
Hai,, akak reader semuanya ... maaf karena lamaaa banget updatenya,, kalau misal ada yang lupa sama alur ceritanya, bisa di baca ulang ya.... kadang othor sendiri juga lupa, hehe 🤭 ... tetap enjoy baca cerita ini karena yang pasti tidak akan ada konflik berat, hanya konflik ringan yang othor suguhkan... slow up gpp 'kan? yang penting akak reader suka sama ceritanya dan gak bosen pantengin tiap ada notif. Hehehe.
Happy Reading.
Vivian sedikit terkejut melihat Austin yang menatapnya dengan tatapan yang tajam, namun dia berusaha mengulas sebuah senyum untuk menghalau rasa takutnya akan tatapan dari pria itu.
Sangat wajar jika Austin sudah berbeda jauh dari yang dulu. Mereka tidak bertemu lebih dari 10 tahun lalu dan jangan harap Vivian akan dengan mudah bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Vivian mengabaikan pertanyaan Austin dan tatapan yang seakan mengulitinya itu. Wanita itu berjalan mendekati Austin dan juga Ave yang berdiri tidak jauh darinya, dengan menampilkan senyuman yang ramah, perlahan wanita yang terlihat seksi dengan dress warna hitam yang membalut lekuk tubuhnya dengan sangat ketat itu menjulurkan tangannya ke arah Austin, "apa kabar, mantanku?"
Ave menganga mendengar ucapan Vivian yang dengan percaya dirinya menyebut Austin sebagai mantan kekasihnya.
'Ya Tuhan .... apakah aku boleh tertawa?' batin Ave menahan diri untuk tidak membuka mulutnya dan tertawa terbahak.
__ADS_1
Sungguh kelakuan yang begitu memalukan. apakah Vivian lupa dengan harga dirinya?
Austin melirik ke arah sang kekasih merangkap calon istrinya itu, dia tahu kalau Ave pasti sedang membatin dan menertawakan wanita yang berdiri dengan penuh percaya diri di depannya saat ini. Bahkan dengan tidak tahu malunya memanggilnya dengan sebutan sang mantan.
"Eghem!!" Ave berdehem saat melihat raut wajah Austin yang sangat tidak enak. Berusaha bersikap biasa saja meskipun dalam hatinya masih ingin merutuki kepedean Vivian.
"Austin?" lagi, Vivian memanggil pria itu.
Austin mengepalkan tangannya menahan emosi, dia kembali menatap Vivian dengan tatapan tajam yang menakutkan.
Vivian tertawa sopan, tidak terlalu keras hingga membuat orang lain bisa mendengarnya. "Tapi memang kenyataanya seperti itu, kan? kita dulu pernah menjadi sepasang kekasih, owh, aku juga lupa bahwa wanita di sampingmu ini juga mantanmu," ucap Vivian menarik tangannya kembali karena tidak mendapat sambutan dari Austin.
"Kamu benar, Ave adalah mantan istriku," ucap Austin memeluk pinggang Ave dari samping.. Tentu saja hal itu membuat Vivian langsung membelalakkan matanya, namun sedetik kemudian Vivian kembali berekspresi normal, "kita belum bertemu kembali setelah 10 tahun lebih, maaf karena tidak langsung memberitahumu masalah Tania, Austin,, tapi yang pasti kamu sudah tahu apa yang akan aku bicarakan kepadamu 'kan?" Vivian melirik ke arah Ave kemudian matanya turun menatap tangan Austin yang masih setia bertengger di pinggang wanita itu.
__ADS_1
"Saat ini Tania membutuhkan mu, dia adalah putriku dan Kamu adalah Ayah kandungnya, karena suatu hal yang terjadi dengan keadaan Putri kita terpaksa aku memberitahukan masalah ini dengan mu, Austin!" ucap Vivian dengan sendu.
Tiba-tiba matanya merah dan berkaca-kaca. seakan memberitahukan kepada Austin bahwa dia sedang memiliki masalah yang sangat serius. "Tania menderita kanker sel darah putih, aku harus mencarikan nya donor sumsum tulang belakang dan melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang, aku ingin kamu bisa memberikan tulang sumsum belakang mu pada putri kita, Austin." Ave menutup mulutnya dengan kedua tangan, sedangkan Austin raut wajahnya tidak terlihat sangat tidak enak.
"Apakah kamu yakin jika anak itu adalah anakku!?" tanya Austin meragukan ucapan Vivian yang mengatakan bahwa Tania adalah Putrinya.
"Te-tentu saja, kita bisa melakukan tes DNA jika kamu tidak percaya!"
"Baiklah, kita lakukan tes DNA sekarang juga!!" ujar Austin mantap.
Ave menatap Vivian dan melihat raut wajahnya yang tidak terbaca.
Bersambung.
__ADS_1
Maaf ya kalau part ini kurang greget 🙏🙏