
"Jadi, dimana kalian pernah bertemu?"
"Emm tempat yang tak pernah terbayangkan oleh mu" Hanian tersenyum dan itu terasa tidak terlalu menyenangkan
"Kakak bisakah jadi teman saja? Jangan pacar"
"Haha Abell, namamu Abell kan?"
" ... " oh ayolah ini bukan permusuhan
"Ya, Abell Avellino" jelasku
"Baiklah Abell Avellino, Aku akan menjaga kakakmu, dengan segenap hatiku tentu saja"
"Tidak! Aku yang akan menjaganya!"
"Tidak adik kecil, Kau terlalu kecil, aku adalah kekasihnya, dimasa mendatang Lili akan menjadi pengantin ku" akhhh apa yang dia bicarakan?!!
"Aku bukan adik kecil! aku yang akan menjadi... menjaga kakak seumur hidup ku!"
"Ayolah anak anak, aku bisa menjaga diriku sendiri well," tidakkah kalian sadar kalian berdua begitu kekanakan?
"Ah maaf Lili, aku sedikit tertarik menggodanya haha"
"Omong kosong"
"Ah Abell, kau tidak boleh begitu, hormati orang yang lebih tua dari mu,"
"Ya, tenang saja aku akan melindungi kakak"
" ... " hahhh itu lagi, memangnya melindungi dari apa?
"Baiklah Abell, terserah maumu," lalu pengumuman bahwa pertandingan akan segera dimulai " BLA BLA BLA"
"Baiklah, aku harus bersiap" kata Hanian dengan semangat
"Ya, Jang... Se-semangat!" ukh sulit sekali bilang semangat
"Haha aku sangat senang," dia bergabung dengan timnya, Hanian terlihat keren dan cerah, gulali manis.
"Hanianku sangat manis" grep... Tangan Abell semakin kuat memegang erat bajuku
"Kenapa?"
"Apa aku manis?" Pertanyaan yang sia sia
"Tentu saja, itu tidak perlu di tanyakan lagi" kau sangat manis, lucu dan tampan, mirip ayah namun dia begitu datar.
"Benarkah?" Wajahnya berharap lebih
"Tentu saja, aku ingin mecium pipimu adikku!" kau menggemaskan!
"K-kau boleh mencium pipiku" dia malu malu
"Ohh dengan senang hati," aku memeluk dan mencium pipinya
"Pangeran tampanku, kau harus bahagia"
"Ahaha itu geli," ternyata ini cukup membuat ku bahagia, bahagia atas kesederhanaannya dan bahagia di akui sebagai kakaknya
"Aku harap waktu berhenti, namun waktu tidak akan berhenti untuk semua orang meski memohon,"
"Hehe aku senang"
"Baik, mari fokus pada pertandingan"
"Ah, bisakah kau fokus padaku saja?"
"Haha ini bukan saatnya"
"Hmm" kekecewaan sangat jelas di wajahnya
" Haha lain kali saja," dan aku kembali melihat, kekasih ku yang manis itu, dia beraksi sangat keren, dan aku benci banyak wanita melihatnya!
"Sangat menjengkelkan" gumamku
"Kak?"
" ... " tapi Hanian selalu melihat ke arahku, itu membuatku malu sekaligus bahagia, dia seperti mengisyaratkan kalau aku yang paling berharga baginya, sangat manis. Dalam permainan, dia gesit dan mendapat beberapa point, keringatnya mengucur deras, lelah dan seksi.
"Mengapa dia harus begitu keren?"
"Hmm... " kesal
"Semangat Hanian!!!" teriakku, dia balas dengan seringai nya yang jahil.
"Itu racun, kau akan punya banyak fans untuk itu bodoh!" kesalku
" ... " tapi dia tetap melakukan nya
"Dasar gulali bodoh" beginilah nasib orang yang punya pacar tampan, selalu terlibat dengan perasaan kacau.
__ADS_1
"Kakak, kenapa kau melihatnya begitu,"
"Karena aku menyukainya,"
"Apa kakak suka aku?"
"Hmm kenapa kau selalu menanyakan hal yang sudah pasti?" tapi dia lucu
"Aku, aku hanya ingin dengar,"
"Aku menyukaimu, aku menyayangimu adikku"
"Aku juga mencintaimu" aku tidak bilang cinta sih hmm
"Baiklah, itu sangat membuatku bahagia" beberapa menit kemudian, pertandingan selesai, tim Hanian unggul 2 point, jadi untuk babak selanjutnya akan di adakan besok.
"Itu bagus, kau sangat," keren
"Sangat?" menanti
"Beruntung"
"Ah apa itu? Bukankah aku hebat? Keren?"
"Ya itu juga" senyum ku.
"Kak,"
"Hmm" Hanian menatap Abell dengan dingin, begitu juga dengan Abell
"Kalian benar benar membuatku bingung, ah iya aku ingin memberikan ini, kau pasti haus"
"Ah terimakasih"
"Kakak aku juga!"
"Nanti kita beli, "
"Sekarang!"
"Emm baiklah"
"Aku akan ikut bersama kalian" tawar Hanian
"Oke" akan lebih baik jika Hanian bersamaku dan tidak banyak orang yang berkesempatan bertemu dengan nya.
"Hah... " helaan nafas panjang dari adikku, membuatku tersadar, mereka berdua tidak menyukai satu sama lain.
"Aku akan membuat kalian menyukai satu sama lain" gumam ku
"Ayo pergi, "
"Hey Lilian seperti nya melupakan kita," haha maafkan aku teman teman
...***...
"Oh, sangat ramai, banyak kedai makanan disini"
"Haha seperti nya ini baru pertama kali untuk mu,"
"Yeah aku akui"
"Hmm ayo kita beli makanan" ajak Hanian
"Kakak, aku kan ingin minuman!"
"Kita akan beli makanan dan minuman"
"Hmmm" jajanan yang tidak pernah aku makan, ini sangat enak dan banyak macam makanan disini, harganya juga murah hmm.
"Aku cuma punya kartu,"
"Ah kami hanya menerima uang tunai"
"Ah aku tidak,"
"Hey Lili, siapa yang bilang kau akan membayar"
"Ohh, tapi aku sedang membayar makanan adikku" mulut Abell penuh dengan makanan
"Biar aku saja,"
"Tapi,"
"Aku ingin mencuri hatinya" seringainya
"Sangat romantis,"
"Kau tahu kan maksudku bukan itu,"
"Iya aku tahu"
__ADS_1
"Sulit jika hubungan tanpa restu" katanya
"Haha yang paling penting adalah pendapat ku"
"Benar, jadi bagaimana menurut mu?"
"Hmm... "
"Kakak! Ini enak, makanlah ini,"
"Haha baiklah, kau harus berterima kasih pada Hanian"
"Kenapa?"
"Berkat nya kau bisa makan makanan itu Abell"
" Apa maksudmu kak?"
"Makanan itu traktiran Hanian, aku tidak punya uang tunai, itulah sebabnya dia membayar makananmu, "
"Ap... Apa?!!" dia langsung memuntahkan, tidak, dia berusaha memuntahkan makanan itu
"Hey adik kecil, sudah berada di perut, kau berhutang padaku," bisiknya pada Abell
"Aku dengar itu Hanian"
"Haha aku hanya bercanda"
"Ahh sangat tercemar! Perutku tercemar!!! Huwaaa" ah, dia menangis seperti bayi, itu hal yang paling normal yang tak pernah ku lihat darinya
"Abell? Kenapa?" tentu saja aku panik
"Adik kecil, kau sangat lucu," kata Hanian sambil tersenyum lembut
"Aku akan membalasmu!"
"Balas aku dengan makanan ya, aku akan sangat berterima kasih"
" ... " ah baiklah, biarkan mereka berinteraksi dengan aneh.
"Kakak berikan aku uang, aku tidak mau berhutang padanya" jadi itu trik Hanian
"Baiklah, besok aku akan membawa banyak uang untuk mu"
"Jangan lupa, tunai Lili" tersenyum, dia berhasil menggoda Abell
"Pendekatan yang bagus"
"Terimakasih"
"Kakak, omong omong aku lagi,"
"Ya silahkan, kau bisa makan sepuasnya" kata Hanian puas
"Ah aku akan membayar nya nanti"
"Baik baik itu bagus, aku akan menunggunya dengan sabar"
"Geezzz... "
"Jangan menggodanya lagi Hanian"
"Dia tidak bisa dihadapi dengan trik apapun Lili, izinkan aku melakukan itu, "
"Baiklah,"
"Cuma panggang ini seperti nya enak, kau mau?"
"Sepertinya itu pedas ya"
"Sangat pedas"
"Kau makan saja"
"Ayolah Lili, coba ini sedikit saja, kau akan suka"
"Tapi, "
"Kau akan suka"
"Baiklah" aku mencoba makanan yang diberikan Hanian, itu pedas dan enak!!!
"Emm aku sangat menyukai ini"
"Ahahaha aku sudah menduganya"
"Kau juga Hanian"
"Tentu saja" dia memakan cumi panggang yang ada di tanganku
"Itu kan disana masih banyak!"
__ADS_1
"Lebih lezat yang ada di tanganmu Lili"
"Ah dasar!" dasar penggoda!!