
"Hei hentikan itu," Hanian berekspresi dingin
"Perkenalkan kami, kami akan pergi setelahnya," kata si rambut hitam
"Ada apa dengan kalian? Sudah punya nyali?"
"Tidak, hanya untuk ini kami begitu egois" Hanian menghela nafas
"Lili, dengarkan dan lupakan," senyumnya ramah
"Huh?"
" Dia Xion si playboy, kau tidak perlu mengingatnya"
"Hey!"
"Dia William si bajingan, lebih banyak membuat masalah dari pada aku, ingat saja itu jangan ingat namanya ya" dia memegang tanganku seakan meyakinkanku
"Ha apa itu?"
"Yang satunya tidak perlu," hmm?
"Aku Ren" kata si datar berambut putih, dia memperkenalkan dirinya sendiri
"Ren tidak suka bicara, jadi lupakan saja dia ya?!" apa? Ah aku mengangguk saja
"Jahat," protes si datar
"Diamlah! Kau kan tidak suka bicara,"
"Bukan tidak suka,"
"Diam!" Kesal Hanian
"Aku hanya tidak mau bicara" dia tetap melanjutkan perkataannya
"Sama saja"
"Tidak sama" dia selalu menjawab, benar, sepertinya anak itu bicara semaunya, bukan sesuka hati sih, itu berbeda.
"Hanian,"
"Ya?"
"Tunggu, kau tahu julukan Hanian?"
"Hmm apa?"
"Dia dikenal sebagai pria berdarah dingin," kata Xion
"Tidak mungkin,"
"Yang aku maksud adalah, aku tidak percaya dia tersenyum," apa ini?
"Dan itu hanya karena mu," timpal William
"Benar, sepertinya bos menyukaimu,"
__ADS_1
"Bos?"
"Hanian bos kami," lanjutnya, seketika angin menerpa dan membuat rambutku menghalangi pandangan.
"Apa itu benar?"
"Ah seperti yang kau dengar,"
"Oh benar Hanian, aku akan melupakan ini, aku harus bangun dari mimpi," aku bergegas pergi tapi Hanian memegangi tanganku
"Kau pergi?"
"Aku harus bangun dari mimpi!"
"Tapi Lili," diam memelukku akhhh!!!
"Ha-Hanian?"
"Ini bukan mimpi," begitulah akhirnya, aku tahu kenyataan bahwa Hanian sebagai bosnya anak berandal, dan mereka bertiga adalah kaki tangannya, lalu mereka semua adalah anak orang konglomerat.
"A-ayahmu kerja di LA?"
"Perusahaannya ada disana," kami semua mengobrol, dengan Hanian sebagai pembatas jarak.
"Kenapa kalian menjadi kaki tangan Hanian? Orang kaya mana yang suka jadi bawahan?"
"Tidakkah kau tahu Lilian? Tunggu, apa aku bisa memanggilmu Lili juga?" kata Xion
"Tidak," jawab Hanian secepat kilat
"Apa?!"
"Aku tahu kau akan terkejut, lebih terkejut lagi jika, ah tidak" kata Hanian
"Kau CEO! Aku tidak mau dekat dengan orang penting," aku harus melupakan perasaan ku!
"Hei itu membuatku sedih," kata Hanian dengan raut murung.
"Baiklah aku hanya bercanda, kau tahu kan"
"Liliku kau menggemaskan"
"Tapi," kau tahu? Aku sedang dalam pangkuannya sekarang!!
"Hmm?"
"Lepaskan aku dulu!!"
"Tidak mau, ini salahmu karena kau menggemaskan Liliana Rashley" akhhh CEO muda sedang menggoda!!!
"Hanian!!!" Kau nakal ya!
"Hahaha memang lebih menarik jika aku menggodamu," senyum jahil
"Bos dia tidak nyaman," Ren peka
"Apa? Benarkah itu Lili?" tanyanya khawatir
__ADS_1
"I-iya" sejujurnya aku mudah tidak nyaman
"Sebaiknya kita pergi dulu," kata Xion
"Hmm yeah mungkin kita akan bertemu kembali tsundere," William dengan wajah ceria
"Apa? Siapa yang tsundere!!" Tentu saja aku bukan bagian dari orang yang tsundere, hmph!
"Lili," dia memelukku lebih erat di pangkuannya, dia agresif!!!
"Kau pikir aku akan diam saja, tidak dasar gulali bodoh!" Aku mencubit pipinya keras
"Hahaha"
"Kau tertawa dengan tampang bodohmu," aku mengangkat satu alisku melihat betapapun yang kulakukan untuk membuatnya terlihat bodoh, dia tetap menjadi Hanian yang tampan dan lucu, ukh.
"Benarkah?" wajahnya terlalu dekat!
"Ya!"
"Lili aku tidak pernah bosan bilang kau menggemaskan, kau tahu sekarang aku bukanlah orang baik dan polos seperti dulu," menyeringai
"Ya?" kenapa senyummu aneh Hanian?!
"Aku ada pikiran nakal untukmu,"
"Huh?" Apa maksudnya?!!!
"Kau ingin tahu?"
"Apa?" Tentu saja aku penasaran
"Aku ingin menciummu," dia tersenyum sekarang
"Ya?" Apa yang aku dengar tadi?
"First kiss, aku ingin ambil itu,"
"Tidakkk!!!" Aku belum siap!
"Hahaha lihat wajahmu panik, aku hanya bercanda Lili,"
"Kau brengsek!!" Hatiku berdebar tahu!
"Tapi jika kau ingin, aku akan melakukannya dengan lembut," aku yakin, aku yakin sekali sekarang wajahku sudah merah padam.
"Ha-Hanian??" apa kau masih bercanda?
" Sayang sekali, aku serius,"
"Tidakkk! Ini bukan saatnya!!!" Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku
"Haha aku menunggu, tik tok tik tok seperti suara arah batu jam "
"Eh?"
"Aku menyukaimu Lili," katanya dengan senyum indahnya lagi, dan lagiiii.
__ADS_1