Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.02 Mamah aku rindu


__ADS_3

"Mah apakah kita bisa makan malam bersama malam ini? Aku tidak suka makan sendirian," keluhku


"Apa? Mama tidak bisa sayang, maaf kau tahu itu kan, ini semua untukmu,"


"Benar," aku bukannya tidak tahu


"Astaga, kau tidak benar-benar sendirian kan?"


"Iya, ada bibi,"


"Hmmm mamah akan lakukan sesuatu nanti, mamah tutup ya ada meeting,"


"Bye mam,"


"Bye my little girl, have a nice dream" tutupnya dengan lembut. Yeah, ibuku tidak jahat dia bukanlah orang yang harus aku salahkan sepenuhnya, dia adalah orang yang paling berjuang untuk kehidupanku yang layak, tapi tetap saja kurang, dan dia tidak menyadarinya, aku merindukannya, aku ingin memeluknya, atau mungkin bisa saja tidur bersamanya karena merindukannya. Malam ini hampa lagi seperti malam-malam kemarin, kalau aku bisa saja mengganti orang yang ku sayang dengan mudah, tapi itu jahat karena kasih sayang ibuku sepertinya lebih dalam tidak seperti yang aku bayangkan, dia melakukannya untuk kenyamananku, kebebasanku, kebahagiaanku, jadi aku harus memahami satu kekurangan itu, ya... Kekurangan itu adalah keberadaannya.


"Kau harus memahami itu Lilian, positif thinkinglah," air mataku berlinang tak bisa di cegah, aku membiarkannya karena ini sedikit membantu.


...***...


Dipagi hari seperti biasa wajahku ku paksa untuk ceria, ceria jika di depan si rambut gulali, kekhawatirannya membuat perasaanku bertambah, dan itu tidak boleh terjadi.


"Hei,"


"Ha? Apa? Aku kan sudah bilang,"


"Yeah aku pikir aku tidak bisa membiarkan ini, aku tidak tahu masalahmu untuk yang satu ini, jadi"


"Tunggu, kau tahu aku punya masalah?"


"Yeah"


"Kau peka sekali," aku tersenyum


"Jadi apa lagi?"


"Hanya merasa kesepian," aku tertawa


"Tawamu itu adalah kebohongan, kau tidak perlu memaksakan diri, tapi kau harus tahu kau tidak sendiri, aku masih ada untukmu," jika dia tahu perasaanku, aku yakin dia akan hati hati menjaga perkataan nya, kan?


"Haha"

__ADS_1


"Apa? apa yang lucu?" herannya


"Tidak, aku mentertawakan diri sendiri,"


"Aneh,"


"Aku sudah aneh dari dulu"


"Haha dasar," dia mengelus kepalaku


"Hentikan aku sudah besar,"


"Besar apanya? kau lebih pendek dariku, dan juga lebih kecil" ejeknya


"Akhhh berisikkk"


"Hahaha... "


"Aku sudah 1 SMA sekarang!"


"Iya iya anak besar,"


"Kau mengejek ya!"


"Lili, kemarilah ikut kami, kami sedang membicarakan pertandingan nanti,"


"Oh, pertandingan apa?"


"Sini duduk sini," ajaknya antusias


"Ah tidak,"


"Ayo ayo... " Aku ingat gadis ini, Diana.


"Apa? Ehhh" dia menarikku untuk bergabung


"Tidak apa-apa santai saja," dia selalu mendekati ku


"Minggu depan kau tahu?"


"Pertandingan?"

__ADS_1


"Ya!!!" terlihat sangat antusias


"jadi?"


"Ayolah, semua orang disini selalu membicarakan ini,"


"Yah jadi kau siapa?" tanyaku, dan mereka terkejut


"Ma-maksudku aku lupa nama kalian, sorry?"


"Oww sayang,"


"Jey jangan bilang begitu, dia pasti merasa aneh,"


"Tidak apa-apa selanjutnya kita akan berteman, iya kan??" katanya dengan nada penekanan


"Hey itukah suara bersahabat?" tukasnya memarahi, ini sedikit lucu jadi aku tersenyum.


"Oh dia tersenyum!" kata Diana dengan cerianya


"Oh benar,"


"Well itu berkatku"


"Apa maksudnya itu?"


"Kalian semua lucu," Sekali lagi mereka terkejut


"Apa? Ada apa???" tentunya aku juga bingung


"Haha kau terlihat menggemaskan" kata Diana


"Kau sepertinya malu-malu" apa??


"Haruskah kita menambah satu anggota?" kau, ah siapa kau?


"Tentu saja," mereka tersenyum, dan itu membuatku tidak nyaman, mereka bertiga anak yang aneh tapi menyenangkan, aku hanya tersenyum karena untuk pertama kalinya aku mendapat perasaan ini. Perasaan memiliki teman.


"Namaku Luna," ah Luna, dia gadis yang cukup tinggi, matanya jernih dan jangan lupa, dia sangat manis dengan kulit eksotis.


"Dianaaaa" katanya dengan ceria, dia gadis yang cantik

__ADS_1


"Jey," Gadis tomboi, begitulah, dan akhirnya kami berteman.


__ADS_2