Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Laura


__ADS_3

Maaf ya kalau up nya sedikit2, dan kadang juga bolong2, maklum othor lagi mager mikir, mungkin pengaruh baby yang sebentar lagi akan melihat indahnya dunia fana๐Ÿคญ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜‡


Kurang sebulan lagi, insyaallah. Mohon doanya ya akak-akak reader tersayang. Di beri kelancaran ๐Ÿ™


Yuk simak cerita Austin dan Ave..


Happy Reading.


Laura berjalan masuk ke dalam lift untuk turun ke lobi, di mana Austin sudah menunggunya di sana. Sebenarnya dia masih sedikit pusing, tapi karena permintaan Austin yang ingin bertemu dengan Ave dan mungkin akan membicarakan masalah pernikahan mereka yang 3 bulan lagi di gelar.


Laura keluar dari dalam lift setelah pintu besi itu terbuka, berjalan sedikit tergesa karena Austin dan Flo pasti sudah menunggunya.


"Laura, tunggu!" wanita itu menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggilnya.


"Josh? Ada apa? Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Laura.


Josh tidak langsung menjawab, tapi dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. "Dompet mu, ketinggalan di kamarku, pagi tadi kamu terburu-buru," ucap Josh.


Laura menatap dompet yang ada di tangan Josh yang memang adalah dompetnya, wanita itu tidak ingat kapan dia mengeluarkan dompetnya dari dalam tas.


"Terima kasih, Josh, tapi kenapa dompetku ada di luar, seingatku aku tidak mengeluarkannya?"


"Sepertinya terjatuh saat kamu tidur, setelah kamu melepaskan pelukanku, dan tidak sadarkan diri, kemudian aku menggendong mu dan menidurkan mu di atas ranjang, tapi kamu menjatuhkan tasmu pada saat itu, mungkin bisa jadi dompet itu keluar tanpa di sengaja," jelas pria itu.


Laura mengangguk paham, semalam memang dia langsung pingsan karena merasa kepalanya sangat pusing. "Ehm, kamu mau kemana? Apa badanmu sudah fit? Sudah sembuh?" tanya Josh beruntun.


"Sebenarnya sudah lumayan, terima kasih karena telah merawat ku semalam, Josh!"


"APA? Merawatmu semalam?"


"Bibi Laura?"


Laura terkejut ketika mendengar suara-suara yang sangat familiar di telinganya. Wanita itu berbalik dan langsung melotot sempurna ketika melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"A-austin? Flo?"


Austin menatap tajam ke arah calon istrinya, tatapan yang bisa diartikan seperti 'Jelaskan apal maksud pria ini?'


Ya, begitulah, bukan tatapan cemburu yang akan menguras hati. Tapi Austin sendiri merasa tidak senang dengan tatapan dari pria yang sepertinya dekat dengan Laura.


'Tidak senang' di sini artinya bahwa Austin merasa pria itu seperti tidak punya sopan santun saat menatap nya.


"Maaf, anda siapa?" tanya Austin menaikkan sebelah matanya.


Sedikit penasaran dengan pria yang mengembalikan dompet Laura yang katanya tertinggal di kamarnya itu, terlihat sangat dekat. Bahkan terlihat pancaran mata dari pria itu yang menunjukkan tatapan berbeda.


Sebagai laki-laki tentu saja Austin paham dengan tatapan yang di berikan Josh pada Laura.


"Apa anda calon suaminya Laura?" Josh balik bertanya.

__ADS_1


"Paman, Bibi, siapa paman itu?" Flo menarik tangan Laura untuk mengalihkan atensi mereka sambil menunjuk Josh.


Laura tersenyum sambil mengelus rambut Florensia. "Dia teman Bibi, terima kasih Josh sudah mengembalikan dompetku," ucap Laura tersenyum.


Josh yang mengerti keadaan langsung berpamitan meninggalkan lobby apartemen, tidak ingin terjadi salah paham di antara mereka.


****


Keheningan melanda antara Austin dan Laura, mereka saat ini sedang berada di perjalanan menuju kantor WO untuk bertemu dengan Ave. Meskipun di bangku belakang terdengar suara riuh dari Flo dan Aldo, tidak di bagian kursi depan.


Austin melirik Laura yang sejak tadi hanya diam saja, dia ingin melihat apakah Laura akan menjelaskan tentang Pria yang bernama Josh itu dan apa hubungan mereka. Apalagi kata-kata 'Menginap' yang tadi sempat terdengar oleh telinga Austin membuatnya semakin penasaran.


"Laura!"


"Austin!"


Keduanya saling diam kembali saat bersamaan menyebut nama.


"Kamu duluan," ucap Austin melirik sekilas.


"Baiklah," Laura memejamkan matanya sejenak kemudian membukanya kembali.


"Dia adalah mantan kekasih ku sebelum aku bertemu denganmu, tapi hubungan kami telah lama berakhir karena dia lebih memilih wanita yang di jodohkan oleh keluarganya, aku yang merasa di khianati memutuskan hubungan kami, tapi setelah dia bercerai dari istrinya, dia kembali mencariku," ujar Laura tanpa ada yang harus di tutup-tutupi.


Menurutnya, Josh adalah masa lalu yang sudah ia tinggalkan, dan sekarang dia sudah memiliki Austin dan Florensia dalam hidupnya.


Austin sendiri merasa baik-baik saja saat Laura menceritakan tentang kisah asmara masa lalunya, tidak ada rasa sakit dihatinya.


Apakah memang benar jika selama ini dia masih belum bisa mencintai Laura.


"Austin, apa kamu tidak masalah?" tanya Laura menoleh.


"Ehm, dia hanya masalalu, kan? Aku tidak masalah," Laura merasa sedikit lega.


"Tapi aku juga harus memberitahu mu tentang masalalu ku, semoga kamu bisa menerima," ucap Austin.


"Katakanlah, sayang," Laura terlihat antusias.


"Nanti, setelah kita sampai di tempat Ave," ya, Austin memang sudah bertekad akan menceritakan tentang Ave dan Aldo pada Laura.


Setidaknya wanita itu tahu tentang masa lalunya.


Setelah beberapa saat mereka sampai, Autin langsung menggandeng tangan Florensia dan Aldo masuk ke dalam gedung tersebut.


Ave tentu saja sangat terkejut saat melihat siapa yang datang, Austin, Aldo, Laura dan juga seorang gadis kecil.


"Selamat siang, Nona Ave," sapa Laura.


Wajah Ave pucat pasi, memandang Austin yang kini juga memandang ke arahnya.

__ADS_1


"Selamat siang, Nona Laura, tuan Austin,"


"Mommy!!" Aldo yang melihat Mommy-nya langsung berlari ke arah Ave dan memeluknya.


"Aku benar, kan Flo, kalau Mommyku bekerja di tempat ini," ucap Aldo menatap Florensia.


Memang tadi dua bocah cilik itu sempat mengobrol tentang tempat yang mereka kunjungi adalah kantor Mamanya Aldo.


"Owh, jadi Aldo adalah putranya Nona Ave? Wah benar-benar kebetulan sekali," ujar Laura tersenyum lebar.


"Daddy, jadi nanti malam Daddy akan tidur di rumah Mommy lagi, kan?" seru Aldo.


Laura yang mendengar hal itu langsung menatap Austin dengan tatapan bingung.


"Daddy?" guman Laura.


"Begini Nona Laura ....!"


"Ave, sebaiknya kita jelaskan pada Laura yang sebenarnya, karena itu lebih baik," sela Austin.


Ave hanya bisa menghela nafas kasar, pasrah dengan keadaan yang akan terjadi setelah pengakuan nya terhadap Laura.


Sedangkan Laura sendiri hanya bisa menatap mereka bingung.


"Sebenarnya ada apa? Tolong jelaskan padaku!! Austin, ada apa?" tanya wanita yang memakai dress sifon berwarna putih tulang itu.


"Duduk dulu, baru aku jelaskan," Laura menurut dan menggandeng Florensia untuk duduk di sofa.


Austin, Ave dan Aldo juga duduk di sofa besar muat untuk mereka bertiga.


"Laura, ku harap kamu tidak terkejut dan marah, karena aku juga baru tahu semuanya kemarin siang," ujar Austin.


"Cepat katakan, gak usah bertele-tele!"


"Aku dan Ave adalah mantan pasangan suami istri dan Aldo adalah putra kami!"


Deg!


"Hahahaha, kalian tidak sedang bercanda, bukan?"


"Aku serius, Laura!"


Laura berdiri dan menunjuk ke arah Ave, "jadi selama ini kalian masih berhubungan di belakang ku!"


Ave menggeleng, "aku sudah lama tidak berhubungan dengannya, pasca perceraian aku langsung pergi meninggalkan nya, bahkan aku membuat acara pernikahan ini demi mu Nona Laura, jadi tolong jangan menuduh ku!"


Bersambung.


Maaf jika banyak typo๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿคญ

__ADS_1


__ADS_2