Mantan Suami Posesif

Mantan Suami Posesif
Ikhlas


__ADS_3

Happy Reading


Malam hari Austin memutuskan untuk menginap di rumah Ave, biasanya dia memang akan langsung pulang setelah Aldo tidur, tapi tidak jarang juga Austin menginap kalau memang sudah terlalu larut malam seperti ini.


Beberapa bajunya pun ada di lemari Ave karena biasanya Austin akan langsung berangkat ke kantor.


Austin menatap wajah Aldo yang makin lama terlihat semakin tampan, mungkin kalau sudah dewasa ketampanan Aldo melebihi ketampanan Austin karena dia memiliki garis wajah seperti Ave yang memang sangat cantik.


Tentu saja perpaduan antara Ave dan Austin pasti akan membuat keturunan mereka tampan dan cantik, secara keduanya memang perpaduan yang sempurna.


Aldo sendiri sudah tidur terlelap di dalam dekapan sang Daddy. Entah kenapa semenjak dia sudah bertemu dengan Daddy-nya, anak itu semakin melupakan Mommy nya apalagi saat tidur seperti ini, biasanya Ave yang harus menidurkannya, namun sekarang Austin lah yang harus membacakan dongeng sebelum tidur.


Aldo tidak mau di tinggalkan oleh Daddy-nya sebelum ia tertidur pulas seperti saat ini. Sungguh anak itu sepertinya ingin menebus masa-masa di mana dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Daddy-nya dan seakan mengerti jika waktunya tidak akan anak itu sia-siakan.


Austin berpikir bagaimana jika benar dia mempunyai anak dari wanita lain yang juga sama-sama dia tidak tahu keberadaannya selama ini, bukankah itu akan sangat membuat dirinya tidak akan bisa membagi waktunya dengan baik. Apalagi Aldo pasti sangat kecewa nantinya ketika menerima kabar tersebut.


Oh, ayolah Austin! jangan pernah berpikir konyol seperti itu. Untung saja semua itu tidak terjadi.


Austin perlahan bangkit dari kasur dan berjalan hati-hati keluar dari dalam kamar sang putra.


Setelah sejak sore tadi Aldo mengajak sang Daddy bermain sampai malam setelah menghabiskan es krimnya dan tidak akan beranjak tidur sebelum Ave marah-marah.


"Apa Al sudah tidur?" tanya Ave saat melihat Austin masuk ke dalam kamarnya. Pria itu mengangguk sambil berjalan ke arah Ave yang masih setia memegang buku tebal yang tidak lain adalah novel kesayangannya.


Ave memang suka membaca, apalagi setelah dia melahirkan Aldo dan sering mengisi waktu luangnya untuk membaca novel ber-genre romansa atau horor.


Dan sampai sekarang kebiasaan membaca itu masih terus dia lakukan untuk melepas penat setelah seharian bekerja.


"Aaakkh! Austin!!"


Ave berteriak ketika Austin tiba-tiba memeluk tubuhnya dan menggulingkan ke kasur.


"Sssstt.. jangan berteriak, sayang! Nanti Aldo bangun dan kita tidak bisa berduaan," bisik Austin di telinga Ave membuat wanita itu mendengus kesal.

__ADS_1


"Halah, modus!" Austin terkekeh kemudian mencium bibir Ave singkat.


"Bukannya modus, kamu tidak tahu kalau anak kita itu geniusnya sudah melebihi Daddy-nya? kalau Al tidak tidur, dia pasti tidak memperbolehkan ku deket-deket sama kamu, hemm!"


"Iya-iya!" jawab Ave.


"Nah, makanya jangan teriak, Al baru aja bisa tidur setelah bukunya udah tamat tak bacain," Ave tertawa kecil mendengar ucapan Austin yang memang sepertinya sudah dikerjai oleh putranya itu.


"Habisnya, tiba-tiba kamu lompat gitu ke arahku, Aku 'kan jadi kaget!!" jawab Ave masih tersenyum.


"Habisnya aku udah gemes banget sama calon istriku ini!" Austin menarik hidung Ave membuat wanita itu mendelik garang.


"Sakit tau!"


Kini Austin membaringkan tubuhnya di samping sang kekasih hati, memeluk nya erat dan mencium tengkuk Ave.


Wanita itu merasa sekujur tubuhnya meremang ketika hembusan nafas Austin sampai mengenai dadanya yang malam ini memakai piyama belahan rendah, meskipun masih tertutup.


Austin menurut dan menjauhkan wajahnya, kemudian memandang Ave yang malam ini terlihat sangat seksi.


Meskipun sebenarnya Ave memang selalu seksi, tapi malam ini keseksiannya bertambah berkali-kali lipat. Austin benar-benar mengagumi keindahan sosok sang mantan istri itu.


Ave memicingkan matanya ketika melihat tatapan Austin yang sudah berkabut.


"Ayo cepat tidur, besok aku harus ketemu sama klien pagi-pagi sekali," ujar Ave.


Austin mendesa pasrah ketika sang kekasih lagi-lagi memintanya untuk segera tidur. Austin tahu kalau Ave selalu mencoba mengalihkannya dari hal 'itu'


Austin tidak tahu, apakah sebenarnya Ave masih trauma dengan nya atau memang memegang prinsip bahwa dia hanya akan mau di sentuh ketika sudah halal menjadi pasangan suami istri lagi.


"Baiklah, aku tinggal menunggu 4 hari lagi," bisik Austin kemudian mencium telinga Ave yang membuat wanita itu merinding geli.


"Iya, besok aja kalau kamu benar-benar udah jadi suamiku lagi, sekarang aku lagi perawatan, biar kamu nanti puas!" ucap Ave.

__ADS_1


Austin tersenyum dan mendekap Ave penuh kelembutan, tangannya bergerak mengelus rambut blonde milik sang mantan istri.


"Aku sudah tidak sabar, sayang!"


*****


Sehari sebelum hari H.


"Selamat pagi, Nona Ave?"


Ave mendongak ketika seseorang memanggilnya, ia sedikit terkejut ketika melihat siapa yang datang ke tempat kerjanya.


"Nona Laura, eh... silahkan masuk!" Ave merasa sedikit canggung ketika bertemu lagi dengan mantan tunangan dari Austin.


"Terima kasih, Nona, sebenarnya saya ke sini hanya ingin mengucapkan selamat pada anda, selamat atas pernikahan anda dengan Austin, ternyata dia memang masih sangat mencintai anda," ujar Laura to the point.


Ave menghela nafas, sebenarnya dia benar-benar merasa tidak enak dengan wanita di hadapan itu. Biar bagaimanapun Ave seakan merebut calon suaminya dan membuat wanita itu patah hati.


Tapi terlepas dari semua masalah itu Ave tidak ingin di sangkut pautkan, karena biar bagaimanapun Austin yang bertanggung jawab atas semua masalahnya. Egois memang, tapi hati mana bisa di tebak. Jika tidak bahagia tentu saja dia akan meninggalkan nya.


"Terima kasih, Nona Laura, saya minta maaf jika harus terjadi hal seperti ini," jawab Ave.


"Tidak apa-apa, saya malah bersyukur karena sekarang saya bisa bersama dengan orang yang benar-benar mencintai saya, jadi anda tidak perlu merasa bersalah," jawab Laura.


Ave tersenyum senang, hatinya pun terasa lega, akhirnya tidak ada sesuatu yang mengganjal di hati dan hidupnya nanti.


Laura sudah ikhlas.


Bersambung.


Undangan pernikahan untuk para pembaca setia Mantan Suami Posesif


Besok menyusul ya, otw halal nih 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2