
Loralei sungguh membalas untuk mengerjai suaminya. Enak saja dirinya terus yang dibuat kesal. Sekarang gantian. Jadi, sudah satu bulan ini Agathias menuruti kemauannya. Mulai dari yang aneh sampai hal biasa dan wajar.
Sebenarnya Loralei tidak memiliki keinginan apa pun di masa kehamilan. Tapi, berhubung rasa kesal pada Agathias perlu disalurkan, maka ia cari-cari saja segala yang tidak disukai oleh suaminya.
Kebanyakan kemauan Loralei adalah hal yang membuat Agathias malu. Pertama, dia meminta suami berangkat ke kantor dengan motif macan di hari senin, selasa berwarna pink, rabu menggunakan dress panjang, kamis boleh berstelan jas lengkap tapi harus menggunakan aksesoris bando, dan wajah dipoles make up tebal saat hari jum’at.
Loralei sangat puas berhasil membalas mengerjai Agathias. Walau awalnya ditolak karena pria itu tahu dirinya hanya buat-buat saat mengatakan ingin ini itu, tapi pada akhirnya dengan sedikit ancaman membawa anak dalam perut pun si bos mengalah juga.
Tak hanya sampai di situ. Loralei juga meminta Agathias untuk mengganti kendaraan mobil dengan becak. Dia mau pulang pergi ke kantor dengan suami yang mengayuh, sementara dirinya duduk manis di belakang.
__ADS_1
Pria itu tetap menuruti, bahkan sampai pesan khusus becak untuk istrinya. Hitung-hitung olahraga ditambah mempermalukan diri. Sebab, sudah pasti saat perjalanan ke kantor ada saja yang melihat outfit anehnya.
Agathias menghela napas kasar ketika baru saja becaknya berhenti di depan gedung perusahaan. “Mau sampai kapan kau mengerjaiku?” tanyanya seraya mengulurkan tangan pada Loralei untuk membantu wanita itu turun dari becak.
“Sampai aku puas.” Loralei menapakkan kaki, langsung menggandeng lengan suaminya.
“Kau itu senang sekali mempermalukan aku di depan orang-orang.” Agathias tidak pernah marah walaupun tahu istrinya hanya sekedar mengerjai, bukan sungguh dorongan dari buah hati. Justru tangan kekarnya selalu mengacak-acak rambut Loralei dan melabuhkan kecupan di ubun-ubun.
“Iya, maaf. Salah sendiri punya wajah menggemaskan saat kesal. Jadilah aku senang membuatmu cemberut.” Agathias semakin erat merangkul pundak Loralei. Perut istrinya sekarang bertambah buncit dari sebelumnya.
__ADS_1
Sudah pasti kedatangan bos dan sekretaris yang juga pasangan suami istri itu menjadi pusat perhatian karyawan. Bahkan mulai dari becak berhenti di depan pun sudah banyak mata yang menatap sembari cekikikan.
Agathias masa bodoh, wajahnya juga tetap datar walau didandani istri dalam wujud yang aneh-aneh. Namanya juga suami sayang istri.
Di dalam ruang CEO, Agathias bekerja seperti biasa, sementara Loralei tidak melakukan apa-apa karena si bos sudah mendapatkan sekretaris baru, pria, sesuai keinginan istri tercinta. Jadi, wanita yang tengah hamil itu berselancar di media sosial.
Wajah Loralei mengulas senyum jahil saat melihat sebuah unggahan yang viral. Seorang penyanyi yang memakai busana unik berwarna hitam. Dia lekas mencari desainernya untuk menyewa pakaian itu juga.
Selesai, Loralei tinggal menanti kurir datang. Dia sudah melakukan transaksi untuk sewa, tentu menggunakan mobile banking di ponsel warna merah yang diberikan Agathias saat awal sekali menikah.
__ADS_1
Loralei senyum-senyum sendiri membayangkan suaminya terkejut dan memakai busana yang sedang dalam perjalanan ke kantor.