas dari dispenser dan mengaduk kopi susu itu, kebiasaan Zack saat terjaga tengah malam biasanya dia akan membuat kopi atau minum sedikit anggur agar bisa mengantuk kembali, karena pria itu akan susah tidur jika sudah terbangun tengah malam.


"Aku tidak berharap banyak, melihat mereka bisa bertemu kembali seperti ini dengan keadaan baik-baik saja sudah membuat ku lega, setidaknya Aldo sudah mengetahui siapa Ayahnya," ujar Carol menyerahkan kopi susu itu pada Zack


"Ya, kamu betul sayang," Zack meminum kopinya sedikit demi sedikit karena masih panas. Keduanya terdiam sebentar sebelum Carol menguap kembali.


"Aku mau kembali ke kamar, apa kau masih ingin di sini, sayang?" tanya Carol.


"Temani aku dulu, aku hanya akan menghabiskan secangkir kopi ini, setelah itu aku juga mau tidur lagi, mumpung liburan musim panas, besok aku ingin pergi ke pantai bersama mu, Austin dan Ave, bagaimana?"

__ADS_1


Ave nampak berpikir sejenak, "boleh juga, jadi kita nanti double date!" pekik Caroline senang.


"Eh, tapi mereka bertiga belum libur, mungkin hari Jumat lusa sudah libur, besok kita bicarakan ini dengan Ave dan Austin," ucap Caroline.


Kembali ke dalam kamar.


Ave menggoyangkan lengan Austin agar pria itu terbangun. "Austin, bangun! kenapa kamu bisa tidur nyenyak banget, sih!!" Austin bergerak dan membuka matanya sedikit.


"Ehmm,, ada apa Ave, apa kamu masih belum bisa tidur?"


Ave menggeleng, dia tadi mendengar suara seperti orang bicara di luar kamar, tapi suaranya agak jauh. "Apa kamu dengar ada suara orang di luar sana?"


Austin menarik pinggang Ave, "sudahlah, kamu hanya berhalusinasi, ayo cepat tidur, besok kita harus kerja, bukan?"


Ave mendorong dada Austin agar tidak terlalu menempel. "Iya, tapi gak usah modus juga!"


"Siapa yang modus? Dari tadi kamu yang nempel-nempel ke tubuhku," elak Austin tidak terima.


"Oke, tadi aku memang salah, tapi sekarang kita bisa tidur sedikit berjauhan, kalau seperti ini kita sudah seperti suami istri saja!"


Austin terdiam mendengar ucapan Ave, dia pun menggelar tubuhnya agak menengah sampai menyenggol bahu Aldo.


"Mom, Dad! Kenapa kalian berisik sekali sejak tadi, Al gak bisa tidur, nih!" ujar Aldo yang ternyata sudah terbangun.


Ave langsung duduk, melihat sang putra yang menggeliat dan menendang selimutnya. "Al, maafkan Mommy dan Daddy nak, ayo sekarang Al tidur lagi, ya?"


Ave bangkit dan berjalan memutari ranjang, dia duduk di samping Aldo dan kemudian mengelus rambut sang putra perlahan. Aldo merasa nyaman dengan sentuhan Mommy nya, anak itu menutup matanya dan segera tidur kembali.


Jam masih menunjukkan pukul 2 lebih, masih banyak sisa waktu mereka untuk tidur malam ini. Ave berbaring menyamping sambil terus mengelus rambut sang putra, dan hal itu tidak lepas dari pandangan Austin, mata pria itu lagi-lagi memanas, entah kenapa sudut hatinya merasa sakit dan ngilu. Sungguh saat ini kenapa dia ingin begitu egois. Merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya dengan Aldo dan juga Mommy nya.

__ADS_1


Rasanya seperti kembali ke rumah.


Bersambung.


__ADS_2