
Happy Reading
"Apa!!" Austin berteriak setelah mendengar ucapan Zack.
"Kalau bicara jangan ngawur, Zack!! nama ada miripnya coba!" Austin mendengus emosi ketika Zack mengatasi bahwa Tania sangat mirip dengannya.
Padahal menurut pengamatan Austin, sama sekali tidak ada mirip-miripnya.
"Hahaha, sory brother! aku cuma bercanda! siapa tahu kalau memang gadis kecil itu benar-benar anakmu 'kan?"
"Tapi aku sama sekali tidak memiliki firasat atau getaran apapun saat melihatnya!" jawab Austin jujur.
Zack mengambil ponselnya di saku dan menelepon seseorang.
"Halo, apakah aku bisa minta tolong padamu?"
Di sisi lain.
Ave melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 8 malam. Saat ini dia sudah berada di apartemen Zack setelah tadi Austin mengabari bahwa dia tidak bisa menjemput Ave karena masih ada urusan di rumah sakit.
Tadi Austin dan Zack mengabari bahwa mereka masih di rumah sakit dan tidak bisa pulang dulu karena Tania masuk ICU. Itu artinya jadwalnya di Florida akan bertambah satu hari lagi kalau menunggu Austin.
Iya kalau masalah Austin sudah selesai, kalau dalam waktu sehari belum selesai bagaimana?
__ADS_1
"Kak, makanlah dulu, kalau kamu gak mau makan nanti yang ada kamu juga ikut masuk rumah sakit, nanti kak Austin yang repot sendiri 'kan?" ujar Caroline membawa nampan berisi makanan untuk Ave.
"Pikiran ku kacau, Carol! Aku takut dengan hasil semuanya," ucap Ave disertai ******* pelan.
Caroline mengusap bahu Ave seakan memberikan nya kekuatan, "kamu tenang aja kak, pasti semua akan baik-baik saja, ujian orang yang mau nikah itu banyak, jadi kakak harus percaya jika kalian pasti bisa melewati semua ini," Ave tersenyum setelah mendapatkan wejangan dari Caroline.
Sepertinya dia memang harus menjaga hatinya dari perasaan yang tidak baik.
****
"Apa maksudmu, Zack?" Austin bertanya dengan hati-hati.
"Kau tahu 'kan siapa kakaknya Caroline, aku meminta tolong pada Zidane karena aku tahu bahwa dia memiliki anak buah yang banyak dan juga detektif yang sangat bisa diandalkan," jawab Zack menyeruput kopinya.
"Ya, sebenarnya yang mendapatkan berita besar itu aku, tapi lewat anak buah Zidane," Zack terkekeh melihat Austin yang sudah mengepalkan tangannya siap untuk memberikan bogeman mentah.
"Kau tahu, aku ini sedang bicara serius!!" Austin mendengus kesah.
"Oke-oke, kali ini aku akan serius, sebenarnya Tania belum bisa dipastikan bahwa dia adalah anakmu, karena malam itu kira-kira 11 tahun yang lalu ada sebuah pesta, kau masih ingat?" Austin mencoba mengingat-ingat kejadian yang sudah lama itu.
"Pesta salah satu sahabat kuliah Vivian?"
"Yups, benar sekali, meskipun waktu itu aku tidak ikut berpesta, tapi anak buah Zidane mendapatkan informasi 11 tahun lalu itu di pastikan sangat akurat," jawab Zack.
__ADS_1
Austin menarik rambutnya kebelakang, dia merasakan sedikit sakit pada bagian kepala depannya, sungguh berita tentang dia telah memiliki anak lagi membuatnya semakin pusing.
"Lalu apa yang kau dapatkan dari informasi itu? sebaiknya cepat kau ceritakan! nasibku ada ditangan mu, Zack!!!"
Zack menghirup napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya dengan kasar, huh!! "malam acara pesta itu, Vivian yang mabuk di gilir oleh tiga pemuda yang sepertinya juga salah satu sahabat Vivian sendiri, dan setelah itu dia memintamu berhubungan dengannya 'kan? aku rasa itu karena Vivian sadar bahwa malam itu mereka tidak memakai pengaman hingga membuat Vivian sendiri meragu." Jelas Zack panjang lebar.
Austin hanya diam dengan pandangan yang menerawang jauh kebelakang, dia memang tidak ingat kapan terakhir kali mereka berhubungan tanpa pengaman karena seingat Austin, sebagai play boy yang doyan jajan, dia selalu membawa pengaman di dompetnya. "Lalu kenapa baru setelah 10 tahun lebih Vivian baru muncul dan mengatakan berita yang sangat menghebohkan," Zack hanya mengedikan bahunya.
"Mungkinkah dia melakukan hal itu hanya agar kamu bersedia memberikan sumsum tulang belakangmu?" ucapan Zack membuat Austin tersentak kaget.
"Jadi maksudmu Vivian ingin memanfaatkan ku karena pasti aku akan menyerahkan dengan gratis sumsum tulang belakangku?"
Zack mengangguk, "ya, kalau sumsum tulang belakangmu cocok," jawab Zack.
"Sial! aku harus segera menyelidiki nya!!"
Sebuah pintu ruang ICU terbuka, terlihat beberapa perawat sibuk keluar masuk dan seperti dalam keadaan panik.
"sebenarnya apa yang terjadi di dalam kenapa mereka terlihat sangat sibuk apa terjadi sesuatu dengan Tania?" gumam Zack.
"Entahlah, kita lihat nanti!"
Bersambung.
__ADS_1