Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.01 Rambut Gulali


__ADS_3

-Prolog


Benar, aku menyukainya. Lihat rambut gulali itu, cerah, hangat dan indah, wajah dengan senyum indahnya, sisi nakalnya, kepandaiannya, sesuatu yang ada padanya, semua ku kagumi. Hanian berteman dengan siapapun, dia ramah dan baik pada siapapun, dan aku adalah teman masa kecilnya, orang yang mungkin sedikit berbeda karena dia lebih memperhatikanku, apa aku tidak boleh menyukainya karena itu? dia membuatku terpesona, aku membenci perasaanku padanya, karena bagaimana mungkin kami bisa menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman masa kecil, aku membenci perasaanku yang egois untuk memilikinya. Namaku Liliana Rashley, sering dipanggil Lilian, tapi ibuku dan Hanian suka memanggil ku Lili.


"Lilian," lihatlah bagaimana dia memikat ku dengan senyumannya


"Aku lapar, traktir aku," bagaimana bisa ada laki-laki secantik itu?


"Lilian? Lili? hey??"


"Ah maaf," tenanglah Lilian


"Ke kantin sekarang yuk, aku yang akan mentraktirmu"


"Kau kan yang minta traktir tadi?"


"Jadi kau dengar? Haha aku hanya bercanda"


"Aku tidak keberatan,"


"Benarkah?"


"Kapan aku berbohong?"


"Ahh kau tidak sadar ada banyak sekali kebohonganmu" ejeknya


"Apa? Kapannnn?"


"Haha "


"Kapan aku berbohong kapannn?"


"Haha kenapa kau begitu menggemaskan?" dia mencubit pipiku


"Akhhh lepas!!" sebenarnya aku senang dengan candaannya

__ADS_1


"Haha ayo ayo kita pergi," dan dalam perjalanan dia tidak berhenti menggoda ku, kenapa aku semakin menyukainya? aku benci ini! di perjalanan menuju kantin, seperti biasa dia menyapa semua orang yang berpapasan.


"Kenapa?" tanyaku tak berdasar


"Apa yang kenapa?"


"Iya kenapa?"


"Lilian?" bingungnya


"Kenapa sih?" kenapa aku menyukaimu?


"Lilian ada masalah apa?"


"Hahhh kenapa sih aku ini?"


"Kau punya masalah?"


"Sepertinya begitu?"


"Apa? Ada masalah apa???" khawatirnya


"Apa maksudnya itu? Aku akan membantu! katakan!!" Itu dirimu bodoh, bagaimana aku mengatakannya?


"Aku tidak tahu,"


"Kau bercanda ya?"


"Iya"


"Jangan bercanda, aku benar-benar khawatir"


"Jangan khawatir" itu membuatku semakin terpikat


"Apa?"

__ADS_1


"Itulah masalah nya, aku menyukai rambut gulali"


"Apa maksudmu? Permen kapas? Itu seperti rambut kan?"


"Ah lupakan!"


Beberapa jam kemudian, sudah waktunya untuk pulang.


"Hmm? Kenapa kau berdiri disini?"


"Aku menunggumu untuk pulang bersama," hey jangan menyiksaku begitu dong


"Aku sudah bilang kan, sekarang waktunya aku mandiri,"


"Tidak, sekarang sepertinya tidak boleh" tukasnya


"Nanti aku bisa manja loh,"


"Aku tidak masalah" nah, ini jadi semakin sulit untukku


"Kau akan menyesal" aku tertawa


"Tidak tidak, kau adalah temanku yang paling berharga," teman heh? Ya benar, harusnya kau memang menusuk perasaanku.


"Baiklah," semoga perasaanku berkurang


"Ayo" dia mengulurkan tangannya dengan senyum itu lagi!!


"Aku ingin memukul jantungmu,"


"Haha memangnya kau psikopat?"


"Sepertinya aku tidak bisa menjadi psikopat"


"Iya, kau itu seorang penyendiri yang mengkhawatirkan" dia menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


...***...


Malam ini dingin dan hening, sepertinya separuh jiwaku hilang karena kesepian, ayah dan ibu sudah lama cerai, dan aku memilih bersama dengan ibuku, bukan karena dia yang terbaik, tapi itulah pilihanku yang setidaknya dengannya aku bisa lebih bernafas, dari pada dengan ayahku dengan tekanan keluarga yang menyesakan, yah ibuku memang memberikan apa yang aku mau, ibu gila kerja begitu juga dengan ayah, ayah sesekali menjengukku, tapi akhir akhir ini sepertinya dia melupakan putrinya, entahlah sekarang aku lelah dengan pikiranku. Andai kata aku bukan anak mereka, kehidupan apa yang akan aku jalani? sementara itu aku masih memikirkan laki-laki yang tidak seharusnya ku taruh perasaan menggelikan ini, tapi bagaimanapun aku berharap, berharap bisa lebih dari ini dengannya, hanya dia yang mampu membuatku menerima dunia ini.


__ADS_2