Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Lebih Tahu Dari Kamu


__ADS_3

Happy Reading


Laura tersenyum kaku saat melihat Austin yang menatap curiga ke arahnya, sungguh saat ini wanita itu merasa gugup setengah mati. Matanya sesekali melirik ke arah kamar mandi yang di dalamnya ada seseorang yang tidak seharusnya ada di ruangan sepagi ini.


"Kalau kamu memang sedang tidak sehat, kenapa mesti ke kantor? Ayo aku antarkan kamu pulang," ujar Austin mendekat.


"Ehh, tidak perlu, sebaiknya aku selesaikan mengecek laporan dulu, kamu tidak perlu khawatir, sayang," jawab Laura mencoba untuk tersenyum.


"Beneran kamu gak apa-apa?" Laura mengangguk cepat, kemudian dia berpura-pura beralih pada tumpukan dokumen yang ada di hadapannya saat ini.


Austin menghela napas, sepertinya memang dia tidak perlu mengkhawatirkan Laura, biasanya wanita itu akan merengek bila merasa badannya sakit atau sedang tidak dalam kondisi vit. "Baiklah, aku kembali ke ruangan ku dulu, kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku," ucap Austin kemudian.


Laura mengangguk dan dengan cepat dia berjalan ke arah Austin sambil memegang tangan nya.


"Tadi Flo nanyain kamu, tapi aku bilang kalau Pamannya sedang banyak urusan," ucap Laura.


Austin sudah membuka handle pintu, "nanti biar aku yang jemput Flo dari sekolah, sekalian jemput Aldo, nanti kita akan makan siang bersama, apa kamu mau ikut?"


"Entahlah, nanti kalau tidak ada meeting aku bisa usahakan, yang penting kamu mau menjemputnya itu sudah cukup membuatku senang," ujar Laura tersenyum kecut.


Dia hanya takut saat Austin sudah mengetahui memiliki seorang putra dengan mantan istrinya, calon suaminya itu berubah pada sang keponakan.


"Tenang saja, aku tetap menyayangi Flo seperti aku menyayangi Al, mereka semua berarti untukku, kalau begitu aku kembali ke ruangan ku dulu," ucap Austin mengelus rambut Laura.


Kemudian pria itu segera berlalu menuju lift untuk turun ke lantai bawah karena di sanalah ruang kerjanya.

__ADS_1


Laura menatap kepergian Austin dengan tatapan sendu, entah kenapa dia merasa sekarang semakin jauh dari Austin, apalagi setelah tahu bahwa Ave adalah mantan istrinya.


Laura juga tahu kalau Ave memang sudah move on dari Austin, tapi bagaimana dengan Austin sendiri? Apakah ada anak di antara mereka. Laura galau setengah mati. Dia masih sangat mencintai pria itu namun ketika melihat tatapan matanya saat menatap Ave, sangat berbeda ketika dia menatapnya.


Laura tiba-tiba tersadar jika dia masih mengurung seseorang di dalam kamar mandi, dia pun segera berjalan cepat dan membuka pintu itu dengan cepat.


"Laura, akhirnya aku bisa keluar," ucap seorang pria yang wajahnya napak tidak baik-baik saja.


"Josh, sebaiknya kamu segera pergi dari sini, aku tidak mau Austin melihatmu ada di ruangan ini!" ucap Laura menyeret lengan Josh ke arah pintu.


"Tunggu dulu Laura, kenapa aku di suruh cepat-cepat keluar, aku belum ngomong apa pun sama kamu, lagian Austin gak bakalan ke sini lagi," ucap Josh.


Laura menghela napas, dia duduk di sofa dan di ikuti oleh Josh. Wanita yang memakai setelan abu-abu dan blazer hitam itu nampak anggun dan cantik. Tentu saja hal itu membuat Josh semakin tergila-gila kepada Laura karena sejujurnya rasa cinta itu tidak pernah berkurang.


"Baby, tenang dulu, kamu harus sabar setelah mendengar kabar ini," ucap Josh.


"Hemm.." hanya itu jawaban Laura.


"Aku melihat Austin menginap di rumah mantan istrinya tadi malam!"


Deg!


Laura terkejut, dia langsung menegakkan tubuhnya dan melotot kan mata ke arah Josh. "Jangan mengada-ada kamu, ya!"


"Haha, buat apa aku mengada-ada, aku lihat sendi Austin masuk ke rumah itu sudah larut malam dan dia baru keluar pagi ini!"

__ADS_1


Laura memicingkan matanya, "apa kamu mencoba jadi stalker? Apa kamu mencari tahu tentang Austin sampai-sampai kamu tahu dia masuk ke rumah Ave jam berapa dan keluar jam berapa? Josh!! Ku kura kamu sudah gila!!"


Josh gelagapan ketika melihat kemarahan Laura, padahal dia pikir Laura akan menangis dan memeluknya, kemudian berterima kasih karena sudah mengatakan rahasia mantan suaminya yang brengsek itu.


Namun ternyata Laura malah marah padanya, "sekarang sebaiknya kamu pergi dan jangan ikut campur dengan urusan pribadiku!!" Laura berdiri dan berjalan ke arah pintu.


Membuka pintu itu lebar-lebar seakan mengusir Josh dengan cara dia mempersilakan memakai tangan untuk keluar.


Josh mengusap wajahnya kasar, ternyata pintu hati Laura benar-benar sudah tertutup untuknya.


Mungkin memang Laura begitu mencintai Austin sehingga apapun yang di lakukan oleh pria itu tidak akan membuat Laura goyah.


"Baiklah, aku akan pergi, nanti siang aku juga akan kembali ke Florida, aku ke sini juga untuk memberikan salam perpisahan," ucap Josh tersenyum getir.


Seperti cukup sudah usaha dia untuk mendapatkan Laura kembali, tidak ada istilah sebelum janji suci terucap semua akan bisa di dapatkan asalkan sungguh-sungguh. Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Laura karena Laura memang sudah memantapkan dirinya pada Austin.


"Maaf kalai selama sebulan ini aku terus saja menganggu mu, semoga kamu bahagia dengan pilihan mu, Baby, aku juga akan bahagia kalau kamu bahagia, selamat tinggal!"


Josh langsung pergi begitu saja tanpa menoleh kw belakang lagi. Laura memegang dadanya yang terasa sesak sejak tadi.


'Aku lebih tahu apa yang akan ku lakukan kedepannya untuk masa depanku, Josh. Terima kasih sudah memberitahu ku!'


Bersambung.


Bukan bermaksud bertele-tele ya akak2 semuanya, intinya di nikmati aja kisah mereka step by step.. jangan lupa hadiah nya ya 🤭🤭😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2