
Happy Reading.
Ave memijit pelipisnya yang tiba-tiba menjadi pusing, sungguh tidak pernah ia duga akan bertemu dengan seseorang yang tidak tahu malu seperti pria yang ada di hadapannya saat ini.
Apakah pria ini begitu gila, hingga sampai punya pemikiran yang sangat tidak masuk akal seperti ini. Dan inikah pria yang di inginkan ibunya untuk menikahi Ave? Apakah Nyonya Alma juga tahu kalau pria itu hanya menginginkan seorang wanita karena harus melahirkan keturunan.
"Maaf Tuan, sepertinya setelah ini kita tidak perlu bertemu lagi," Ave berdiri dan mengambil tas kecil yang dia letakkan di atas meja.
"Jadi, kamu tidak ingin melanjutkan semua ini?" Ave memutar bola matanya malas.
Sungguh dia tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini ada orang seperti itu. Mengatakan dengan terang-terangan bahwa dia membutuhkan wanita hanya untuk menghasilkan anak.
"Saya tidak tertarik dengan anda dan juga dengan keinginan anda, permisi!" Ave segera pergi dari restoran itu dengan langkah yang cepat.
Dia benar-benar muak dengan sikap pria yang di temuinya tadi. "Apakah dia kira ini adalah dunia novel, yang bisa seenaknya meminta seorang wanita untuk jadi mesin pencetak anak, dasar pria brengsek tidak tahu diri!!" Gerutu wanita itu.
Ave langsung masuk ke dalam mobil dan meluncur pergi dari tempat tersebut, berharap tidak akan pernah bertemu dengan pria seperti itu lagi.
Sedangkan di dalam restoran.
Austin berjalan ke arah pria yang baru saja makan bersama sang mantan istri, Austin memutuskan untuk duduk di hadapan pria tersebut.
"Bagus sekali, Max, Aku suka dengan akting mu yang terlihat sangat natural, sepertinya mantan istriku sangat percaya bahwa kamu hanya menginginkan seorang anak!" ucap Austin tergelak. "Wajahmu kelihatan seperti orang mesum saat mengatakan hal itu!" lanjutnya.
__ADS_1
Pria itu tersenyum sinis menatap Austin, "kalau bukan keinginan absurd mu itu, aku pasti akan menerima mantan istrimu itu dengan senang hati, siapa yang tidak suka dengan wanita cantik tadi, sejujurnya aku tadi sempat ingin mengabaikan mu dan menjadikan Ave sebagai calon istriku yang sesungguhnya, kalau saja aku tidak ingat bahwa sahabat ku ini sedang meminta tolong," ucap pria yang bernama asli Max itu.
Austin hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih, "aku tahu kamu adalah sahabat yang baik, bukankah banyak istilah teman makan teman, jadi aku hanya bisa berharap kamu tadi tidak jatuh ke dalam pesona mantan istriku," jawab Austin terkekeh.
"Hampir saja, kalau aku sudah tidak ingat kebaikan mu yang dulu, sudah pasti aku akan menerima Ave sebagai calon istriku!"
Pletak!!
Austin langsung memukul kepala Max dengan cepat, sedangkan Max hanya tertawa.
Max adalah sahabat Austin pada saat masih sekolah menengah. Dulu Austin sudah banyak membantu Max di masa mudanya, dan sekarang mereka bertemu lagi di kota ini dengan sebuah kebetulan yang sangat tidak terduga.
"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Max.
"Bagaimana? Maksudnya?" Austin balik bertanya.
"Tidak tau, kamu tahu 'kan kalau aku sudah memiliki calon istri, dan kita akan menikah tahun depan di bulan 4 awal masuk musim semi, aku tidak bisa memutuskan hubungan dengan Laura begitu saja, aku menghormati dia, jadi aku tidak ingin membuatnya sakit hati!"
PLAK!!
Austin dan Max terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang menampar wajah Austin begitu keras, hingga membuat pipinya langsung merah.
Austin berdiri hendak memarahi wanita itu, namun dia urungkan setelah melihat siapa yang telah menampar wajahnya.
__ADS_1
"La-laura?" Austin sangat shock, melihat Laura ada di hadapannya dengan tatapan tajam dan mata yang memerah.
Wajahnya terlihat dingin penuh emosi, bahkan kedua tangannya sudah mengepal kuat sampai terlihat otot-otot di punggung tangan nya.
"Kamu brengsek, Austin!! Aku benci kamu!" Laura memukul dada Austin, melampiaskan segala macam rasa yang berkecamuk di dalam hatinya. Sakit, marah, kecewa dan emosi menjadi satu.
Zack hanya berdiri dia di belakang Laura, dan juga Max yang tampak bergidik ngeri saat melihat Austin yang di pukuli seperti itu oleh wanita.
Meskipun tenaganya tidak seberapa, namun kekuatan mereka saat sakit hati seperti ini bisa dua kali lipat lebih sakit dari tenaga nya.
"Laura, please!! Ayo kita pulang dan kita memang harus bicara!" Austin menangkap kedua tangan Laura dan langsung merangkulnya.
Tubuh Laura langsung lemas seketika, kalau saja Austin tidak tidak menangkap tubuhnya, mungkin sudah ambruk mencium lantai marmer itu
Zack dan Max hanya diam, sesekali membantu Austin yang sedang membawa Laura keluar dari restoran itu agar tidak memberontak.
Laura mendorong tubuh Austin hingga ia terlepas dari pelukan pria itu.
"Jadi sebenarnya kamu masih ingin kembali bersama mantan istrimu?? Jawab aku!!" teriak Laura.
Kini Austin tidak akan bisa mengelak lagi, sepertinya dia harus jujur mengatakan isi hatinya.
"Laura, aku masih mencintai Ave dan ingin bisa kembali bersamanya, maaf!!"
__ADS_1
Bersambung.
maaf baru bisa up🙏🙏🙏