
Happy Reading.
Aldo mengendap-endap saat baru saja keluar dari dalam kamar. Anak itu baru saja selesai mandi dan seperti biasa dia sudah bisa memilih pakaian nya sendiri di lemari kecilnya.
Kalau biasanya anak seusianya masih di mandikan atau paling tidak pakaiannya masih di siapkan oleh Nanny atau Mamanya, berbeda dengan Aldo yang lebih suka memilih pakaian nya sendiri. Karena terkadang Aldo tidak suka dengan apa yang di pilihkan oleh sang Mommy maupun Nanny Mia.
"Mana Mom dan Daddy?" ucap Aldo celingukan kesana-kemari, menatap sekeliling namun tidak ada tanda-tanda kedua orang tuanya di sana.
"Biasanya Mommy di dapur, Al akan cari Mommy di sana," kemudian Aldo berjalan cepat menuju dapur dan akan berteriak sebelum dia melihat pemandangan di depannya saat ini.
Austin dan Ave sedang berciuman di meja dapur dan hal itu tidak luput dari pandangan bocah kecil berusia Lima tahun tersebut.
Aldo langsung mengatupkan mulutnya kembali ketika melihat hal yang tentu saja sebenarnya tidak pantas di lihat oleh anak sekecil itu. Tapi tentu saja Aldo sudah paham bahwa Mommy dan Daddy nya sedang berciuman dan tidak ingin di ganggu.
Entah naluri dari mana, Aldo langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang melakukan adegan saling menempelkan bibir itu.
"Mom dan Dad benar-benar tidak tahu tempat!" Aldo menepuk dahinya.
__ADS_1
Biasanya anak seusianya pasti tidak ada yang berpikir seperti Aldo dengan cara meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang bermesraan.
Ave mendorong dada Austin sedikit keras agar melepas pagutannya. Pria itu tadi menggodanya saat sedang membuatkan kudapan pagi dan langsung menyerang bibir Ave tanpa melihat situasi.
"Maaf, sayang ... Aku sudah tidak tahan untuk mengambil ciuman pagi darimu," ujar Austin dengan raut merasa bersalah.
Ave menghela nafas, jujur saja dia juga menikmati sentuhan sang mantan suami di bibirnya itu, entah kenapa sekarang Ave menjadi semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, terutama jika mendapatkan serangan ciuman dari sang mantan suami yang kini resmi menjalin hubungan lagi dengannya.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja kita berciuman di tempat yang salah, bagaimana kalau Aldo sudah selesai mandi dan datang kemari?" Ave mengusap wajahnya yang terasa memerah.
Austin menangkup wajah sang kekasih, "ssttt, tidak perlu khawatir, anak kita itu cerdas, pasti dia paham dengan kondisi kita yang sedang merasakan gejolak rindu, jadi kalau menurutku kamu tidak perlu khawatir berlebihan, lagian Aldo sepertinya sekarang ada di ruang TV, kamu dengar 'kan?" memang terdengar suara televisi yang sedikit lirih.
"Iya, sayang... Emuach!" masih sempat mencuri cium di bibir Ave, yang membuat wanita itu kesal namun lebih banyak ke suka.
"Sayang, ayo sarapan!" Aldo duduk di samping sang putra dan merangkul bahunya.
Aldo melirik Daddy nya yang terlihat sumringah pagi ini, "apakah Daddy sudah selesai makan Mommy??"
__ADS_1
"Astaga!! Austin!! Aldo!!" teriak Ave yang mendengar ucapan sang putra.
Sedangkan yang di panggil cuma bisa saling menyenggol lengan tanpa berani menjawab.
Beberapa hari kemudian.
Alma menatap tajam ke arah pria yang ada di hadapannya saat ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Austin. Dengan penuh percaya diri Austin mendatangi Alma yang baru sehari pulang dari Venezuela untuk mengatakan tentang pembatalan penyewaan WO nya dan tentu saja ada hal lain yang akan ia katakan pada Nyonya Alma. Meskipun ibu dari Ave serta nenek dari putranya ini sudah tahu kalau penyewaan WO Laura dan Austin sudah dibatalkan lewat managernya.
Namun Austin menemui Nyonya Alma bukan hanya untuk mengatakan masalah pembatalan itu, dia juga akan mengatakan keinginannya untuk meminta restu dari wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu.
Pria itu saat ini tengah menghadapi mantan mertua sekaligus calon mertuanya juga. Tatapan mata Alma yang mengintimidasi seakaan tidak akan memberikan cela untuk Austin masuk ke dalam kehidupan putrinya lagi.
"Aku hanya akan mengatakan satu hal untukmu, tuan Austin... Kamu boleh mendekati Aldo karena dia adalah putramu, tapi jangan pernah memiliki keinginan untuk bisa kembali bersamanya Ave, karena aku sudah memiliki calon untuknya!!" ujar Nyonya Alma.
Austin sedikit terkejut, namun dia tetap berusaha tetap tenang. "Tapi sebelumnya saya minta maaf, Nyonya ... meskipun anda melarang saya untuk mendekati Ave, tapi saya tetap akan memperjuangkan nya, dan saya pastikan bahwa saya lebih layak dari pada pria pilihan anda, dan tolong lihat dan pahami, dengan siapa Ave akan merasa nyaman dan bahagia, saya akan sportif, jika Ave lebih nyaman dan bahagia bersama pria pilihan anda, saya akan mundur, tapi jika Ave lebih memilih bersama saya, maka saya akan memperjuangkan Ave dan Aldo sekeras apapun anda menentang!!'
Bersambung.
__ADS_1
Maaf baru bisa up 🙏🙏🙏