Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.20 Menanti fakta


__ADS_3

Jadi nanti malam aku akan dengar sebuah fakta? Tapi kenapa aku merasa tidak suka itu berakhir baik? Apa karena itu sudah terlanjur membuatku bagitu tenggelam dalam kesepian? Aku hanya berpikir, dimana ibu dan ayah akan memperbaiki hubungan mereka, dan aku yang betapa kesepiannya terpaksa melupakan sakit hati karena tidak ada yang benar-benar ada disampingku, bahkan Hanian meninggalkanku, dengan tersisanya beberapa kenangan indah, itu kan makin membuatku tak karuan.


"Aku egois? Aku jahat? Jika tidak mengharapkan hal baik terjadi? Hmm"


"Lili!"


"Wow cepat sekali," dia berkeringat


"Haha, aku hanya beberapa roti, minuman dan camilan"


"Hmm baiklah baiklah, enyahkan pikiran negatif, yang baik akan datang!" aku menepuk-nepuk pipiku dengan tanganku


"Hey," cegah Hanian


"Ada apa sayang?" tanya Hanian


"Sa-sayang?... " dia tersenyum


"Kita kan sudah pacaran hmm?"


"Oh itu benar" gila jantung ku bedetak kencang!


"Hmm aku suka kau merona Lili, rasanya ingin kugigit saja saking gemasnya!" Ah hentikan itu, itu semakin membuatku


"Oh?" Dia mengangkat tubuhku dan mendarat di pangkuannya


"A-apa aku berat?"


"Tidak sama sekali" uhh tatapannya seram!


"Kenapa? Apa kau marah?"


"Tentu saja, sangat menyebalkan jika hidupmu tidak bahagia" ah apa dia tahu?


"Kau harus makan banyak, agar gemuk" ah tidak tahu toh


"Aku tidak mau jadi gemuk!"


"Apa Lili? Itu tidak masalah jika kau gemuk,"


"Diam kau akan menyesal"


"Hmm baiklah ayo makan"


"Ah Hanian, bukankah posisi ini tidak nyaman?"


"Ini posisi yang paling nyaman dalam hidupku"


"Emm mana mungkin"


"Makan! mau kusuapi?" dia menggit rotinya


"Melalui mulutmu itu?"


"Apa? Oh pikiran Lili liar sekali ternyata," godanya


"Ohh baguslah kalau bukan"


"Hmm tidak masalah jika kau," "tidak" jawabku cepat


"Tapi aku mau,"


"Ah tidak..." aku menghalangi wajahnya yang mendekati


"Hmm kalau begitu aku makan Lili saja,"


"Aww" dia menggigit telingaku


"Kau itu kucing ya?!" Itu sedikit tidak wajah bagiku


"Hehe" dia malah memelukku erat


"Bagaimana aku bisa makan?"


"Baiklah tidak main-main lagi," dia melepaskanku, lalu aku makan tanpa gangguan


"Lili, ayah ibuku pulang malam ini, kau mau bertemu mereka?"


"Hmm malam ini aku ada rencana lain,"


"Apa? Makan malam? Dengan pria?"

__ADS_1


"Ayolah itu tidak mungkin seperti apa yang kau pikirkan"


"Haha aku suka cemburu berlebihan,"


" ... " yeah aku juga


"Kadang aku menyesali sesuatu yang terjadi dimasa lalu, maafkan aku ya, aku juga tidak suka meninggalkan Lili saat itu, tapi itu mendesak karena kakek memintaku menemuinya dengan cepat, dia dalam keadaan yang tidak begitu baik," ohh jadi itu sebabnya


"Apa kakekmu segalanya?"


"Tentu saja, dia yang paling memikirkan aku, dan aku berharap dia selalu sehat"


"Semoga dia sehat,"


"Ya itu akan bagus sehingga aku lepas dari tanggung jawab," gumamnya dengan wajah dingin


"Hanian?"


"Ahaha kakek sekarang dalam keadaan sehat,"


"Syukurlah"


"Maka dari itu aku ingin tahu, bagaimana Lili selama ini, tapi aku sadar, mengerti bahwa Lili tidak begitu bahagia, kepribadianmu selalu waspada dan acuh, sinis, dan... "


"Apa aku begitu buruk?"


"Tidak" dia tersenyum


"Itu akan membuatmu terjaga, dengan begitu kau tidak dekat dengan laki-laki manapun, keputusan yang lumayan bagus Lili,"


"Ahahaha" lumayan huh?


"Aku ini CEO muda kan?"


"Kenapa kau tanya?"


"Haha tidak, menjadi CEO itu tidak mudah"


"Tentu saja Hanian,"


"Panggil aku sayang!" pintanya


"Baiklah sayang,"


"Itu karena kau terlalu muda?"


"Bukan, karena aku terlalu berbahaya" senyum tipis


"Bahaya apa? Haha jangan bercanda,"


"Pekerjaanku terlalu kotor,"


"Haha terdengar seperti mafia saja," tidak mungkin kan?


"Haha kau takut jika itu benar?" senyumnya semakin menipis


"Yeah aku takut dengan mafia, tapi jika aku berhadapan dengan Hanian, meski itu fakta mencengangkan, jika Hanian baik dan lembut padaku, sepertinya tidak apa," apa sih yang aku utarakan?!


"Terimakasih Lili,"


"Haha apa sih"


"Benar benar terimakasih" Hanian sangat aneh sekarang, tidak lama kemudian bel masuk berbunyi.


"Ah kita harus," dia mencegahku beranjak


"Kita akan terlambat"


"Tidak bisakah membolos satu kali saja?"


"Tidak" aku tersenyum


"Ahh baiklah, kau tahu, jika aku teramat egois, aku tidak akan melepaskan Lili sekarang,"


"Iya iya, jadilah anak yang baik"


"Hey aku serius"


"Aku juga tidak kalah serius,"


"Hah" helanya panjang

__ADS_1


"Ayo lepas, kita akan terlambat" dan akhirnya dia melepaskan


"Baiklah ayo"


...***...


Singkatnya, dalam pelajaran berikutnya adalah bagian dari pembahasan tugas kimia, kami tidak presentasi, hanya di tanya beberapa pertanyaan apa kami sedikit paham dengan materinya, lalu semua berakhir. Dan tiba waktunya untuk pulang, supirku sudah ada didepan parkiran biasa.


"Lili!"


"Hanian?"


"Biarkan... biarkan aku mengantarmu pulang!" lihat, dia seperti nya suka sekali berolahraga


"Pak supir, aku akan pulang dengan Hanian" sopir ku mengangguk sambil tersenyum jahil


"Kau!" kau tersenyum kenapa?!!


"Ada apa Lili?"


"Ahaha tidak ada" lalu dia segera membawaku ke mobilnya


"Emm, sepertinya ini bukan mobilmu"


"Haha sebenarnya mobilku ada banyak," oh betapa kayanya dia ya?


"Oh CEO muda," godaku, dan dia sedikit merasa malu


"Lili jangan katakan itu"


"CEO muda"


"Diam atau aku... "


"Haha atau aku apa?" tantangku


"Cium mau?" Katanya, ohh itulah pengakhirnya


"Tidak"


"Jahat sekali, padahal aku menginginkannya"


"Ahh jangan bicara lagi!"


"Haha tidak usah malu," lalu beberapa jam kemudian, kami sampai.


"Terimakasih," aku segera ke dalam rumah


"Lili"


"Ya?"


"Kenapa aku tidak di ajak kerumahmu?" dia memasang tatapan sedih yang imut akhh


"Tidak hari ini ya,"


"Kalau begitu cium perpisahan"


"Tidak"


"Di pipi"


"Tidakkk"


"Hmm Baiklah," maaf, aku takut ayah ibuku ada di rumah, dibalik jendela dia lihat misalnya? aku akan merasa malu jika itu benar


"Bye" jawabnya dengan ketus


"Bye sayang" dia tersenyum lalu pergi, nah mari kita masuk. Tampaknya ayah ibu tidak disini.


"Nona,"


"Dimana mereka?"


"Oh ayah ibu nona pergi"


"Berdua?"


"Ah mereka sedikit ber, ah tidak"


"Hmm baiklah, aku ingin makan sekarang," aku pergi ke kamarku, segera mandi karena merasa lengket, ahh aku masih merasakan gigitan Hanian di telingaku. Lalu segera setelah nya, berlalu dengan lamunan, aku harus menerima semuanya, tidak ada yang salah dengan hal baik. Tibalah saatnya, malam yang gemilang dengan pakaian style masing masing. Ayah ibu datang dengan satu mobil, dilihat dari wajah ibuku, sepertinya hubungan mereka membaik.

__ADS_1


"Ayo nak, naiklan" ayahku menyetir, dan ibuku berada disampingnya. Baiklah, aku tidak kekurangan apapun, aku hanya kesepian selama ini, aku terus berdialog dengan pikiranku, menenangkan bisikan buruk. Kami menuju restoran keluarga Rashley, disana hanya ada kami, sepertinya ayah melakukan ini demi ibu. Dan dalam percakapan itu, ayah ibuku meminta maaf, dia membenarkan penyakitnya, dia harus bekerja sekaligus di rawat sewaktu waktu penyakitnya kambuh, yeah dan beberapa fakta lainnya


__ADS_2