Married To Fierce Boss

Married To Fierce Boss
Part 84


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti prosesi pemakaman keluarga Dominique biasanya. Sederhana dan cukup orang-orang terdekat saja.


Peti Linda Nyx telah masuk ke dalam lubang di area pemakaman keluarga yang ada di mansion Dominique. Loralei sejak tadi berada dalam dekapan Agathias. Dia menyaksikan saat tanah semakin menutupi peti sedikit demi sedikit, lalu akhirnya jadilah gundukan yang memisahkan dirinya dengan sang ibu tercinta.


Kini tak bisa lagi menatap wajah yang sudah melahirkannya. Loralei tak lagi memiliki orang tua. Tapi untungnya ia tidak akan sendiri karena ada suami dan seluruh keluarga besar mertua yang sangat hangat.


Keluarga besar Dominique tergabung dalam berbagai marga karena banyak yang sudah menikah, satu persatu dari mereka mengucapkan bela sungkawa pada Loralei dan meninggalkan area pemakaman.


“Anakku tinggal di sini saja,” ucap Agathias saat mommynya hendak pergi juga. Dia seakan tahu apa keinginan istri yang belum sempat memperkenalkan cucu pertama untuk sang mertua.


“Bisa?” tanya Mommy Felly seraya menyerahkan cucunya pada Agathias. Maksud pertanyaannya adalah bisa menggendong sendiri.

__ADS_1


Kepala Agathias mengangguk. “Iya.”


“Baiklah.” Mommy Felly lalu menepuk pundak menantunya. “Yang kuat, Lo.”


“Terima kasih, Mom,” balas Loralei diiringi senyum.


Kini tersisa keluarga kecil yang berada diantara suka dan duka. Agathias memberikan anak mereka supaya digendong oleh Loralei, sementara dirinya melingkarkan tangan di lengan istri. Terus memberikan usapan.


“Mom, kepergianmu tepat saat putraku lahir. Mungkin aku akan bersedih lama seandainya tak ada malaikat kecil ini di dalam hidupku, pasti aku akan meratapi kensendirian sepanjang waktu.” Loralei menatap anak dalam gendongan yang sedang tidur dan tersenyum. “Tapi, ternyata apa yang kau katakan disaat terakhir adalah benar. Anak ini memberiku kebahagiaan walau hatiku sedang bersedih karena kehilangan satu-satunya orang tuaku.”


Loralei sedikit mengangkat anaknya, lalu mengecup kening si mungil. Dia tersenyum saat tubuh bayi itu menggeliat lucu. Mata kemudian kembali beralih ke arah gundukan tanah yang masih belum menyatu dengan rumput sekitar. “Namanya Clodoveo Nyx Dominique, cucu pertamamu yang belum sempat bertemu.”

__ADS_1


Kepala Loralei mendongak menatap suaminya, memberi pertanda kalau ia sudah selesai berdialog.


Agathias tetap mendekap anak dan istri. Dia begitu gagah dalam balutan setelan jas serba hitam, termasuk kemeja juga berwarna senada. Kini gilirannya untuk memberikan salam perpisahan walau tak mungkin bisa didengar lagi oleh mertuanya yang ada di dalam tanah.


“Terima kasih kau sudah melahirkan putri secantik Loralei, mendidiknya hingga menjadi wanita yang menggemaskan karena memiliki sifat penurut.” Agathias melemparkan senyum sebentar saat istrinya melirik. Dia mengacak-acak rambut wanita itu dengan gemas.


“Damailah di kehidupan yang selanjutnya. Selamat sudah tak merasakan sakit lagi. Jangan khawatir tentang putrimu di sini. Aku akan selalu menjaganya hingga akhir hayat, mencintai dan mengasihi sebagaimana dia dibesarkan dalam keluarga yang harmonis.” Agathias mendekatkan bibir ke puncak kepala istri, mengecup lama. “Aku mencintainya, sangat, dan tak akan pernah ku kecewakan kepercayaanmu yang sudah memberikan restu padaku untuk menikahi putrimu.”


Loralei mendaratkan kepala di dada bidang suaminya. Kata-kata Agathias manis sekali hingga membuat matanya berkaca-kaca untuk kesekian kali.


Selesai memberikan salam perpisahan, Agathias dan Loralei pun membalikkan tubuh bersamaan. Mereka mengayunkan kaki untuk kembali ke mansion. Wanita itu sudah mengikhlaskan kepergian ibunya. Tidak terlalu lama meratapi kesedihan karena ada buah hati yang membuatnya terus tetap tersenyum.

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2