Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Tidak Akan Memaksa


__ADS_3

Happy Reading.


Florida.


Malam itu Laura dan Josh melakukan malam yang panjang, setelah saling menerima dan terbuka, akhirnya Laura tahu bahwa ada setitik rasa di hatinya yang masih tersimpan untuk Josh. Jujur selama ini dia merindukan kehangatan yang tidak pernah di dapatkan dari Austin.


Laura sendiri tidak pernah menuntut banyak pada diri Austin, mungkin karena Austin sendiri sudah memperlakukannya begitu baik dan sangat pengertian.


Namun kebaikan itu tidak lantas di sertai oleh cinta. Ya, Laura tahu bahwa selama ini Austin baik dan menerima cintanya karena ia sudah banyak membantu pria itu, terlebih dengan dia yang telah menyelamatkan perusahaan Austin di saat di ambang kebangkrutan karena masalah dirinya di penjara saat itu.


Banyak investor yang mencabut dana mereka dan membatalkan kerjasama nya. Namun Laura datang sebagai bidadari penolong untuk Austin, maka dari itu pria itupun seakan membalas kebaikan Laura dengan berusaha menerima cintanya.


"Apa kamu lelah?" tanya Josh mengusap rambut Laura.


Wanita itu tersadar dari lamunannya tentang Austin, padahal saat ini dia sedang bersama Josh tanpa sehelai benangpun. Kulit mereka bahkan saling menempel satu sama lain.


"Tidak," jawab Laura memainkan jarinya di atas dada Josh dan hal itu membuat Josh sedikit mengerang.


"Jangan menggoda lagi, babe!"

__ADS_1


"Aku, tidak! Siapa yang menggoda?" Josh menangkap tangan Laura dan menciumi punggung tangan nya.


Saat ini posisi mereka saling berpelukan setelah bercinta beberapa ronde. menggeleng pelan.


"Aku lihat sejak tadi kamu diam saja, apakah aku terlalu keras melakukannya, apa kamu menahan sakit?" tanya Josh.


"Aku baik-baik saja Josh, tidak perlu khawatir, tapi sepertinya aku sedikit lapar, ehm.. apakah boleh jika aku menggunakan dapurmu?" tanya Laura.


"Apa kamu akan masak?" Laura mengangguk.


Josh tidak yakin jika Laura bisa masak dan memasak dengan benar. Bukankah tadi dia masih sedikit muram meskipun sekarang sudah baik-baik saja karena percintaan mereka. Josh tahu jika wanita itu tidak pandai memasak, dan pasti dia bisa menghancurkan dapurnya.


"Jadi kamu meragukan ku? Kamu meremehkan ku yang tidak pandai memasak?" Josh menarik tubuh Laura kembali hingga menubruk dadanya.


"Bukan begitu Babe, ini sudah malam, masa kamu mau bikin makanan tengah malam seperti ini? Lebih baik kita pesan restoran cepat saji yang 24 jam, ya?" bujuk Josh.


"Baiklah, terserah kamu saja, aku akan membersihkan diri dulu," Laura beranjak berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Ternyata membujuk Laura tidak begitu sulit seperti dulu, Josh tersenyum. Laura yang dulu sedikit keras kepala dan sulit diatur. Tapi sekarang wanita itu banyak berubah. Bahkan dia sudah mengambil keputusan yang tepat dengan menerimanya kembali meskipun resiko orang tuanya yang belum tentu memperbolehkan.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu, Laura!" gumam Josh tersenyum menatap pintu kamar mandinya.


Sedangkan di sisi kota lain juga tidak kalah aroma romansa yang tercipta.


Namun sedikit berbeda karena keintiman yang mereka lakukan hanyalah saling berciuman dan memeluk erat satu sama lain.


Ya, Ave dan Austin tentu tidak melakukan adegan seperti yang di lakukan oleh Laura dan Josh. Mereka hanya saling berciuman dan melepaskan kerinduan yang selama ini tertahan dengan sentuhan dan pelukan.


"Apa kamu tidak kangen sama Mister A?" tanya Austin yang kini sudah bersandar di dada sang mantan istri.


"Mister A? Siapa-ouch astaga!! Dasar Austin mesum!" Ave menunjukkan kepalan tangannya, membentuk bogem dan ia arahkan langsung di depan wajah austin.


"Eitt!! Kok sekarang kamu jadi galak begini, sih? Aku cuma bercanda," Austin mengangkat jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V sambil nyengir kuda.


Ave kesal bukan main, mereka sudah bukan remaja lagi dengan hasrat yang menggebu untuk melakukan hubungan itu disaat keadaan mereka yang seperti ini.


"Maaf, aku gak akan maksa kamu, kok! Aku akan menunggu kamu siap dan sampai kapanpun pasti akan ku tunggu," bisik Austin.


Dia paham bagaimana kondisi Ave saat terakhir kali dia memaksakan kehendaknya untuk berhubung. Austin tidak mau mengulangi lagi perbuatan yang dulu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2