Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.16 Hanianku berubah


__ADS_3

"Oke pesan yang kalian mau," mereka mengaguk senang dengan tatapan yang kurasa menjengkelkan


"Hmm kau mentraktir mereka?"


"Ya"


"Ini kedua kalinya aku menghampirimu Lili,"


"Iya "


"Akan ada pertandingan basket, aku juga ikut main meski pemain cadangan, aku sudah bilang kan?"


"Iya"


"Em Lili"


"Ya?"


"Jangan bilang iya terus, kau tidak punya pertanyaan?" ahh karena aku dekat denganmu rasanya gugup


"Tidak"


"Iya dan tidak hmm?" Dia sekarang cemberut, tanpa sadar aku mencubit pipinya dengan lembut


"Li-Lili?"


"Hmm ya?"


"Kau menggoda ku sekarang hmm?" Tampak heran tapi wajahnya memerah


"Ap, ahh tidak"


"Aku punya tubuh bagus, kau mau menyentuhnya?" Itu cukup memalukan!!


"Haaaa? Kau gilaaaa" aku berteriak dan orang orang heran denganku


"Ma-maaf, iya maafkan aku" aku meminta maaf karena berteriak


"Hahaha Lili," dia tertawa terbahak-bahak


"Diam" aku malu


"Sangat menggemaskan, cepatlah jadi pacarku!" desaknya


"Uhuhuhu ini seperti yang ada di novel" diam Luna!


"Apa itu?" Jey menggoda.


"Wanita cantik terjerat berandal tampan yang menggoda," ahhh apa yang kau bicarakan!! Walau sepertinya tidak salah juga


"Benarkah? Lalu?" Tanya Hanian penasaran


"Wanita itu sulit ditaklukkan, pria itu kesulitan," Kata Luna dengan semangat


"Ah benar," semangat Hanian menurun


"Ahhh bukan itu maksudku," Luna panik


"Haha benar memang begitu ko" kata Jey tertawa


"Tapi, tapi kan happy ending!"


"Happy ending?" Tanya Hanian mengumpulkan semangat nya yang tadi hilang


"Ya benar"


"Seperti apa endingnya?"


"Mereka menikah, membangun keluarga dan punya beberapa anak,"


"Berapa anak?"


"5? 7?" Luna sedang mengingat


"Itu cukup banyak" wajah Hanian serius memikirkan nya


"Ternyata 2 hehe,"


"Ha sedikit sekali, baiklah mari lakukan itu Lili,"


"Apa???" Perbincangan yang memalukan apa ini?!


"Aku ingin punya anak 5"


"5 matamu!"


"Ohh 7?"


"Berhenti bercanda!!!"


"Wajahnya Lilian memerah," kata Diana


"Artinya apa itu?" lihat tawa jail Hanian, menyebalkan


"Dia tersipu malu hmm" kata Jey


"Cukup sudah, aku cuma punya satu Hati,"

__ADS_1


"Hatiku tidak mau? Gratis loh" Hanian masih menggoda, aku tidak boleh terpojok!


"Mau, sekalian dengan jantung, ginjal, paru paru, paket lengkap,"


"Ohh itu sangat," bagaimana? Hmph


"Aku tidak tahu calon istriku psikopat, sangat menggemaskan" kenapa kau merona?!!! Tak lama kemudian pesanan kami datang


"Hmm kemarilah istriku," istri?!!


"Siapa yang,"


"Makanlah ini,"


"Ap-" dia memasukan satu udang kemulutku


"Enak?"


"Iya," tentu saja aku suka udang


"Suapi aku juga," pintanya, dan teman temanku, mereka menikmati makanannya tanpa menghiraukan aku dan Hanian.


"Tidak,"


"Jahat nya"


"Ishhhh aku ragu ini seperti tipuan," menggerutu


"Kau tidak percaya?"


"Bagaimana pun, aku tidak percaya kau tidak tahu malu,"


"Kenapa kau ragu?"


"Aku rasa ini aneh,"


"Hmm?"


"Aku menyukaimu tapi tidak mempercayaimu,"


"Kau menyukaiku tapi kau masih ragu, itu saja kan?" wajah cerianya hilang


"Eh,"


"Makanlah, kau kurus sekali," dia tersenyum lagi, dia pandai mengubah ekspresi


"Aku hanya tidak puas,"


"Ya aku juga terlalu buru-buru, hanya karena takut kau akan punya seseorang sebelum aku" haruskah kita bicarakan ini berdua?


"Shtttt aku hanya ingin makan dengan tenang saat ini,"


"Selamat makan"


"Kau juga Lili," aku ingin memperjelas hubungan, rasanya jika dia hanya mengatakan itu, itu seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan, dan aku merasa itu tidak begitu tulus, yeah aku suka padanya tapi juga jika tidak ada kenyamanan aku tidak akan memaksa diriku sendiri, ini adalah pertahananku agar tidak terluka.


...***...


"Lili kau mau pergi kemana?" dia melihat aku dan Dion hendak pergi, waktu pulang telah tiba


"Aku punya urusan,"


"Padahal aku ingin pergi ke rumahmu,"


"Aku punya urusan,"


" Kau mengulang perkataanmu,"


"Iya"


"Belum pacaran kau sudah selingkuh"


"Selingkuh mata kau!!" Aku malah marah


"Lilian bagaimana?" Dia sedikit tahu mengingat dia juga disana melihat Hanian memukuli teman temannya


"Tentu saja harus, harus selesai, biarkan bajingan ini,"


"Hey," dia seperti keberatan, tapi untuk sekarang aku tidak peduli, perasaan suka ku masih ada tapi tidak seperti dulu, kini memudar, karena aku waspada padanya untuk saat ini, dia bukan sembarang anak sekarang, tidak polos dan baik seperti dulu, dan dia mengakuinya, dia CEO muda yang entah apa yang terjadi sebelumnya, meski begitu dia jadi berandal disekolah, seperti dirinya punya andil atas masalah di sekolah ini, dia Hanian, masih banyak hal yang tidak aku tahu dan kuduga, itu sedikit membuatku tidak nyaman.


"Ayah ibuku menunggu,"


"Maaf lain kali saja Hanian, aku harus menyelesaikan tugas Kimiaku!!!" aku sekarang agak galak, ukhh


"Ya baiklah, berhati hatilah," dia melihat Dion dengan dingin dan kembali melihatku dengan senyum indahnya


"Apa kau merasa kalau denganku tugasmu jadi lambat selesai?"


"Ah tidak, aku santai saja ko"


"Baiklah ayo pergi,"


...***...


Cafe Orion, sekarang kami sedang disini


"Sepertinya pacarmu marah,"

__ADS_1


"Bukan pacar,"


"Sungguh?" Kenapa dia ingin memastikannya?


"Aku masih tidak tahu, aku menyukainya, dirinya di masa lalu,"


"Di masa lalu?" Oh ayolah ini bukan saatnya


"Sepertinya kita harus lebih fokus ke tugasnya"


"Oh kau benar,"


"Oke mulai " aku tersenyum, sambil mengenyahkan pikiran ku yang tak henti memikirkan anak itu.


"Aku sebenarnya sudah meneliti ini,"


"Mhm" benar kan dugaanku, aku akan mendapat pekerjaan mudah darinya


"Kau bisa kerjakan yang ini, tulis saja, ini buka presentasi,"


"Oh kenapa?"


"Ini hanya permulaan, dia akan melihat orang orang serius tidak mengerjakan ini, itu selalu terjadi pada murid baru,"


"Dan kau tahu itu?"


"Kakakku Giselle memberitahuku,"


"Oh seperti apa dia?"


"Rambut ikal pirang, tidak mudah tersenyum tapi sangat memperdulikanku lebih dari apapun,"


"Sepertinya hubungan kalian tidak begitu dekat, hanya sepintas kakak melindungi adik nya?"


"Begitulah," oh apa dia sedih?


"Yah bagaimanapun dia memikirkanmu, right?"


"Well, itu seperti anggota keluarga tidak boleh ada yang cacat," gumamnya


"Hmm?"


"Lupakan" kami mengerjakannya sampai sore, dan aku menulis banyak sekali, melelahkan karena baru kali ini aku menulis banyak sekali, dulu saat aku punya teman penjilat, mereka mengurus tugasku dengan baik, karena mereka mempertahankan uang mereka, karena aku mudah berterimakasih dengan uang.


"Kau lapar?"


"Ya"


"Baiklah sudah cukup, kita makan saja dulu,"


"Oke"


"Kau tahu Lili, setelah ini kita akan banyak presentasi,"


"Itu tidak diragukan lagi, aku tahu"


"Hmm kau terbiasa?"


"Tidak," aku tidak pernah mengerjakannya karena batuan para penjilat


"Hmm" dia seakan mengamatiku dan itu sedikit mengganggu


"Kenapa?" Sekarang aku sinis


"Tidak, apa kau merasa tidak nyaman?"


"Yahh tidak juga," makanan kami sampai, setelah beberapa menit, kami berpisah.


"Terimakasih untuk hari ini,"


"Terimakasih kembali" aku menunggu taxi cukup membosankan


"Ketemu,"


"Siapa?" Dia dengan beberapa teman yang mencurigakan mengendarai mobil


"Maaf nona, kau harus ikut kami,"


"Kenapa?" seperti penculik, aku harus lari


"Tuan muda kami menginginkan nona,"


"Siapa?"


"Tuan muda Hanian"


"Hanian?" Aku mengambil ponselku, dan mereka membiarkannya, jadi aku hanya menelpon Hanian dulu dari pada polisi.


"Halo Lili " cerianya


"Hanian,"


"Aku senang kau menelepon, kau bisa ikut mereka," dia langsung to the poin


"Kenapa?"


"Apa lagi, ya untuk bertemu orang tuaku"

__ADS_1


"Ini sedikit membuatku kesal," aku menutup telponnya, dan pergi bersama mereka.


__ADS_2