
Aku sama sekali tidak menyangka, Hanian yang lembut, ramah, dan sopan itu entah pergi kemana, yang pasti sekarang terjadi masalah!
"Ha-Hanian?"
"Dia itu seperti punya maksud tertentu," dia menahan amarahnya
"Apa kau bilang?! Aku hanya ingin kenal dengannya, memangnya kau siapa ikut campur urusan orang?"
"Aku,"
"Aku apa?" Tantangnya
"Sial!" Hanian bilang sial??? Apa ini?
"Hanian, sepertinya kau harus minta maaf," ini akan berakhir dengan tenang mungkin, seperti dulu kau tidak suka mengundang banyak masalah.
"Apa maksudmu Lili? Aku sedang melindungi mu dari srigala itu," Huh? Jelas Hanian telah berubah!
"Hanian tenanglah," kenapa sulit ditangani?
"Apa? Melindungi? Lucu sekali!!!" Hey diamlah!!
"Aku tahu sifatmu, aku tahu tentang mu," kata Hanian
"Wahhh kau stalker? Kau suka padaku? Maaf aku ini masih suka wanita... Jadi" Bla bla bla aku tidak bisa dengar, telingaku berdenging
"Lili, aku tidak mau kau tahu, tapi suatu saat kau akan tahu, jika bukan dari diriku kau akan tahu dari orang lain, bahwa... aku..." Dia meloncat dari bangku menendang pria itu lalu menghajarnya sampai darah keluar dari hidungnya
"Bukan lagi seperti dulu," lalu siapa kauuuu?!!
...***...
Pria itu mengenaskan, aku melerainya agar tidak semakin runyam dan itu lumayan sulit, betapa kuatnya pria dibanding gadis kecil sepertiku, semuanya ramai, entah akan jadi gosip apa, yang terpenting adalah
"He-hentikan," aku memeluknya, aku tidak tahu lagi, aku akan menerima apa yang akan terjadi padaku atas masalah ini dan perihal aku memeluknya, tapi Hanian seharusnya tidak ikut terseret.
"Maaf, kau pasti terkejut," sangat, sangat terkejut Hanian, aku melepaskan pelukanku
"Kenapa kau lakukan itu?" Aku tertegun karena tak percaya, dia masih menatap pria itu dengan bengis
"Aku tahu dia orang yang seperti apa" aku belum pernah melihat ekspresi itu, dia seperti merasa jijik.
"Tapi tidak harus menggunakan kekerasan kan?" Kau tidak seperti ini sebelumnya!
"Lili selama ini kau hanya tidak tahu, aku sudah banyak kehilangan kesabaran, aku tidak bisa bersabar lagi," mengerikan, apa yang menjadikan anak lucu itu menjadi anak nakal? Sebenarnya apa yang terjadi padanya selama ini?
"Apa yang terjadi selama aku tidak ada?"
"Itu juga pertanyaanku Lili, apa yang selama ini terjadi padamu?" Sekarang hening diantara kami
"Kau tidak menjawab pertanyaanku," alihku
"Kau juga" aku hanya menatap wajahnya yang dulu terlihat manis dan lucu, sekarang wajahnya serius dan letih.
"Lili kau takut padaku?"
"Tidak," setelah beberapa saat aku menjawab nya
__ADS_1
"Jangan takut, aku tidak ada niatan untuk menyakitimu," aku tahu
"Aku bilang aku tidak takut bodoh!"
"Haha" dia tertawa
"Kenapa? Kenapa kau tertawa?"
"Kau tidak takut, kau malah mengejekku bodoh, haha" dia semakin tertawa
"Kau kan memang bodoh!"
"Benar"
"Sekarang apa?"
"Apa?"
"Setelah memukul orang apa?"
"Ya dihukum, mana mungkin diberi hadiah, ah tidak, hukuman juga berupa hadiah, kan?"
"Kau benar benar bodoh!"
"Ini biasa untukku" dia tersenyum
"Hey! kau terdengar seperti biasa membuat masalah"
"Memang benar begitu,"
"Mengejutkan" ini benar benar diluar perkiraan
"Apa?"
"Haha"
"Apa? Apa? Apa? Jangan tertawa!"
"Lili, sekarang aku yang membuatmu penasaran, kau tidak akan pernah tahu jawabannya selain dariku," dia mencubit pipiku lagi
"Ah sakit bodoh! Aku juga tidak ingin tahu,"
"Kau pasti ingin tahu," timpalnya
"Berhenti bercanda!"
"Aku tidak bercanda"
"Hanian, rupanya kau disini," seseorang menghampiri kami
"Oh William," penampilannya mengatakan dia adalah berandal, ah apa yang aku pikirkan? Tidak boleh melihat hanya dari sampulnya.
"Kau di panggil ke kantor,"
"Hmm untuk apa?"
"Apa lagi sialan?!" Akhhh dia berandalan!!
__ADS_1
"Haha baiklah, aku pergi ya" Hanian berteman dengannya! Jadi ini ulahnya?! Menjadikan Hanian seperti ini! Tunggu, jangan sensitif, mungkin bukan karena dia, bagus! Aku menata pikiranku untuk tidak berprasangka.
"Iya" kataku, saat hendak pergi pria ini menghentikanku
"Apa?" Kataku dengan sedikit sinis
"Wow santai, dia membelamu? Hmm cantik, dia memang brutal tapi dia tidak begitu jahat, dan kau, kau teman masa kecilnya ya?"
"Dia cerita sesuatu?"
"Benar, aku selalu bosan dengan omongannya itu," dia pria yang sangat, tidak rapih tapi tampan!
"Dia bicara apa saja?"
"Dia merindukan mu, dan" dia melihat ku dengan lekat
"Dan apa? Matamu liat kemana bodoh!"
"Apa? Kau panggil aku bodoh,"
"Kau sama bodohnya dengan Hanian!"
"Ahahaha kalau bukan karena Hanian kau tidak akan selamat, apa kau tahu?"
"Apa artinya itu?"
"Aku tidak pandang lawan, mau dia pria atau wanita,"
"Oh kau pasti yang paling mengerikan,"
"Apa?"
"Kenapa Hanian yang mengerikan? Dia begitu tampan saat tersenyum, rumornya melenceng dari kenyataan hmph... "
"Dia tersenyum? Itu tidak mungkin,"
"Apanya yang tidak mungkin, aku kan teman dekat nya"
"Hmmm seperti nya kau tidak mudah takut," aku takut, tapi kau bilang sepertinya Hanian akan melindungiku, jadi aku tidak takut.
"Untuk takut denganmu aku harus apa ya? Sepertinya tidak ada,"
"Jika kau melihat darah pasti sudah takut," apa dia psikopat?!
"Aku harap Hanian melenyapkanmu,"
"Apa? Kau bilang apa?"
"Apa? Kau tanya apa?"
"Kau tidak ada takut takutnya ya," dia tersenyum
"Itu saja, semoga kita tidak bertemu lagi!"
"Mustahil, kita akan bertemu kembali, kita kan satu sekolah"
"Terserah" Aku segera meninggalkannya
__ADS_1
"Aku yakin sekali," gumamnya