Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Rintangan Pertama


__ADS_3

Sebelumnya othor minta maaf karena kemarin Hiatus beberapa hari karena persiapan lahiran 🙏 Alhamdulillah sekarang sudah sedikit sehat dan bisa buat mikir 😊 jadi othor usahain nulis dikit2, enjoy ya ✌️✌️😁😁


Happy Reading.


Musim semi sudah mulai datang menggantikan musim dingin di New York. Bagi Ave dan Austin ini adalah musim dingin mereka yang begitu berbeda dari kehidupan sebelumnya. Ave yang sekarang sudah mulai membuka dirinya untuk belajar menerima Austin kembali, dan juga Austin sendiri yang sekarang lebih fokus untuk mendapatkan kepercayaan Ave dan juga menjadi Ayah yang baik untuk sang putra, Aldo.


Seharusnya di pertengahan musim ini Austin dan Laura menikah, acara tempat dan segala macam persiapan pernikahan sudah selesai 99%. Tapi memang sepertinya mereka berdua tidak berjodoh, sehingga membuat Austin benar-benar harus melepaskan Laura tidak peduli meski semuanya sudah siap.


"Rencananya nanti mau ke mana setelah kerja?" tanya Austin.


"Ehm, aku mau keluar sebentar," jawab Ave masih fokus ke layar ponselnya.


"Keluar kemana, Sayang? Apa kamu dan Aldo tidak ingin menginap di apartemen? Aku kangen kalian," ucap Austin lesu.


Memang sudah hampir sebulan semenjak Austin mengatakan pada Nyonya Alma tentang keseriusan nya pada Ave, dia sudah tidak pernah menginap di rumah Ave lagi, karena Nyonya Alma sekarang stand by di rumah putrinya itu.


Meskipun Nyonya Alma tidak memberikan kemudahan bagi Austin mendekati Ave, tapi wanita paruh baya itu tidak pernah melarang Austin untuk bertemu dengan Aldo. Biar bagaimanapun Austin adalah Ayah biologis cucunya dan dia termasuk Ayah yang baik.


Karena Nyonya Alma bisa melihat bagaimana cara Austin menebus semua kesalahannya di masa lalu dengan segala perhatian penuh untuk Aldo dan juga Ave.


Kenyataannya Nyonya Alma masih memberikan izin untuk Austin menjemput Aldo dan juga Ave di rumah dan mengantarkan Aldo sekolah.


Austin kini sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan di New York dengan jabatan yang cukup bagus berkat pengalaman nya yang sudah malang melintang di dunia bisnis.


"Baiklah, nanti pulang kerja aku akan ajak Aldo ke apartemen mu," jawab Ave menatap layar ponselnya.


Ave baru saja mendapatkan pesan singkat dari salah satu sahabat lamanya.

__ADS_1


Entah kenapa dia merasa sangat panas dengan kata-kata yang di ucapkan oleh sahabat nya itu.


'Seharusnya dulu aku mendengar kan ucapan Austin untuk menghilangkan nya saja dari dunia ini, tapi aku lebih memilih dia dan memberikannya kehidupan dan tidak akan pernah berharap Austin untuk bertanggung jawab, namun aku juga tidak menyangka jika suatu saat nanti aku sangat membutuhkan Austin!'


Apa sih maksudnya ini? Ave membatin dengan perasaan yang campur aduk, namun dia tidak ingin bertanya langsung pada pria itu mengenai pesan singkat yang sangat mengejutkan itu.


Austin menoleh dan melihat Ave yang sedang bermuram diri. "Sayang, apa ada masalah?" tanya Austin khawatir ketika melihat wajah sang pujaan hati yang terlihat sedih.


"Aku tidak apa-apa," jawab Ave berusaha tersenyum, namun Austin tahu bahwa itu adalah senyum yang di paksakan.


"Kamu yakin, sayang?" Ave mengangguk.


Austin merasa sedikit lega, dia hanya ingin kebahagiaan untuk Ave dan Aldo, keluarga kecilnya yang sedang dia usahakan untuk di raih dalam kebahagiaan dalam sebuah hubungan.


*****


Ave mematikan panggilan telepon nya dari seorang teman wanita di masa lalu yang tidak lain adalah Vivian. Salah satu wanita masa lalu Austin sebelum bersama dengan Ave yang tiba-tiba memberikan kabar tidak terduga.


Ya, sebenarnya bukan cuma hari ini dia mendapatkan pesan dari Vivian, sudah beberapa hari yang lalu tiba-tiba Vivian menghubungi nya, mungkin wanita itu belum tahu bahwa sekarang Austin mulai mendekati nya lagi dan berpisah dari Laura.


'Tolong kasih tahu Austin, apa kamu benar-benar tidak pernah berhubungan dengan nya lagi?'


'Ave, kamu kan mantan istrinya, seharusnya dia mau jika kamu yang memberitahu nya, meskipun kalian pernah ada masalah!'


'Aku tahu kalau sebenarnya Austin hanya terpaksa menikah dengan Laura!'


'Please!! bantu aku, Ave!'

__ADS_1


Huft!!


Sebenarnya dia tidak perlu terlalu ikut mengurusi masa lalu Austin bersama dengan Vivian, tapi kalimat-kalimat nya yang selalu mengatakan hal-hal yang aneh-aneh membuat Ave merasa ada rasa nyeri di sudut hatinya.


"Hah!! sudahlah!! aku tidak peduli!!" gumam wanita itu.


Ave memilih fokus menatap layar dan membaca email yang masuk dari salah satu universitas di kota Florida. Tempat di mana dulu dia pertama kali bertemu dengan sang mantan suami.


Sebuah undangan reuni di tunjukkan padanya dan seluruh jurusan satu angkatan. "Apa Austin juga mendapatkan undangan ini?" gumam wanita itu.


Tidak lama kemudian sebuah panggilan masuk terdengar. Ave menatap ponselnya yang berada di atas meja dan melihat nomer Austin tertera di layar.


"Baru aja aku omongin, sekarang dia udah nelepon!" gerutu Ave mengambil ponselnya.


"Halo, ada apa?" Seru Ave.


"Halo, kok jutek banget jawabnya? kamu lagi gak datang bulan 'kan, sayang?"


Austin terkekeh di seberang.


"Bukan jadwal tamu bulanan ku!" jawab Ave ketus.


"Kamu kenapa sih, yank? kok jawabnya gitu?"


Ave menghela nafas kasar, seharusnya dia tidak bersikap seperti ini, mungkin dia harus datang ke acara reuni kampus itu dengan Austin dan melihat apakah benar Vivian memiliki anak dari Austin di masa lalu?


Apakah ini adalah rintangan Pertama dalam perjuangannya Austin dan juga Ave?

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa dukungan nya ya 😘😘😘🥰🥰


__ADS_2