Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Ini Tidak Benar!


__ADS_3

Happy Reading.


"Kenapa kita tidak tidur bersama saja? Aku merindukanmu, Ave!"


Austin memeluk mantan istrinya itu dengan erat, kepalanya dia tumpu ke bahu Ave karena tidak kuat untuk menopangnya.


"Aku dan Laura sudah berpisah, aku ingin kita kembali lagi, aku masih sangat mencintai mu, Ave!" lirih Austin.


Ave melebarkan kelopak matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Austin memutuskan pertunangannya dengan Laura? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apakah ini karena kehadiran Aldo?


Pasti ini karena Austin sedang mabuk, makanya bicara yang tidak-tidak. Batin Ave.


"Sebaiknya kamu tidur saja, lihatlah keadaan mu yang menyedihkan ini, Austin!!" Ave mendorong tubuh Austin agar melepaskan pelukannya.


Namun tenaganya kalah dengan tenaga Austin dan membuat tubuh Ave terdorong ke atas ranjang. Austin berada di atas tubuh Ave menopang tubuhnya dengan kedua tangannya. Pria itu menatap wajah sang mantan istri dengan tatapan sayu. Kedua mata itu saling memandang, menyelam jauh ke dalam untuk melihat dan mengukur bagaimana dalamnya perasaan mereka.


Mata Austin bergerak turun ke arah bibir Ave yang terlihat merona meski tanpa pewarna. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya, Austin sangat ingin melahap bibir itu, bibir yang sampai saat ini masih menjadi candu.


Ave bisa mendengar napas berat Austin pertanda pria itu sedang berhasrat, bahkan di bawah sana Ave bisa merasakan sesuatu yang sudah mengeras.


Tentu saja Ave sangat tahu itu apa, bisa gawat kalau sampai keterusan.


"Austin!! Pergi dari atas ku!! Aku mau tidur!!" seru Ave mencoba mendorong dada Austin dengan kedua tangannya. Austin langsung menangkap tangan Ave dan menguncinya di atas kepala, posisi mereka saat ini benar-benar intim.


"Sudah ku bilang, tidur denganku malam ini, aku merindukanmu, Ave!"

__ADS_1


"Kamu sedang mabuk, jadi bicaramu ngawur, sembarangan, sudah sana cepat tidur!!" Ave masih berusaha menyadarkan Austin agar sedikit berpikir waras.


Efek alkohol memang kadang membuat orang berbicara ngelantur, tidak sesuai dengan kenyataan meskipun terkadang itulah isi hatinya yang sebenarnya.


Tiba-tiba Austin sudah menempelkan bibirnya di atas bibir sang mantan, memagut bibir itu namun hanya sebentar.


Ave membulat kan matanya.


"Austin!! Hentikan!" wanita itu meronta saat mantan suaminya itu mencium leher jenjangnya. Memberikan sensasi geli karena hisapan kuat Austin.


"Aku masih sadar, Ave! Aku tidak terlalu mabuk, buktinya aku masih bisa ke rumahmu dengan selamat, kan?" jawab Austin.


Kemudian pria itu kembali mencium bibir Ave yang masih basah karena ulahnya tadi.


Ave menggeleng cepat agar ciuman mereka terlepas, di sini dia yang masih waras, "tidak! kita tidak boleh melakukan ini, Austin!! Yang kita lakukan adalah kesalahan," lirih Ave.


Matanya tiba-tiba memanas saat dia merasakan hatinya yang hanya pasrah begitu saja, seharusnya semua ini dia hindari namun dia rindukan juga pada waktu yang bersamaan. Sentuhan sang mantan suami. Ave sesungguhnya sangat menikmati ciuman itu, namun dia harus cepat sadar karena posisi mereka salah.


Ave tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain, dia tahu bagaimana sakitnya di khianati.


"Austin, hentikan, sikapmu akan menyakiti Laura!"


"Sudah ku katakan bahwa aku dan Laura udah putus, aku memutuskan hubungan dengan nya karena memang itu yang terbaik untuk kita, aku tidak bisa mencintai nya meskipun sudah dua tahun menjalin hubungan, dan Laura juga ternyata-"


"Ternyata?" Ave menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


Austin melepaskan tautan tangannya dan bergerak menyingkir dari atas tubuh Ave.


"Dia sudah mengembalikan cincin pertunangannya!"


Flashback.


Austin merangkul Laura masuk ke dalam apartemennya, setelah mengamuk dan menangis karena melampiaskan amarahnya pada Austin, akhirnya Laura merasa lelah dan lemas.


Wanita itu melepas diri dari Austin dan duduk di sofa ruang tamu, kini sudah tidak ada air mata yang keluar, namun rasa sakitnya masih terasa.


"Laura-" wanita itu mengangkat tangannya tanda menyuruh Austin untuk berhenti bicara.


Tiba-tiba Laura tersenyum, dan senyum itu berubah menjadi kekehan. "Pergilah Austin, aku kembalikan cincin ini padamu, kita sudah usai dan kamu juga harus mengundurkan diri dari perusahaan ku, ternyata kecurigaan ku selama ini benar, aku merasa kamu memang tidak benar-benar mencintai ku dengan tulus, seharusnya sudah lama kamu melakukan ini padaku, Austin!!"


Austin tersentak mendengar ucapan Laura, "jadi, kamu?"


Laura melempar cincin tunangannya ke arah Austin, kemudian mengusir pria itu dari apartemennya.


Austin menelepon Zack dan meminta saudaranya itu menemaninya ke club malam. Di sana Autin bercerita banyak tentang perasaan nya untuk Ave dan Laura pada Zack dan berakhir di rumah Ave setelah minum beberapa gelas.


***


Austin memandang mantan istrinya yang masih shock mendengar ceritanya tentang bagaimana dia memutuskan Laura dengan mudahnya, "bagaimana Ave? apakah kamu mau balikan lagi?"


Ave bersedekap dada, "hahaha, siapa yang mau balikan? rintangan nya banyak!!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2